25 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Angka Laka Tinggi, Polres Situbondo Kembali Gelar Operasi Zebra

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Angka kecelakaan di Kabupaten Situbondo cukup tinggi. Sejak awal tahun 2022 lalu, Satlantas Polres Situbondo mencatat terjadi 255 kasus, dengan 30 korban meninggal dunia.

Tingginya angka kecelakaan itu, menjadi perhatian serius Polres Situbondo dalam pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2022 yang digelar sejak Senin (3/10). Ratusan personel gabungan dari Satlantas, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Situbondo serta aparat keamanan lainnya melakukan apel di Mako Polres Situbondo.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Andi Sinjaya dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Situbondo. “Operasi Zebra Semeru dilakukan untuk menekan angka kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas, khususnya di Kabupaten Situbondo,” ujar Kapolres Situbondo AKBP Andi Sinjaya.

Baca Juga :  Pertanyakan Alasan SP3 Kasus Simdes

Andi menjelaskan, operasi Zebra Semeru 2022 akan dilaksanakan selama 14 hari mendatang. Tepatnya hingga Minggu (16/10) mendatang. Targetnya tujuh kategori pelanggaran akan ditindak tegas. “Kita akan menindak tegas para pengendara yang menggunakan Handphone saat berkendara, tidak menggunakan helm standar, melebihi batas kecepatan ataupun Overload, melawan arus, mabuk saat berkendara, tidak menggunakan safety belt sabuk keselamatan,” paparnya.

Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, jelas Kapolres, para personel tetap harus mengedepankan pendekatan humanis dan preventif. “Kita ingin mengedepankan edukasi kepada masyarakat, agar mewujudkan Kamseltibcarlantas yang presisi,” katanya.

Tingginya angka pelanggaran, lanjut Andi, disebabkan tingginya mobilitas masyarakat. Serta banyaknya pengendara di bawah umur. “Makanya kita ingin, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas. Bahkan, pihaknya juga ingin peran pihak sekolah dalam mengantisipasi adanya anak-anak di bawah umur membawa kendaraan sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Truk Sampah Terguling di Simpang Empat Lateng

Andi berharap dengan adanya operasi Zebra Semeru 2022, dapat menekan angka kecelakaan maupun pelanggar lalu lintas. Sehingga, dapat mendeteksi sejak dini adanya gangguan Kamseltibcar. “Kami harap masyarakat juga sadar akan keselamatan berlalu lintas saat berkendara,” jelasnya.(rio/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Angka kecelakaan di Kabupaten Situbondo cukup tinggi. Sejak awal tahun 2022 lalu, Satlantas Polres Situbondo mencatat terjadi 255 kasus, dengan 30 korban meninggal dunia.

Tingginya angka kecelakaan itu, menjadi perhatian serius Polres Situbondo dalam pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2022 yang digelar sejak Senin (3/10). Ratusan personel gabungan dari Satlantas, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Situbondo serta aparat keamanan lainnya melakukan apel di Mako Polres Situbondo.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Andi Sinjaya dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Situbondo. “Operasi Zebra Semeru dilakukan untuk menekan angka kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas, khususnya di Kabupaten Situbondo,” ujar Kapolres Situbondo AKBP Andi Sinjaya.

Baca Juga :  Diikuti Atlet Anggar se-Indonesia

Andi menjelaskan, operasi Zebra Semeru 2022 akan dilaksanakan selama 14 hari mendatang. Tepatnya hingga Minggu (16/10) mendatang. Targetnya tujuh kategori pelanggaran akan ditindak tegas. “Kita akan menindak tegas para pengendara yang menggunakan Handphone saat berkendara, tidak menggunakan helm standar, melebihi batas kecepatan ataupun Overload, melawan arus, mabuk saat berkendara, tidak menggunakan safety belt sabuk keselamatan,” paparnya.

Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, jelas Kapolres, para personel tetap harus mengedepankan pendekatan humanis dan preventif. “Kita ingin mengedepankan edukasi kepada masyarakat, agar mewujudkan Kamseltibcarlantas yang presisi,” katanya.

Tingginya angka pelanggaran, lanjut Andi, disebabkan tingginya mobilitas masyarakat. Serta banyaknya pengendara di bawah umur. “Makanya kita ingin, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas. Bahkan, pihaknya juga ingin peran pihak sekolah dalam mengantisipasi adanya anak-anak di bawah umur membawa kendaraan sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jembatan Raib, Siswa Harus Digendong untuk Sampai ke Sekolah

Andi berharap dengan adanya operasi Zebra Semeru 2022, dapat menekan angka kecelakaan maupun pelanggar lalu lintas. Sehingga, dapat mendeteksi sejak dini adanya gangguan Kamseltibcar. “Kami harap masyarakat juga sadar akan keselamatan berlalu lintas saat berkendara,” jelasnya.(rio/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/