alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Kemenag Imbau Warga Tidak Memaksa Berkurban

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo mengimbau warga untuk tidak memaksakan diri berkurban. Karena dikhawatirkan sapi atau kambing yang disembelih terpapar penyakit mulut dan kaki (PMK). Pelaksanaan kurban bisa dilakukan lagi saat nanti keadaan sudah aman.

Kasubag Tata Usaha Kemenag Kabupaten Situbondo, Imam Turmudzi menerangkan, sesuai dengan surat edaran Kementerian Agama RI no 10 tahun 2022 disebutkan bahwa hukum menyembelih hewan kurban pada hari raya idul adha bagi umat Islam adalah sunnah muakkadah. “Makanya tidak perlu memaksakan diri berkurban pada masa wabah PMK,” terangnya kepada koran ini, kemarin.

Meski demikian, lanjut Imam, pemerintah tidak melarang bagi warga yang tetap ingin berkurban. Yang terpenting tetap memperhatikan rambu-rambu yang sudah ditetapkan. Misalnya, hewan ternak yang dikurban kondisinya benar-benar dipastikan harus sehat.

“Warga harus memperhatikan secara detail untuk hewan ternak yang akan digunakan untuk kurban. Tidak terdampak penyakit PMK , luka pada mulut , keluar air liur yang berlebihan misalnya. Apalagi, syarat utama hewan yang digunakan untuk kurban harus sehat.  Tujuannya untuk memberikan rasa aman kepada manusia,” ucap Imam Turmudzi,

Baca Juga :  UMM Bentuk Satgas PMK, Pastikan Kesehatan Hewan Kurban

Selain itu, dia menambahkan, pelaksanaan kurban pada hari raya Idul Adha, warga perlu memperhatikan kondisi wilayahnya. Jika terpapar penyakit PMK, maka pelaksanaan kurban tidak dilakukan di ruang terbuka. Seperti masjid maupun di rumah warga. “Kami himbau untuk wilayahnya yang terpapar PMK, proses penyembelihan hewan ternak dilakukan di rumah potong hewan (RPH). Sedangkan untuk pendistribusian daging kurban, melalui lembaga zakat,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), Kholil mengatakan, pemerintah memperbolehkan warga melaksanakan kurban. Harapannya dilakukan dengan prosedur yang ketat. “Panitia kurban harus menyediakan kandang isolasi khusus yang jauh dari hewan ternak lain,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, di area tempat penyembelihan hewan juga harus tersedia air panas.  Itu untuk merebus kepala hewan, kaki, buntut, dan jeroan. “Setelah dimasak, bagian tersebut dikubur, karena tidak boleh dimakan,” katanya.

Baca Juga :  Terima Penghargaan Sebagai Rumah Sakit Terbaik Melayani Pasien Laka

Lebih jauh, Kholil meminta, kotoran hewan ternak segera mungkin untuk dibersihkan agar tempatnya tetap bersih. “Rutin untuk melakukan penyemprotan menggunakan desinfektan juga perlu. Dalam rangka membunuh virus tersebut,” ungkapnya.

Mantan kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu meminta warga tidak memaksakan diri melaksanakan kurban secara langsung di rumah masing-masing. Kurban bisa dilaksanakan di RPH maupun melakukan  kurban online. “Kurban online itu memesan kepada pedagang supaya hewan yang dibeli untuk disembelih, dagingnya didistribusikan kepada warga. Pembeli hanya menitipkan uangnya saja tanpa perlu bertemu langsung,” ucap dia.

Kholil mengaku, cara tersebut lebih aman dan juga mencegah penyebaran penyakit PMK. “Proses penyembelihan ditangani oleh dokter hewan dan jagal yang sudah ahli. Proses yang dilakukan sesuai dengan tata cara kurban,” pungkasnya. (wan/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo mengimbau warga untuk tidak memaksakan diri berkurban. Karena dikhawatirkan sapi atau kambing yang disembelih terpapar penyakit mulut dan kaki (PMK). Pelaksanaan kurban bisa dilakukan lagi saat nanti keadaan sudah aman.

Kasubag Tata Usaha Kemenag Kabupaten Situbondo, Imam Turmudzi menerangkan, sesuai dengan surat edaran Kementerian Agama RI no 10 tahun 2022 disebutkan bahwa hukum menyembelih hewan kurban pada hari raya idul adha bagi umat Islam adalah sunnah muakkadah. “Makanya tidak perlu memaksakan diri berkurban pada masa wabah PMK,” terangnya kepada koran ini, kemarin.

Meski demikian, lanjut Imam, pemerintah tidak melarang bagi warga yang tetap ingin berkurban. Yang terpenting tetap memperhatikan rambu-rambu yang sudah ditetapkan. Misalnya, hewan ternak yang dikurban kondisinya benar-benar dipastikan harus sehat.

“Warga harus memperhatikan secara detail untuk hewan ternak yang akan digunakan untuk kurban. Tidak terdampak penyakit PMK , luka pada mulut , keluar air liur yang berlebihan misalnya. Apalagi, syarat utama hewan yang digunakan untuk kurban harus sehat.  Tujuannya untuk memberikan rasa aman kepada manusia,” ucap Imam Turmudzi,

Baca Juga :  Harga Cabai Rp 120 Ribu, Bawang Merah Rp 40 Ribu

Selain itu, dia menambahkan, pelaksanaan kurban pada hari raya Idul Adha, warga perlu memperhatikan kondisi wilayahnya. Jika terpapar penyakit PMK, maka pelaksanaan kurban tidak dilakukan di ruang terbuka. Seperti masjid maupun di rumah warga. “Kami himbau untuk wilayahnya yang terpapar PMK, proses penyembelihan hewan ternak dilakukan di rumah potong hewan (RPH). Sedangkan untuk pendistribusian daging kurban, melalui lembaga zakat,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), Kholil mengatakan, pemerintah memperbolehkan warga melaksanakan kurban. Harapannya dilakukan dengan prosedur yang ketat. “Panitia kurban harus menyediakan kandang isolasi khusus yang jauh dari hewan ternak lain,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, di area tempat penyembelihan hewan juga harus tersedia air panas.  Itu untuk merebus kepala hewan, kaki, buntut, dan jeroan. “Setelah dimasak, bagian tersebut dikubur, karena tidak boleh dimakan,” katanya.

Baca Juga :  Nyuri Motor yang Sudah Digadaikan

Lebih jauh, Kholil meminta, kotoran hewan ternak segera mungkin untuk dibersihkan agar tempatnya tetap bersih. “Rutin untuk melakukan penyemprotan menggunakan desinfektan juga perlu. Dalam rangka membunuh virus tersebut,” ungkapnya.

Mantan kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu meminta warga tidak memaksakan diri melaksanakan kurban secara langsung di rumah masing-masing. Kurban bisa dilaksanakan di RPH maupun melakukan  kurban online. “Kurban online itu memesan kepada pedagang supaya hewan yang dibeli untuk disembelih, dagingnya didistribusikan kepada warga. Pembeli hanya menitipkan uangnya saja tanpa perlu bertemu langsung,” ucap dia.

Kholil mengaku, cara tersebut lebih aman dan juga mencegah penyebaran penyakit PMK. “Proses penyembelihan ditangani oleh dokter hewan dan jagal yang sudah ahli. Proses yang dilakukan sesuai dengan tata cara kurban,” pungkasnya. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/