alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Polres Situbondo Kaji Izin Kosmetik dari Produsen di Jombang

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Polres Situbondo terus melanjutkan penyidikan dugaan skincare ilegal. Senin (4/7), Safirah dan Sa’id Ali Wafa, dua warga Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, Situbondo, mengantarkan surat dokumen perjanjian dari produsen di Jombang yang dibutuhkan tim penyidik Polres Situbondo.

Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Dedi Ardhi mengatakan, dalam usaha bisnis skincare tersebut, Sa’id melakukan kerjasama dengan produsen yang ada di Jombang dan di Bali. “Dokumen kerjasama yang kita terima baru yang dari Jombang. Yang dari Bali belum,” terangnya kepada wartawan koran ini, kemarin.

Menurut Kasatreskrim, dalam kerja sama tersebut, Said Ali Wafa sebagai distributor mengajukan produk kecantikan yang dimilikinya untuk diberi label logo dan merk kepada produsen sesuai pesanan. Setelah selesai, baru dikirim ke Situbondo. “Dari distributor di Situbondo baru diedarkan ke konsumen,” jelas Kasatreskrim.

Baca Juga :  Tiap Desa Minimal Harus Disuntik Vaksin Seratus Orang Perhari

Dia mengakui, proses penyelidikan dugaan kosmetik ilegal tersebut cukup panjang. Sebab, harus meminta keterangan dari sejumlah orang yang terlibat. Misalnya, distributor dan produsen. Saat ini, tim penyidik akan melakukan penelitian dokumen kerjasama.

“Awal distributor yang ada di Mlandingan ini tidak bisa menunjukkan izin edar. Makanya sekarang kami mintakan dokumen tersebut dan akan kita pelajari bersama Diskoperindag selaku ahli. Itu untuk menentukan  keabsahan dokumen tersebut, baik dari segi  perijinan, izin edar atau izin distribusi yang dilakukan distributor,” ungkap Kasatreskrim.

Kata AKP Dedi, merk produk kosmetik yang ada di Sidoarjo juga masih belum jelas. Sebab, jika merknya tidak sama dengan distributor yang ada di Mlandingan, maka izin edar seharusnya juga beda. “Untuk surat-surat yang diterima belum bisa dikatakan lengkap, tetapi tinggal mendalami MOU antar produsen dengan distributor. Kita masih mencari, kira-kira siapa yang bertanggung jawab dalam jual beli kosmetik tersebut,” cetus Kasatreskrim.

Baca Juga :  Puti Guntur Mantapkan Tapal Kuda

Sekedar diKetahui, Tim Opsnal Satreskrim Polres Situbondo berhasil mengamankan 16 karton berisikan kosmetik merk LW, Kamis lalu (30/6). Dalam perkembangannya, barang bukti tersebut dikembalikan kepala pemiliknya. Meski demikian, penyidik terus melakukan penyelidikan kasus peredaran kosmetik ilegal tersebut. (hum/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Polres Situbondo terus melanjutkan penyidikan dugaan skincare ilegal. Senin (4/7), Safirah dan Sa’id Ali Wafa, dua warga Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, Situbondo, mengantarkan surat dokumen perjanjian dari produsen di Jombang yang dibutuhkan tim penyidik Polres Situbondo.

Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Dedi Ardhi mengatakan, dalam usaha bisnis skincare tersebut, Sa’id melakukan kerjasama dengan produsen yang ada di Jombang dan di Bali. “Dokumen kerjasama yang kita terima baru yang dari Jombang. Yang dari Bali belum,” terangnya kepada wartawan koran ini, kemarin.

Menurut Kasatreskrim, dalam kerja sama tersebut, Said Ali Wafa sebagai distributor mengajukan produk kecantikan yang dimilikinya untuk diberi label logo dan merk kepada produsen sesuai pesanan. Setelah selesai, baru dikirim ke Situbondo. “Dari distributor di Situbondo baru diedarkan ke konsumen,” jelas Kasatreskrim.

Baca Juga :  Malam Natal, Polisi, TNI, dan Banser NU Kompak Jaga Gereja

Dia mengakui, proses penyelidikan dugaan kosmetik ilegal tersebut cukup panjang. Sebab, harus meminta keterangan dari sejumlah orang yang terlibat. Misalnya, distributor dan produsen. Saat ini, tim penyidik akan melakukan penelitian dokumen kerjasama.

“Awal distributor yang ada di Mlandingan ini tidak bisa menunjukkan izin edar. Makanya sekarang kami mintakan dokumen tersebut dan akan kita pelajari bersama Diskoperindag selaku ahli. Itu untuk menentukan  keabsahan dokumen tersebut, baik dari segi  perijinan, izin edar atau izin distribusi yang dilakukan distributor,” ungkap Kasatreskrim.

Kata AKP Dedi, merk produk kosmetik yang ada di Sidoarjo juga masih belum jelas. Sebab, jika merknya tidak sama dengan distributor yang ada di Mlandingan, maka izin edar seharusnya juga beda. “Untuk surat-surat yang diterima belum bisa dikatakan lengkap, tetapi tinggal mendalami MOU antar produsen dengan distributor. Kita masih mencari, kira-kira siapa yang bertanggung jawab dalam jual beli kosmetik tersebut,” cetus Kasatreskrim.

Baca Juga :  Tiap Desa Minimal Harus Disuntik Vaksin Seratus Orang Perhari

Sekedar diKetahui, Tim Opsnal Satreskrim Polres Situbondo berhasil mengamankan 16 karton berisikan kosmetik merk LW, Kamis lalu (30/6). Dalam perkembangannya, barang bukti tersebut dikembalikan kepala pemiliknya. Meski demikian, penyidik terus melakukan penyelidikan kasus peredaran kosmetik ilegal tersebut. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/