alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Bupati Karna: Ra Dhofir Wafat, Semua Merasa Kehilangan

BUPATI Situbondo Drs Karna Suswandi pagi kemarin langsung menuju ke Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo begitu mobil jenazah yang membawa Alm. Muhammad Dhofir Al Ibrohimy tiba di Kota Santri. Pria yang akrab disapa Bung Karna tersebut mengikuti prosesi pemakaman.

Menurut pria yang akrab disapa Bung Karna tersebut, kepergian Lora Dhofir bukan hanya duka mendalam bagi Pesantren Sukorejo. Tapi, juga bagi masyarakat Situbondo dan sekitarnya. Termasuk para alumni dan simpatisan yang ada di berbagai penjuru nusantara.

“Tentu semua merasakan duka yang mendalam dengan kepergian Lora Dhofir. Bukan hanya saya, tapi juga seluruh masyarakat Situbondo yang merasa kehilangan,” terang Bupati Karna usai melakukan takziah di Pesantren Sukorejo, kemarin.

Kata Bupati, alm Lora Dhofir adalah calon pemimpin masa depan yang luar biasa di Kabupaten Situbondo. Sehingga, sangat wajar, jika kemudian banyak yang merasa kehilangan. Banyak harapan agar putra kedua Kiai Azaim dan Ning Sari itu bisa meneruskan cita-cita orang tua dan pendahulunya di Pesantren Sukorejo.

“Kita tahu sendiri, Pesantren Sukorejo tidak hanya banyak berjasa untuk Kabupaten Situbondo dan sekitarnya, atau Jawa Timur, tapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Itu sudah tak terbantahkan,” imbuh bupati asal Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa itu.

Bung Karna mengaku sangat tersentuh dengan pesan yang disampaikan Kiai Azaim usai acara pemakaman. Saat itu,Kiai Azaim menyampaikan bahwa secara fisik Lora Dhofir memang anak kecil. Namun, di akhirat perannya bisa mengalahkan orang dewasa. “Itu dalam sekali maknanya,” imbuh Bupati.  (jon/pri)

BUPATI Situbondo Drs Karna Suswandi pagi kemarin langsung menuju ke Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo begitu mobil jenazah yang membawa Alm. Muhammad Dhofir Al Ibrohimy tiba di Kota Santri. Pria yang akrab disapa Bung Karna tersebut mengikuti prosesi pemakaman.

Menurut pria yang akrab disapa Bung Karna tersebut, kepergian Lora Dhofir bukan hanya duka mendalam bagi Pesantren Sukorejo. Tapi, juga bagi masyarakat Situbondo dan sekitarnya. Termasuk para alumni dan simpatisan yang ada di berbagai penjuru nusantara.

“Tentu semua merasakan duka yang mendalam dengan kepergian Lora Dhofir. Bukan hanya saya, tapi juga seluruh masyarakat Situbondo yang merasa kehilangan,” terang Bupati Karna usai melakukan takziah di Pesantren Sukorejo, kemarin.

Kata Bupati, alm Lora Dhofir adalah calon pemimpin masa depan yang luar biasa di Kabupaten Situbondo. Sehingga, sangat wajar, jika kemudian banyak yang merasa kehilangan. Banyak harapan agar putra kedua Kiai Azaim dan Ning Sari itu bisa meneruskan cita-cita orang tua dan pendahulunya di Pesantren Sukorejo.

“Kita tahu sendiri, Pesantren Sukorejo tidak hanya banyak berjasa untuk Kabupaten Situbondo dan sekitarnya, atau Jawa Timur, tapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Itu sudah tak terbantahkan,” imbuh bupati asal Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa itu.

Bung Karna mengaku sangat tersentuh dengan pesan yang disampaikan Kiai Azaim usai acara pemakaman. Saat itu,Kiai Azaim menyampaikan bahwa secara fisik Lora Dhofir memang anak kecil. Namun, di akhirat perannya bisa mengalahkan orang dewasa. “Itu dalam sekali maknanya,” imbuh Bupati.  (jon/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/