alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Cabuli Anak Tiri, Polisi Amankan Buruh Tani

MANGARAN: Sainul Bahri, warga Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran diamankan oleh Polsek Mangaran, kemarin (05/03). Penyebabnya, pria yang berpofesi buruh tani tersebut kepergok melakukan pencabulan terhadap anak tirinya, SP yang masih berusia 14 tahun.

Menurut informasi yang diterima koran ini, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 26 Februari lalu sekitar pukul 17.00. Kebetulan saat kejadian, rumah dalam keadaan sepi. SP yang sedang tidur di kamarnya tiba-tiba didatangi oleh pelaku. Sainul yang sudah tak kuat menahan nafsu, langsung menindih tubuh korban.

Mendapat perlakuan tersebut, SP yang masih tergolong anak-anak berusaha meronta. Namun badannya yang kecil tak cukup kuat. Akhirnya korban hanya bisa pasrah menerima perlakuan ayah tirinya.

Nahas, perbuatan bejat Sainul kepergok oleh Sadi, mertuanya yang sekaligus nenek korban. Saat itu Sadi baru datang dari luar rumah. Begitu masuk dirumahnya, perempuan 60 tahun itu pun kaget melihat Sainul yang berada di atas tubuh cucunya.

Selanjutnya, Sadi melaporkan kejadian tersebut kepada Suliyana, ibu korban. Saat itu Suliyana tengah mencari sisa-sisa padi di sawah dekat rumahnya. Ketika berita itu sampai, amarah Suliyana tak bisa dibendung.. Tanpa banyak bicara, dia melaporkan kejadian yang menimpa anaknnya ke kantor polisi.

Kapolsek Mangaran, AKP Madya Wiraji Kusuma, menyampaikan, setelah mendapat laporan, petugas langsung membawa korban ke Rumah Sakit Abdoerrahem untuk dilakukan visum.

“Laporan pencabulan itu sudah masuk kepada kami. Kami masih menunggu hasil visum beberapa hari yang lalu. Sedangkan hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap terlapor. Jika nanti hasil pemeriksaan memenuhi unsur tindak pidana, maka statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka,” jelas Nanang.

Sementara itu, menurut Kasubag Humas Polres Situbondo, Sainul diduga melanggar pasal Tindak Pidana Pencabulan dan perlindungan anak. “Pasal yang dapat menjerat pelaku adalah pasal 76 e Jo pasal 82 (1) & (2) UU RI No. 23 th 2002 tentng perlindungan anak,” terangnya. (cw1)

MANGARAN: Sainul Bahri, warga Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran diamankan oleh Polsek Mangaran, kemarin (05/03). Penyebabnya, pria yang berpofesi buruh tani tersebut kepergok melakukan pencabulan terhadap anak tirinya, SP yang masih berusia 14 tahun.

Menurut informasi yang diterima koran ini, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 26 Februari lalu sekitar pukul 17.00. Kebetulan saat kejadian, rumah dalam keadaan sepi. SP yang sedang tidur di kamarnya tiba-tiba didatangi oleh pelaku. Sainul yang sudah tak kuat menahan nafsu, langsung menindih tubuh korban.

Mendapat perlakuan tersebut, SP yang masih tergolong anak-anak berusaha meronta. Namun badannya yang kecil tak cukup kuat. Akhirnya korban hanya bisa pasrah menerima perlakuan ayah tirinya.

Nahas, perbuatan bejat Sainul kepergok oleh Sadi, mertuanya yang sekaligus nenek korban. Saat itu Sadi baru datang dari luar rumah. Begitu masuk dirumahnya, perempuan 60 tahun itu pun kaget melihat Sainul yang berada di atas tubuh cucunya.

Selanjutnya, Sadi melaporkan kejadian tersebut kepada Suliyana, ibu korban. Saat itu Suliyana tengah mencari sisa-sisa padi di sawah dekat rumahnya. Ketika berita itu sampai, amarah Suliyana tak bisa dibendung.. Tanpa banyak bicara, dia melaporkan kejadian yang menimpa anaknnya ke kantor polisi.

Kapolsek Mangaran, AKP Madya Wiraji Kusuma, menyampaikan, setelah mendapat laporan, petugas langsung membawa korban ke Rumah Sakit Abdoerrahem untuk dilakukan visum.

“Laporan pencabulan itu sudah masuk kepada kami. Kami masih menunggu hasil visum beberapa hari yang lalu. Sedangkan hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap terlapor. Jika nanti hasil pemeriksaan memenuhi unsur tindak pidana, maka statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka,” jelas Nanang.

Sementara itu, menurut Kasubag Humas Polres Situbondo, Sainul diduga melanggar pasal Tindak Pidana Pencabulan dan perlindungan anak. “Pasal yang dapat menjerat pelaku adalah pasal 76 e Jo pasal 82 (1) & (2) UU RI No. 23 th 2002 tentng perlindungan anak,” terangnya. (cw1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/