alexametrics
23 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Monitoring Pemdes, Dewan Sidak ke Sumberkolak dan Wringinanom

SITUBONDO – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Situbondo melakukan sidak di dua kantor kepala desa, Kamis (6/1). Yaitu, kantor Desa Sumberkolak dan Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan. Ini dilakukan untuk monitoring jalannya pemerintahan.

Wakil Ketua Komisi I DPRD, Janur Sasra Ananda mengatakan, pihaknya mendatangi  kantor kepala Desa Sumber Kolak untuk menindaklanjuti proses kepala desa Pengganti Antar Waktu (PAW) terpilih.  Sebab, hingga kemarin masih ada laporan atau pengaduan ketidak puasan masyarakat. Sehingga, Komisi I memilih untuk meninjau langsung. Apalagi, ada pertanyaan yang akan ditanyakannya pada kepala desa terpilih.

“Jadi kami datang langsung untuk menanyakan proses transisi aset atau laporan yang masih belum diselesaikan oleh kepala desa sebelumnya, agar supaya menjadi perhatian penerus kepala desa sekarang,” kata Janur usai melakukan sidak kepada koran ini.

Baca Juga :  Bocah 13 Tahun Nyaris Jadi Korban Kebakaran

Ketua DPC Partai Demokrat itu berharap supaya ke depan tidak ada kekecewaan atau ketidakpuasaan dari masyarakat. Namun, jika tetap timbul kekecewan, maka harus diselesaikan secara kekeluargaan. “Pertanyaan kami sebetulnya dari sekitar 14 ribu masyarakat. Kenapa kok cuma diwakili 150 orang yang memiliki hak pilih? Sebab, untuk desa yang lain paling sedikit jumlah hak pilihnya sekitar 300 orang. Namun, tadi bisa terjawab dengan baik semua,” imbuhnya.

Selain itu, untuk Kepala Desa Wringinanom, Komisi I menindaklanjuti dua temuan dari inspektorat terhadap anggaran Bumdes tahun 2021. Yaitu, terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp 700 ribu dan terhadap pengeluaran pembiayaan yang tidak dilaksanakan sebesar sekitar Rp 75 juta lebih. “Tapi kita lihat tadi sudah ada tindaklanjut. Karena dari Rp 75 juta lebih itu sudah dikembalilan pada kas desa. Sehingga untuk selanjutnya dianggarkan lagi untuk tahun sekarang,” terangnya.

Baca Juga :  KASAL Tinjau Latopsdukpassusgab di Pantai Banongan

Menurut Janur, sejumlah permasalahan tersebut menjadi atensi Komisi I DPRD. Salah satu contohnya, untuk Desa Sumberkolak, pihaknya masih meminta data pelimpahan aset yang hingga hari ini belum selesai. “Tapi mereka tadi sudah berjanji mau mengirim terlampir. Sedangkan untuk Desa Wringinanom, Kita minta bukti bahwa sudah disetor dengan lampirannya dan rencana tindaklanjutnya seperti apa nanti,”pungkasnya. (mg4/pri)

SITUBONDO – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Situbondo melakukan sidak di dua kantor kepala desa, Kamis (6/1). Yaitu, kantor Desa Sumberkolak dan Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan. Ini dilakukan untuk monitoring jalannya pemerintahan.

Wakil Ketua Komisi I DPRD, Janur Sasra Ananda mengatakan, pihaknya mendatangi  kantor kepala Desa Sumber Kolak untuk menindaklanjuti proses kepala desa Pengganti Antar Waktu (PAW) terpilih.  Sebab, hingga kemarin masih ada laporan atau pengaduan ketidak puasan masyarakat. Sehingga, Komisi I memilih untuk meninjau langsung. Apalagi, ada pertanyaan yang akan ditanyakannya pada kepala desa terpilih.

“Jadi kami datang langsung untuk menanyakan proses transisi aset atau laporan yang masih belum diselesaikan oleh kepala desa sebelumnya, agar supaya menjadi perhatian penerus kepala desa sekarang,” kata Janur usai melakukan sidak kepada koran ini.

Baca Juga :  Kawal Keluhan Nakes, Minta Dana BK Dianggarkan Lagi di Tahun 2022

Ketua DPC Partai Demokrat itu berharap supaya ke depan tidak ada kekecewaan atau ketidakpuasaan dari masyarakat. Namun, jika tetap timbul kekecewan, maka harus diselesaikan secara kekeluargaan. “Pertanyaan kami sebetulnya dari sekitar 14 ribu masyarakat. Kenapa kok cuma diwakili 150 orang yang memiliki hak pilih? Sebab, untuk desa yang lain paling sedikit jumlah hak pilihnya sekitar 300 orang. Namun, tadi bisa terjawab dengan baik semua,” imbuhnya.

Selain itu, untuk Kepala Desa Wringinanom, Komisi I menindaklanjuti dua temuan dari inspektorat terhadap anggaran Bumdes tahun 2021. Yaitu, terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp 700 ribu dan terhadap pengeluaran pembiayaan yang tidak dilaksanakan sebesar sekitar Rp 75 juta lebih. “Tapi kita lihat tadi sudah ada tindaklanjut. Karena dari Rp 75 juta lebih itu sudah dikembalilan pada kas desa. Sehingga untuk selanjutnya dianggarkan lagi untuk tahun sekarang,” terangnya.

Baca Juga :  KASAL Tinjau Latopsdukpassusgab di Pantai Banongan

Menurut Janur, sejumlah permasalahan tersebut menjadi atensi Komisi I DPRD. Salah satu contohnya, untuk Desa Sumberkolak, pihaknya masih meminta data pelimpahan aset yang hingga hari ini belum selesai. “Tapi mereka tadi sudah berjanji mau mengirim terlampir. Sedangkan untuk Desa Wringinanom, Kita minta bukti bahwa sudah disetor dengan lampirannya dan rencana tindaklanjutnya seperti apa nanti,”pungkasnya. (mg4/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/