alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Lampu di Taman Panji, Selamat Datang Sbondo

PANJI – Pemandangan di taman Kecamatan Panji sedikit terganggu, terutama pada malam hari. Tulisan besar “Selamat Datang di Situbondo” tidak menyala seluruhnya. Ada lima huruf yang padam. Akibatnya, yang seharusnya tertulis ‘Selamat Datang di Situbondo’ menjadi ‘Selamat Datang Sbondo’.

Keadaan ini mendapatkan sorotan dari masyarakat Situbondo. Seperti yang disampaikan Jayadi, warga Kecamatan Panji. Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu. “Rasanya menjadi tidak enak,” ujarnya.

Pria yang berporfesi sebagai advokat itu mengatakan, hal tersebut sangat disayangkan. Ini juga membuktikan lemahnya perawatan. “Mudah membangun, tanpa tahu merawatnya. Ini sebenarnya masalah klise dari dulu,” ucapnya.

Kata dia, pembangunan apapun, jika tidak dirawat dengan baik, akan mengakibatkan beban pada APBD. Sebab, kesannya hanya menghambur-hamburkan anggaran tanpa bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kalau sudah rusak, berarti manfaatnya tidak ada,” sambungnya.

Karena itu, membangun harus disertai dengan perawatan. Percuma jika membuat sesuatu, tapi dibiarkan begitu saja. “Harus lebih cerdas merawat. Semua orang bisa membangun, tapi sedikit yang bisa mencari jalan keluar untuk merawat,” kata Jayadi.

Jayadi memandang, secara umum, masalah perawatan, pemerintah sangat lemah. Butkinya, banyak pembangunan fisik yang saat ini sudah rusak. Seharusnya, setiap kerusakan segera tertanggulangi dengan cepat. “Kalau alasan menunggu APBD, itu alasan klise. Mestinya, dari awal dipikirkan, dicarikan solusinya untuk melakukan perbaikan ketika ada kerusakan,” ujarnya.

Selain itu, Jayadi memandang, pelibatan masyarakat juga masih kurang. Karena itu, tidak bisa jika kemudian dinas beralasan, itu peran serta masyarakat untuk menjaga. “Pertanyaannya, sudahkah rakyat diajak serta,” katanya dengan nada tanya.

Makanya, jika ingin partisipasi masyarakat tinggi, ada pemberian sejumlah dana perawatan. Pemberian wewenang kepada masyarakat dan lingkungan sekitar untuk merawat perlu dilakukan. “Kalau demikian, masyarakat akan merasa memiliki,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Situbondo, Sumadin mengatakan, lampu tulisan yang rusak akan segera diperbaiki. “Malam ini langsung kita perbaiki,” katanya.

Dia berharap kepada masyarakat untuk menginformasikan jika ada infrastruktur yang dibangun DPKP rusak. Menurutnya, tidak semua infrastruktur bisa terpantau. “Kalau ada kerusakan pasti langsung diperbaiki,” ujarnya. (bib/pri)   

PANJI – Pemandangan di taman Kecamatan Panji sedikit terganggu, terutama pada malam hari. Tulisan besar “Selamat Datang di Situbondo” tidak menyala seluruhnya. Ada lima huruf yang padam. Akibatnya, yang seharusnya tertulis ‘Selamat Datang di Situbondo’ menjadi ‘Selamat Datang Sbondo’.

Keadaan ini mendapatkan sorotan dari masyarakat Situbondo. Seperti yang disampaikan Jayadi, warga Kecamatan Panji. Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu. “Rasanya menjadi tidak enak,” ujarnya.

Pria yang berporfesi sebagai advokat itu mengatakan, hal tersebut sangat disayangkan. Ini juga membuktikan lemahnya perawatan. “Mudah membangun, tanpa tahu merawatnya. Ini sebenarnya masalah klise dari dulu,” ucapnya.

Kata dia, pembangunan apapun, jika tidak dirawat dengan baik, akan mengakibatkan beban pada APBD. Sebab, kesannya hanya menghambur-hamburkan anggaran tanpa bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kalau sudah rusak, berarti manfaatnya tidak ada,” sambungnya.

Karena itu, membangun harus disertai dengan perawatan. Percuma jika membuat sesuatu, tapi dibiarkan begitu saja. “Harus lebih cerdas merawat. Semua orang bisa membangun, tapi sedikit yang bisa mencari jalan keluar untuk merawat,” kata Jayadi.

Jayadi memandang, secara umum, masalah perawatan, pemerintah sangat lemah. Butkinya, banyak pembangunan fisik yang saat ini sudah rusak. Seharusnya, setiap kerusakan segera tertanggulangi dengan cepat. “Kalau alasan menunggu APBD, itu alasan klise. Mestinya, dari awal dipikirkan, dicarikan solusinya untuk melakukan perbaikan ketika ada kerusakan,” ujarnya.

Selain itu, Jayadi memandang, pelibatan masyarakat juga masih kurang. Karena itu, tidak bisa jika kemudian dinas beralasan, itu peran serta masyarakat untuk menjaga. “Pertanyaannya, sudahkah rakyat diajak serta,” katanya dengan nada tanya.

Makanya, jika ingin partisipasi masyarakat tinggi, ada pemberian sejumlah dana perawatan. Pemberian wewenang kepada masyarakat dan lingkungan sekitar untuk merawat perlu dilakukan. “Kalau demikian, masyarakat akan merasa memiliki,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Situbondo, Sumadin mengatakan, lampu tulisan yang rusak akan segera diperbaiki. “Malam ini langsung kita perbaiki,” katanya.

Dia berharap kepada masyarakat untuk menginformasikan jika ada infrastruktur yang dibangun DPKP rusak. Menurutnya, tidak semua infrastruktur bisa terpantau. “Kalau ada kerusakan pasti langsung diperbaiki,” ujarnya. (bib/pri)   

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/