alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Ending Tanggungan Keuangan Desa Tidak Jelas

SITUBONDO – Pemerintah dinilai setengah hati dalam memproses belasan desa belum mengembalikan kerugian keuangan ke kas daerah. Bagaimana tidak, hingga batas akhir pengembalian tanggal 31 Mei lalu, saat ini malah tidak jelas kabarnya. Apakah sudah selesai atau tidak, belum diketahui?

Seperti yang diketahui, ada belasan desa yang masih memiliki tanggungan keuangan yang belum dikembalikan. Keuangan tersebut bersumber dari anggaran dana desa dan dana desa (ADD-DD) tahun 2016.

Terkait hal itu, pemerintah memberikan tenggat waktu sampai tanggal 31 Mei. Jika sampai tanggal tersebut belum dikembalikan, maka pemerintah akan mengambil tindakan tegas dengan melapor ke aparat penegak hukum.

Sayangnya, sampai saat ini belum pasti berapa desa yang sudah menyelesaikan tanggungan. Didik Martono, aktivis LSM Lira mengatakan, pihaknya sudah mencoba menanyakan kepada SKPD terkait. Akan tetapi belum ada jawaban memuaskan.

“Kami belum tahu, apakah sudah mengembalikan semua atau tidak. Saya hanya dapat informasi, sudah selesai. Tapi tidak jelas, desa mana saja yang selesai,” katanya.

Atas dasar ini, Didik mencurigai ada yang tidak beres dalam kasus ini. Menurutnya, bisa saja ada desa yang belum mengembalikan tanggungan keuangan, tetapi dianggap sudah menyelesaikan. “Bisa saja begitu. Karena itu, mari kita awasi bersama,” katanya.

Kepala Inspektorat Situbondo, Bambang Priyanto, belum bisa dimintai keterangan. Dihubungi melalui sambungan telepon kemarin, tidak diangkat. Wartawan koran ini juga mencoba menemuinya di ruang kerja, tetapi tidak ada di tempat.

Kabid Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Yogie Kripsian Sah mengaku tidak tahu perkembangan kasus tersebut. “Konfirmasi ke Inspektorat, datanya di sana,” jawabnya melalui pesan singkat. (bib/pri)  

SITUBONDO – Pemerintah dinilai setengah hati dalam memproses belasan desa belum mengembalikan kerugian keuangan ke kas daerah. Bagaimana tidak, hingga batas akhir pengembalian tanggal 31 Mei lalu, saat ini malah tidak jelas kabarnya. Apakah sudah selesai atau tidak, belum diketahui?

Seperti yang diketahui, ada belasan desa yang masih memiliki tanggungan keuangan yang belum dikembalikan. Keuangan tersebut bersumber dari anggaran dana desa dan dana desa (ADD-DD) tahun 2016.

Terkait hal itu, pemerintah memberikan tenggat waktu sampai tanggal 31 Mei. Jika sampai tanggal tersebut belum dikembalikan, maka pemerintah akan mengambil tindakan tegas dengan melapor ke aparat penegak hukum.

Sayangnya, sampai saat ini belum pasti berapa desa yang sudah menyelesaikan tanggungan. Didik Martono, aktivis LSM Lira mengatakan, pihaknya sudah mencoba menanyakan kepada SKPD terkait. Akan tetapi belum ada jawaban memuaskan.

“Kami belum tahu, apakah sudah mengembalikan semua atau tidak. Saya hanya dapat informasi, sudah selesai. Tapi tidak jelas, desa mana saja yang selesai,” katanya.

Atas dasar ini, Didik mencurigai ada yang tidak beres dalam kasus ini. Menurutnya, bisa saja ada desa yang belum mengembalikan tanggungan keuangan, tetapi dianggap sudah menyelesaikan. “Bisa saja begitu. Karena itu, mari kita awasi bersama,” katanya.

Kepala Inspektorat Situbondo, Bambang Priyanto, belum bisa dimintai keterangan. Dihubungi melalui sambungan telepon kemarin, tidak diangkat. Wartawan koran ini juga mencoba menemuinya di ruang kerja, tetapi tidak ada di tempat.

Kabid Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Yogie Kripsian Sah mengaku tidak tahu perkembangan kasus tersebut. “Konfirmasi ke Inspektorat, datanya di sana,” jawabnya melalui pesan singkat. (bib/pri)  

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/