alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Baru Dua Sekolah yang Bisa Menggelar Pembelajaran Tatap Muka Lagi

SITUBONDO – Sedikitnya 27 lembaga pendidikan SMP dan SD di Kabupaten Situbondo harus ditutup setelah guru dan muridnya terpapar Covid 19. Proses belajar mengajar harus dilakukan daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kepala Bidang Pembinaan PTK Dispendikbud Kabupaten Situbondo,  Andi Yulian mengatakan, dari sekian sekolah yang ada di Kabupaten Situbondo, ada 27 sekolah yang harus melakukan PJJ. Hal itu dilakukan setelah ada murid ataupun guru pengajar yang terkonfirmasi positif covid-19. “Untuk sekolah yang di lockdown, khusus SD ada 15 sekolah. Sedangkan SMP ada 12 sekolah,” kata Andi kepada sejumlah wartawan.

Dia menerangkan, proses pembelajaran dilakukan secara daring, sebagai upaya untuk memutus penyebaran Covid-19. Sejumlah ruang kelas sekolah yang ditutup, rutin dilakukan penyemprotan cairan disinfektan.

“Untuk penyemprotan sekolah kita lakukan awal pertama sekolah ditutup, yang kedua ketika sudah sampai 14 hari. Sebelum murid masuk kembali, kami pastikan seluruh ruangan sudah disemprot terlebih dahulu,”ungkapnya.

Andi mengingatkan, bagi setiap sekolah yang masih aktif melakukan pembelajaran tatap muka, maka diharapakan memperketat protokol kesehatan. Mengingat sebaran covid-19 banyak menyerang anak-anak. “Kami tekan semua sekolah, untuk menyidiakan air sebagai tempat mencuci tangan, duduk harus berjarak, dan siswa yang tidak menggunakan masker harus ditindak,” kata Andi.

Andi menyebutkan, dari sekian sekolah yang sebagian siswa dan gurunya yang terpapar covid-19, rata-rata mengalami gejala ringan. Sehingga dalam satu beberapa hari ke depan dari 27 sekolah yang sudah ditutup itu akan kembali melakukan pembelajaran tatap muka.

“Sementara sekolah yang sempat ditutup namun sudah kembali melakukan pembelajaran dengan normal masih ada dua. Salah satunya SDN 3 Wonorejo. Untuk yang satunya saya belum bisa memastikan,” pungkas Andi. (hum/pri)

SITUBONDO – Sedikitnya 27 lembaga pendidikan SMP dan SD di Kabupaten Situbondo harus ditutup setelah guru dan muridnya terpapar Covid 19. Proses belajar mengajar harus dilakukan daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kepala Bidang Pembinaan PTK Dispendikbud Kabupaten Situbondo,  Andi Yulian mengatakan, dari sekian sekolah yang ada di Kabupaten Situbondo, ada 27 sekolah yang harus melakukan PJJ. Hal itu dilakukan setelah ada murid ataupun guru pengajar yang terkonfirmasi positif covid-19. “Untuk sekolah yang di lockdown, khusus SD ada 15 sekolah. Sedangkan SMP ada 12 sekolah,” kata Andi kepada sejumlah wartawan.

Dia menerangkan, proses pembelajaran dilakukan secara daring, sebagai upaya untuk memutus penyebaran Covid-19. Sejumlah ruang kelas sekolah yang ditutup, rutin dilakukan penyemprotan cairan disinfektan.

“Untuk penyemprotan sekolah kita lakukan awal pertama sekolah ditutup, yang kedua ketika sudah sampai 14 hari. Sebelum murid masuk kembali, kami pastikan seluruh ruangan sudah disemprot terlebih dahulu,”ungkapnya.

Andi mengingatkan, bagi setiap sekolah yang masih aktif melakukan pembelajaran tatap muka, maka diharapakan memperketat protokol kesehatan. Mengingat sebaran covid-19 banyak menyerang anak-anak. “Kami tekan semua sekolah, untuk menyidiakan air sebagai tempat mencuci tangan, duduk harus berjarak, dan siswa yang tidak menggunakan masker harus ditindak,” kata Andi.

Andi menyebutkan, dari sekian sekolah yang sebagian siswa dan gurunya yang terpapar covid-19, rata-rata mengalami gejala ringan. Sehingga dalam satu beberapa hari ke depan dari 27 sekolah yang sudah ditutup itu akan kembali melakukan pembelajaran tatap muka.

“Sementara sekolah yang sempat ditutup namun sudah kembali melakukan pembelajaran dengan normal masih ada dua. Salah satunya SDN 3 Wonorejo. Untuk yang satunya saya belum bisa memastikan,” pungkas Andi. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/