alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Pernah Dijatuhi Benda Seperti Meteor di Lokasi Wisata

Dusun Karang Kene’ memiliki banyak mistis. Seperti mitos yang menyebutkan, penduduk di dusun itu tidak boleh lebih dari 26 kepala keluarga

HABIBUL ADNAN, Jawa Pos Radar Situbondo

Pagi harinya, sejumlah warga memeriksa sejumlah sudut di sekitar wisata Karang Kene’. Tetapi, tidak ada tanda-tanda mencurigakan di wisata yang didominasi rumah bambu itu. Tidak ada rumput atau kayu terbakar.

Warga memeriksanya, karena pada malam hari terlihat ada benda seperti api yang jatuh di lokasi wisata yang ada di Desa Olean, Kecamatan Situbondo itu. Bahkan, benda itu sempat direkam warga menggunakan ponsel. Tidak berselang lama, video berdurasi 26 detik tersebut viral.

Kepala Desa Olean, Ansori mengatakan, benda bercahaya yang jatuh pada malam hari tersebut, menyerupai meteor. “Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Jadi, warga menganggap hal biasa. Saya juga dapat videonya,” jelasnya.

Baca Juga :  Ribuan Tenaga Honorer Terancam Dirumahkan

Lokasi jatuhnya tidak hanya di tempat wisata. Akan tetapi kadang di tempat lain di Dusun Karang Kene. Seperti area pemakaman Pangeran Songgolangi. “Selama ini, tidak pernah terjadi kerusakan sama sekali akibat fenomena itu,” kata Ansori.

Menurutnya, fenomena tersebut tidak lepas dari nuansa mistis yang identik dengan Dusun Karang Kene’. Di dusun ini, beberapa tempat menjadi area sakral oleh warga setempat. Karena itu, muncul tradisi yang menjadi kepercayaan warga setempat. “Setiap Senin dan Kamis sore, orang akan berbondong-bondong untuk berdoa di area pemakaman Pangeran Tunggulangin,” bebernya. Di Dusun Karang Kene’, dipercaya jumlah penduduknya tidak boleh lebih dari 26 kepala keluarga. Karena itu, dusun ini juga dikenal dengan nama K26. “Jika lebih, maka akan terjadi hal-hal buruk. Seperti ada yang meninggal dunia, atau pergi sendiri karena merasa tidak nyaman,” imbuhnya.

Baca Juga :  Razia 8 Hari, Jaring 1.000 Pelanggar

Saat ini, salah satu lokasi di dusun itu, telah disulap menjadi tempat wisata. Pengunjung dimanjakan dengan suasana alam sejuk, dan tampak lebih alami. Wisatanya didominasi bangunan rumah bambu. “Wisata buka setiap hari,” terang Ansori. (*)

Dusun Karang Kene’ memiliki banyak mistis. Seperti mitos yang menyebutkan, penduduk di dusun itu tidak boleh lebih dari 26 kepala keluarga

HABIBUL ADNAN, Jawa Pos Radar Situbondo

Pagi harinya, sejumlah warga memeriksa sejumlah sudut di sekitar wisata Karang Kene’. Tetapi, tidak ada tanda-tanda mencurigakan di wisata yang didominasi rumah bambu itu. Tidak ada rumput atau kayu terbakar.

Warga memeriksanya, karena pada malam hari terlihat ada benda seperti api yang jatuh di lokasi wisata yang ada di Desa Olean, Kecamatan Situbondo itu. Bahkan, benda itu sempat direkam warga menggunakan ponsel. Tidak berselang lama, video berdurasi 26 detik tersebut viral.

Kepala Desa Olean, Ansori mengatakan, benda bercahaya yang jatuh pada malam hari tersebut, menyerupai meteor. “Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Jadi, warga menganggap hal biasa. Saya juga dapat videonya,” jelasnya.

Baca Juga :  Baru 17 Desa Tenerima DD-ADD

Lokasi jatuhnya tidak hanya di tempat wisata. Akan tetapi kadang di tempat lain di Dusun Karang Kene. Seperti area pemakaman Pangeran Songgolangi. “Selama ini, tidak pernah terjadi kerusakan sama sekali akibat fenomena itu,” kata Ansori.

Menurutnya, fenomena tersebut tidak lepas dari nuansa mistis yang identik dengan Dusun Karang Kene’. Di dusun ini, beberapa tempat menjadi area sakral oleh warga setempat. Karena itu, muncul tradisi yang menjadi kepercayaan warga setempat. “Setiap Senin dan Kamis sore, orang akan berbondong-bondong untuk berdoa di area pemakaman Pangeran Tunggulangin,” bebernya. Di Dusun Karang Kene’, dipercaya jumlah penduduknya tidak boleh lebih dari 26 kepala keluarga. Karena itu, dusun ini juga dikenal dengan nama K26. “Jika lebih, maka akan terjadi hal-hal buruk. Seperti ada yang meninggal dunia, atau pergi sendiri karena merasa tidak nyaman,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ribuan Tenaga Honorer Terancam Dirumahkan

Saat ini, salah satu lokasi di dusun itu, telah disulap menjadi tempat wisata. Pengunjung dimanjakan dengan suasana alam sejuk, dan tampak lebih alami. Wisatanya didominasi bangunan rumah bambu. “Wisata buka setiap hari,” terang Ansori. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/