alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Rongsokan Perahu Terbakar, Warga Panik Melihat Asap Tebal

PANARUKAN, Jawa Pos Radar Situbondo – Tumpukan limbah perahu di Dermaga Pelabuhan Baru Panarukan di Desa Kilensari, Panarukan, Situbondo, terbakar hebat, Kamis (4/8). Meskipun hanya kebakaran rongsokan,  banyak warga yang panik. Sebab, asap api sangat pekat dan terlihat hingga dari Kecamatan Bungatan.

Kebakaran pertama kali dilihat sejumlah nelayan yang kebetulan beraktifitas tak jauh dari lokasi kejadian. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan pada KSOP Panarukan. Selanjutnya dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran (Damkar). “Kami mendapatkan laporan pukul 09.00.  dan langsung melakukan pemadaman. Ada dua unit truk Damkar yang kami terjunkan,” ungkap Koordinator Damkar Situbondo Imam Busyairi.

Api yang begitu besar membuat sulit ditaklukkan. Dua truk Damkar harus berulang kali mengambil air di sungai. Petugas tidak bisa menggunakan air laut karena khawatir mesin truk damkar akan mengalami kerusakan setelahnya.

Baca Juga :  Bakar Rokok, Kamar Hangus Terbakar

“Dua truk itu bolak-balik sekitar tujuh kali mengimbal air. Tapi tidak kuat untuk memadamkan api. Soalnya bahan yang terbakar itu, banyak serta bahan perahu terbuat dari fiber dan kayu yang memang mudah terbakar,” imbuh Imam.

Menurutnya, kesulitan yang dialami petugas juga katena angin di lokasi kejadian bertiup sangat kencang. Sebab berada di pinggiri pantai. Api benar-benar sulit dipadamkan. Harus menggunakan bantuan pompa air pihak terkait. “Kita juga memakai mesin milik Jasalindo. Kalau tidak keliru ada enam mesin yang baru dibuka untuk memadamkan. Api baru padam sekitar pukul 14.00,” jelas Imam.

Kata dia, tidak ada korban luka maupun korban jiwa akibat peristiwa itu. Hanya saja, rongsokan yang sengaja dikeringkan, itu habis tak tersisa dilahap si jago merah. “Informasinya sampah perahu itu akan di fermentasi ulang. Untuk kerugiannya, kami juga belum mengetahui. Apakah perahu itu tidak dibutuhkan lagi atau bagaiamana saya belum tahu pasti,” cetus Imam.

Baca Juga :  Lupa Matikan Tungku, Rumah Ibu Mayani Ludes Terbakar

Pantauan koran ini, akibat kebakaran tersebut, banyak warga yang datang untuk menyaksikan. Mereka berbondong-bondong mengabadikan. Bahkan, tidak sedikit yang melakukan swafoto. Sebab, ketika berada di bawah asap hitam pekat, seperti ada di bawah awan.

Sementara itu, pengendara yang melaju dari arah barat banyak yang berhenti di pinggir jalan untuk mengambil gambar asap tersebut. Takj jarang pengendara motor dan truk tidak memperhatikan jalan, tapi fokus melihat asap tebal. “Saya dari Pasir Putih sudah melihat, saya ngebut ingih tahu apa yang terjadi. Jadi pas di jalan ya melihat ke atas terus,” Pungkas Syafii warga Besuki yang hendak berbelanja ke Pasar Mimbaan. (hum/pri)

PANARUKAN, Jawa Pos Radar Situbondo – Tumpukan limbah perahu di Dermaga Pelabuhan Baru Panarukan di Desa Kilensari, Panarukan, Situbondo, terbakar hebat, Kamis (4/8). Meskipun hanya kebakaran rongsokan,  banyak warga yang panik. Sebab, asap api sangat pekat dan terlihat hingga dari Kecamatan Bungatan.

Kebakaran pertama kali dilihat sejumlah nelayan yang kebetulan beraktifitas tak jauh dari lokasi kejadian. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan pada KSOP Panarukan. Selanjutnya dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran (Damkar). “Kami mendapatkan laporan pukul 09.00.  dan langsung melakukan pemadaman. Ada dua unit truk Damkar yang kami terjunkan,” ungkap Koordinator Damkar Situbondo Imam Busyairi.

Api yang begitu besar membuat sulit ditaklukkan. Dua truk Damkar harus berulang kali mengambil air di sungai. Petugas tidak bisa menggunakan air laut karena khawatir mesin truk damkar akan mengalami kerusakan setelahnya.

Baca Juga :  Genset dan Ruang Penyimpanan Elpiji Selamat

“Dua truk itu bolak-balik sekitar tujuh kali mengimbal air. Tapi tidak kuat untuk memadamkan api. Soalnya bahan yang terbakar itu, banyak serta bahan perahu terbuat dari fiber dan kayu yang memang mudah terbakar,” imbuh Imam.

Menurutnya, kesulitan yang dialami petugas juga katena angin di lokasi kejadian bertiup sangat kencang. Sebab berada di pinggiri pantai. Api benar-benar sulit dipadamkan. Harus menggunakan bantuan pompa air pihak terkait. “Kita juga memakai mesin milik Jasalindo. Kalau tidak keliru ada enam mesin yang baru dibuka untuk memadamkan. Api baru padam sekitar pukul 14.00,” jelas Imam.

Kata dia, tidak ada korban luka maupun korban jiwa akibat peristiwa itu. Hanya saja, rongsokan yang sengaja dikeringkan, itu habis tak tersisa dilahap si jago merah. “Informasinya sampah perahu itu akan di fermentasi ulang. Untuk kerugiannya, kami juga belum mengetahui. Apakah perahu itu tidak dibutuhkan lagi atau bagaiamana saya belum tahu pasti,” cetus Imam.

Baca Juga :  Korsleting, Backhoe Adi Mas Giri Hangus

Pantauan koran ini, akibat kebakaran tersebut, banyak warga yang datang untuk menyaksikan. Mereka berbondong-bondong mengabadikan. Bahkan, tidak sedikit yang melakukan swafoto. Sebab, ketika berada di bawah asap hitam pekat, seperti ada di bawah awan.

Sementara itu, pengendara yang melaju dari arah barat banyak yang berhenti di pinggir jalan untuk mengambil gambar asap tersebut. Takj jarang pengendara motor dan truk tidak memperhatikan jalan, tapi fokus melihat asap tebal. “Saya dari Pasir Putih sudah melihat, saya ngebut ingih tahu apa yang terjadi. Jadi pas di jalan ya melihat ke atas terus,” Pungkas Syafii warga Besuki yang hendak berbelanja ke Pasar Mimbaan. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/