alexametrics
25.1 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

GIS Perintahkan Anggota Cek Pengadaan Lampu PJU

RadarBanyuwangi.id – Fraksi Gerakan Indonesia Sejahtera (GIS/Gerindra-PKS) meminta anggotanya di Komisi III DPRD Situbondo untuk mengkorscek pengadaan lampu penerang jalan umum (PJU). Sebab, lelang pengadaannya mencapai Rp 14 miliar.

Ketua Fraksi GIS, Abdul Aziz mengatakan, pihaknya bukan mencurigai adanya ketidakberesan atau penyalahgunaan dalam lelang pengadaan lampu PJU. Akan tetapi, masyarakat perlu tahu, seperti apa kondisi barang yang sudah dibelinya. “Di mana barangnya itu. Jadi, kami mint anggota di Komisi III sidak,” katanya.

Lampu-lampu tersebut digunakan untuk mengganti lampu PJU lama yang sudah mati atau rusak. Abdul Aziz menerangkan, sidak ini juga untuk mengetahui, sejauh mana realisasi pemasangannya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, lelang dilaksanakan bulan November 2020 lalu. Sampai sekarang DPRD belum tahu sejauh mana realisasinya.

Baca Juga :  Delapan Warga Terpapar, Lima Orang Dirawat di RSUD

“Makanya perlu dikroscek langsung, dan kami minta anggota kami di Komisi III segera menindaklanjutinya. Barangnya di mana, ataukah pemenang lelang puny gudang di sini. Inikan perlu diketahui,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Situbondo, Eko Prayudi mengatakan, lampu PJU yang sudah dibeli disimpan di gudang DPKP. Dia mempersilahkan siapapun yang mau melihatnya. “Ada, silahkan dilihat,” katanya.

Barang-barang tersebut sudah diperiksa BPK (badan pemeriksa keuangan). Inspektorat juga telah turun dan menghitungnya. “Pengadaannya tahun lalu (2020). Sekarang lampunya sedang proses dipasang,” terangnya.

Target lampu PJU yang diganti tahun ini sebanyak 3.500. Dia mengaku, hingga sekarang sudah terpasang sekitar 800 lampu. Eko mengatakan, pelaksanaanya membutuhkan waktu cukup lama karena tenaga di lapangan juga terbatas. “Dengan tenaga yang ada nggak bisa dikebut,” ujarnya

Baca Juga :  Jumlah Pemudik di Pelabuhan Jangkar Mulai Melonjak

RadarBanyuwangi.id – Fraksi Gerakan Indonesia Sejahtera (GIS/Gerindra-PKS) meminta anggotanya di Komisi III DPRD Situbondo untuk mengkorscek pengadaan lampu penerang jalan umum (PJU). Sebab, lelang pengadaannya mencapai Rp 14 miliar.

Ketua Fraksi GIS, Abdul Aziz mengatakan, pihaknya bukan mencurigai adanya ketidakberesan atau penyalahgunaan dalam lelang pengadaan lampu PJU. Akan tetapi, masyarakat perlu tahu, seperti apa kondisi barang yang sudah dibelinya. “Di mana barangnya itu. Jadi, kami mint anggota di Komisi III sidak,” katanya.

Lampu-lampu tersebut digunakan untuk mengganti lampu PJU lama yang sudah mati atau rusak. Abdul Aziz menerangkan, sidak ini juga untuk mengetahui, sejauh mana realisasi pemasangannya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, lelang dilaksanakan bulan November 2020 lalu. Sampai sekarang DPRD belum tahu sejauh mana realisasinya.

Baca Juga :  Kasus Perceraian Tembus Seribu, Didominasi Pasangan Usia Muda

“Makanya perlu dikroscek langsung, dan kami minta anggota kami di Komisi III segera menindaklanjutinya. Barangnya di mana, ataukah pemenang lelang puny gudang di sini. Inikan perlu diketahui,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Situbondo, Eko Prayudi mengatakan, lampu PJU yang sudah dibeli disimpan di gudang DPKP. Dia mempersilahkan siapapun yang mau melihatnya. “Ada, silahkan dilihat,” katanya.

Barang-barang tersebut sudah diperiksa BPK (badan pemeriksa keuangan). Inspektorat juga telah turun dan menghitungnya. “Pengadaannya tahun lalu (2020). Sekarang lampunya sedang proses dipasang,” terangnya.

Target lampu PJU yang diganti tahun ini sebanyak 3.500. Dia mengaku, hingga sekarang sudah terpasang sekitar 800 lampu. Eko mengatakan, pelaksanaanya membutuhkan waktu cukup lama karena tenaga di lapangan juga terbatas. “Dengan tenaga yang ada nggak bisa dikebut,” ujarnya

Baca Juga :  Jumlah Pemudik di Pelabuhan Jangkar Mulai Melonjak

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/