25 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Masuki Musim Penghujan, Waspadai Bencana Hidrometeorologi

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo mencatat Kota Santri akan dilanda musim penghujan. Meski begitu, berpotensi terjadi bencana Hidrometeorologi akibat perubahan iklim dari kemarau ke hujan tersebut.

Untuk mengantisipasi bencana, BPBD Situbondo menyiagakan sejumlah peralatan penanganan bencana. “Kabupaten Situbondo saat ini sudah memasuki musim penghujan, hal ini terlihat adanya perubahan cuaca di Kota Santri,” ujar Kalaksa BPBD Situbondo, Zainul Arifin melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Gatot Trikorawan.

Dia mengatakan, musim penghujan juga berpotensi terjadi bencana. Di antaranya pohon tumbang, banjir maupun tanah longsor. “Di musim penghujan juga berpotensi terjadinya bencana Hidrometeorologi yang cukup harus diwaspadai oleh masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Pakaian Khas Situbondo Dilaunching

Untuk mengantisipasi adanya bencana tersebut, jelas Gatot, tentunya BPBD Situbondo sudah menyiapkan seluruh peralatan penanggulangan bencana. Serta berkoordinasi dengan Dinas PU Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Situbondo, untuk menyiapkan peralatan dan sampras banjir. “Ada peralatan geraji mesin hingga alat berat, untuk mengantisipasi adanya bencana pohon tumbang maupun tanah longsor,” paparnya.

Meski begitu, masih kata Gatot, peran masyarakat juga harus ikut mengantisipasi bencana sejak dini. Dengan membersihkan saluran air, membersihkan sampah di lingkungan sekitar, melaksanakan pemotongan ranting pohon yang berpotensi tumbang serta memastikan kondisi atap rumah baik. “Masyarakat juga diharapkan bisa menghindari berteduh di bawah pohon saat terjadinya hujan lebat, agar tidak tersambar petir maupun mengantisipasi jika pohon tumbang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Karantina Berakhir, 113 PMI Situbondo Dipulangkan

Gatot menambahkan, para nelayan yang melakukan aktifitas melaut juga harus berhati-hati. Lantaran, bisa berpotensi terjadinya bencana di tengah laut. “Waspadai gelombang tinggi yang dapat mengakibatkan laka laut. Para nelayan juga mengikuti informasi cuaca dsri Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur,” himbaunya. (rio/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo mencatat Kota Santri akan dilanda musim penghujan. Meski begitu, berpotensi terjadi bencana Hidrometeorologi akibat perubahan iklim dari kemarau ke hujan tersebut.

Untuk mengantisipasi bencana, BPBD Situbondo menyiagakan sejumlah peralatan penanganan bencana. “Kabupaten Situbondo saat ini sudah memasuki musim penghujan, hal ini terlihat adanya perubahan cuaca di Kota Santri,” ujar Kalaksa BPBD Situbondo, Zainul Arifin melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Gatot Trikorawan.

Dia mengatakan, musim penghujan juga berpotensi terjadi bencana. Di antaranya pohon tumbang, banjir maupun tanah longsor. “Di musim penghujan juga berpotensi terjadinya bencana Hidrometeorologi yang cukup harus diwaspadai oleh masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Dampak Musim Hujan Lebih Awal, Kualitas Tembakau Pun Turun

Untuk mengantisipasi adanya bencana tersebut, jelas Gatot, tentunya BPBD Situbondo sudah menyiapkan seluruh peralatan penanggulangan bencana. Serta berkoordinasi dengan Dinas PU Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Situbondo, untuk menyiapkan peralatan dan sampras banjir. “Ada peralatan geraji mesin hingga alat berat, untuk mengantisipasi adanya bencana pohon tumbang maupun tanah longsor,” paparnya.

Meski begitu, masih kata Gatot, peran masyarakat juga harus ikut mengantisipasi bencana sejak dini. Dengan membersihkan saluran air, membersihkan sampah di lingkungan sekitar, melaksanakan pemotongan ranting pohon yang berpotensi tumbang serta memastikan kondisi atap rumah baik. “Masyarakat juga diharapkan bisa menghindari berteduh di bawah pohon saat terjadinya hujan lebat, agar tidak tersambar petir maupun mengantisipasi jika pohon tumbang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perempuan-Perempuan Tangguh Asal Desa Jatisari

Gatot menambahkan, para nelayan yang melakukan aktifitas melaut juga harus berhati-hati. Lantaran, bisa berpotensi terjadinya bencana di tengah laut. “Waspadai gelombang tinggi yang dapat mengakibatkan laka laut. Para nelayan juga mengikuti informasi cuaca dsri Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur,” himbaunya. (rio/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/