alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Kasus Covid-19 Melandai, Imunisasi Anak di Kota Santri Kembali Digencarkan

RADAR SITUBONDO – Kasus kejadian luar biasa (KLB) penyakit Campak dan Rubella yang terjadi di sejumlah daerah di tanah air, menjadi perhatian Pemkab Situbondo. Meski di Kota Santri penderitanya masih nihil, namun tetap perlu upaya serius untuk melakukan pencegahan sejak dini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, Dwi Herman Susilo mengatakan, kasus penyakit yang menimpa anak seperti Campak dan Rubella di Indonesia mencapai ribuan. Beruntungnya, kasus tersebut belum ada di Kota Santri.  “Pencegahan untuk mengantisipasi terkena penyakit Campak dengan cara imunisasi agar tidak tertular,” ujarnya, Kamis (4/8) kemarin.

Pemberian imunisasi Campak dan Rubella, kata dia, dilakukan terhadap bayi usia sembilan hingga 59 bulan. “Imunisasi nantinya akan dilakukan secara bertahap, seiring kasus Covid-19 yang mulai melandai,” ucapnya.

Baca Juga :  Cuaca Laut Buruk, Harga Ikan Laut Mahal

Dwi mengatakan, imunisasi untuk anak, sejak adanya Covid-19 jarang dilakukan. Itu untuk menghindari kerumunan yang dapat menyebabkan klaster penyebaran Virus Korona. “Kasus covid-19 melandai, imunisasi anak secara bertahap dilaksanakan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi mengatakan, kasus Campak dan Rubella masih banyak ditemukan. Maka diperlukan upaya pencegahan untuk dapat mencapai target eliminasi penyakit Campak dan Rubella. “Selain itu juga melalui penguatan imunisasi rutin, yaitu dengan melaksanakan pemberian nutrisi tambahan seperti campak dan rubella secara massal,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Bung Karna mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 kegiatan imunisasi terlambat. Imunisasi anak kembali dilakukan mencegah sejak dini penularan kasus Campak dan Rubella. “Harapannya kasus Covid-19 menurun, dan imunisasi anak bisa dilaksanakan kembali secara rutin,” pungkasnya. (wan/pri)

Baca Juga :  Pemkab Banyuwangi Luncurkan Bulan Imunisasi di Lereng Raung

RADAR SITUBONDO – Kasus kejadian luar biasa (KLB) penyakit Campak dan Rubella yang terjadi di sejumlah daerah di tanah air, menjadi perhatian Pemkab Situbondo. Meski di Kota Santri penderitanya masih nihil, namun tetap perlu upaya serius untuk melakukan pencegahan sejak dini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, Dwi Herman Susilo mengatakan, kasus penyakit yang menimpa anak seperti Campak dan Rubella di Indonesia mencapai ribuan. Beruntungnya, kasus tersebut belum ada di Kota Santri.  “Pencegahan untuk mengantisipasi terkena penyakit Campak dengan cara imunisasi agar tidak tertular,” ujarnya, Kamis (4/8) kemarin.

Pemberian imunisasi Campak dan Rubella, kata dia, dilakukan terhadap bayi usia sembilan hingga 59 bulan. “Imunisasi nantinya akan dilakukan secara bertahap, seiring kasus Covid-19 yang mulai melandai,” ucapnya.

Baca Juga :  Capaian Vaksinasi Booster Rendah, masih 354.662 dari Total Sasaran

Dwi mengatakan, imunisasi untuk anak, sejak adanya Covid-19 jarang dilakukan. Itu untuk menghindari kerumunan yang dapat menyebabkan klaster penyebaran Virus Korona. “Kasus covid-19 melandai, imunisasi anak secara bertahap dilaksanakan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi mengatakan, kasus Campak dan Rubella masih banyak ditemukan. Maka diperlukan upaya pencegahan untuk dapat mencapai target eliminasi penyakit Campak dan Rubella. “Selain itu juga melalui penguatan imunisasi rutin, yaitu dengan melaksanakan pemberian nutrisi tambahan seperti campak dan rubella secara massal,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Bung Karna mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 kegiatan imunisasi terlambat. Imunisasi anak kembali dilakukan mencegah sejak dini penularan kasus Campak dan Rubella. “Harapannya kasus Covid-19 menurun, dan imunisasi anak bisa dilaksanakan kembali secara rutin,” pungkasnya. (wan/pri)

Baca Juga :  Angkat Derajat Kesehatan, Pemkab Banyuwangi Teken MoU Bersama USAID

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/