alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Kades Kayumas Janji Selesaikan SPj Sepekan Lagi

SITUBONDO – Kepala Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Abdul Jalil berjanji akan segera menyelesaikan SPj penggunaan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD). Setidaknya, satu pekan ini sudah dirampungkan.

Pernyataan ini disampaikan Abdul Jalil, kemarin (06/03). Dia menerangkan, saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Tinggal melengkapi kekurangan yang tidak bisa diselesaikan hingga batas waktu yang diberikan beberapa waktu lalu. “Yakin bisa selesai karena harus bisa mempertanggungjwabkan ke pemerintah,” katanya.

Abdul Jalil menambahkan, sebenarnya, laporan penggunaan keuangan DD-ADD sudah diselesaikan pada tanggal 26 Januari 2018 lalu. Akan tetapi saat itu masih ada kekurangan. “Cuma ada kesalahan yang harus dilengkapi waktu itu,” terangnya.

Konsekwensinya, Abdul Jalil harus dicopot dari jabatannya sebagai kepala desa. Terkait pemberhentian sementara tersebut, dia mengaku menerimanya dengan ikhlas. “Karena ini kan kelalaian kami,” tambahnya   

Dia berpendapat, secara teknis, masalah SPj menjadi tanggung jawab PPK dan bendahara desa. Merekalah yang bertugas menggarap administrasi penggunaan keuangan. “Cuma yang jadi korban tetap kades. Akhirnya, saya dinonaktifkan sementara sampai selesai,” kata Abdul Jalil.

Menurutnya, kepala desa memang harus tetap bertanggung jawab terhadap semua hal yang berkaitan dengan pemerintahan desa. “Akan tetapi mungkin saya kurang tegas kepada perangkat. Karena itu, saat ini saya terus mendorong PPK dan bendahara untuk mengerjakan biar cepat diselesaikan,” sambungnya.

Abdul Jalil menerangkan, keluarga juga bisa memaklumi pemberhentiannnya itu. Makanya, semuanya bisa menerima dengan ikhlas. “Karena memang salah. Kenapa tidak menyelesaikan hingga deadline waktu yang diberikan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, yang belum selesai hanya masalah administrasi. Pengerjaan proyek fisik sudah rampung semua. “Cuma keterlambatan pertanggungjawaban, tidak selesai sampai deadline waktu yang diberikan,” katanya.

Sementara itu, Abu Hari, Kepala Desa Gadingan, Kecamatan Jangkar, tidak bisa dihubungi. Ditelepon beberapa kali, nomornya tidak aktif. Salah satu sumber menyebutkan, Abu Hari sudah lama tidak mengaktifkan nomor teleponnya. 

Keduanya diberhentikan sementara sebagai kades melalui SK yang diterbitkan bupati. Mereka dicopot karena tidak menyelesaikan SPj DD-ADD tepat waktu. Itu merupakan sanksi administratif dari Pemkab Situbondo. (bib)

SITUBONDO – Kepala Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Abdul Jalil berjanji akan segera menyelesaikan SPj penggunaan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD). Setidaknya, satu pekan ini sudah dirampungkan.

Pernyataan ini disampaikan Abdul Jalil, kemarin (06/03). Dia menerangkan, saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Tinggal melengkapi kekurangan yang tidak bisa diselesaikan hingga batas waktu yang diberikan beberapa waktu lalu. “Yakin bisa selesai karena harus bisa mempertanggungjwabkan ke pemerintah,” katanya.

Abdul Jalil menambahkan, sebenarnya, laporan penggunaan keuangan DD-ADD sudah diselesaikan pada tanggal 26 Januari 2018 lalu. Akan tetapi saat itu masih ada kekurangan. “Cuma ada kesalahan yang harus dilengkapi waktu itu,” terangnya.

Konsekwensinya, Abdul Jalil harus dicopot dari jabatannya sebagai kepala desa. Terkait pemberhentian sementara tersebut, dia mengaku menerimanya dengan ikhlas. “Karena ini kan kelalaian kami,” tambahnya   

Dia berpendapat, secara teknis, masalah SPj menjadi tanggung jawab PPK dan bendahara desa. Merekalah yang bertugas menggarap administrasi penggunaan keuangan. “Cuma yang jadi korban tetap kades. Akhirnya, saya dinonaktifkan sementara sampai selesai,” kata Abdul Jalil.

Menurutnya, kepala desa memang harus tetap bertanggung jawab terhadap semua hal yang berkaitan dengan pemerintahan desa. “Akan tetapi mungkin saya kurang tegas kepada perangkat. Karena itu, saat ini saya terus mendorong PPK dan bendahara untuk mengerjakan biar cepat diselesaikan,” sambungnya.

Abdul Jalil menerangkan, keluarga juga bisa memaklumi pemberhentiannnya itu. Makanya, semuanya bisa menerima dengan ikhlas. “Karena memang salah. Kenapa tidak menyelesaikan hingga deadline waktu yang diberikan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, yang belum selesai hanya masalah administrasi. Pengerjaan proyek fisik sudah rampung semua. “Cuma keterlambatan pertanggungjawaban, tidak selesai sampai deadline waktu yang diberikan,” katanya.

Sementara itu, Abu Hari, Kepala Desa Gadingan, Kecamatan Jangkar, tidak bisa dihubungi. Ditelepon beberapa kali, nomornya tidak aktif. Salah satu sumber menyebutkan, Abu Hari sudah lama tidak mengaktifkan nomor teleponnya. 

Keduanya diberhentikan sementara sebagai kades melalui SK yang diterbitkan bupati. Mereka dicopot karena tidak menyelesaikan SPj DD-ADD tepat waktu. Itu merupakan sanksi administratif dari Pemkab Situbondo. (bib)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/