alexametrics
23 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Presiden Jokowi Saat Resmikan Universitas Ibrahimy

BANYUPUTIH – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Universitas Ibrahimy di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (P2S2) Sukorejo. Itu ditandai dengan penandatanganan prasasti peresmian Unversitas Ibrahimy, Sabtu (03/02) lalu.

Presiden memastikan, dalam waktu dekat ini, Surat Keputusan (SK) penetapannya sudah terbit. Paling lambat akhir Bulan Februari. Hal tersebut disampaikannya setelah menandatangani prasasti.

Presiden Jokowi mengatakan akan segera memerintahkan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) untuk menandatangani SK penetapan Universitas Ibrahimy. “Dalam waktu yang secepat-cepatnya,” kata Presiden RI ketujuh itu.

Tidak banyak yang disampaikan Jokowi setelah menadatangani prasasti. Dia hanya berharap, Universitas Ibrahimy mampu menjadi Perguruan Tinggi Islam terdepan di Indonesia.

Baca Juga :  Menristekdikti Serahkan SK UNIB Sukorejo

Presiden meresmikan Universitas Ibrahimy saat menghadiri peringatan haul pendiri dan pengasuh P2S2 Sukrejo, Sabtu lalu. Orang nomor satu di Republik ini datang ke Sukorejo bersama istri, Iriana Jokowi.   

Sekretaris P2S2 Sukrejo, Ahmad Fadail mengatakan, peningkatan status menjadi universitas tidak hanya institutnya saja. Namun, semua akademi yang ada di bawah naungan Perguruan Tinggi Ibrahimy. Karena itu, akan dilakukan penggabungan institut dan akademi.

Dia menerangkan, selian Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII), ada beberapa lembaga pendidikan tinggi yang dimiliki P2S2 Sukorejo. Seperti Akademi Perikanan, Akademi Komputer, serta Akademi Kebidanan. Setelah menjadi universitas, semuanya dibagung menjadi satu.

Fadail menambahkan, keberhasilan penggabungan akademi dan institut menjadi Universitas Ibrahimy tidak instan. Tetapi prosesnya sangat lama. “Alhamdulillah, ini buah dari penantian panjang,” ujarnya.

Baca Juga :  Mindset Zona Nyaman Harus Dihapus

Menurutnya, peningkatan status tersebut sekaligus memacu semangat keluarga besar pesantren, pengelola Perguruan Tinggi Ibrahimy untuk lebih bersungguh-sungguh mewujudkan pendidikan tinggi pondok pesantren yang berkualitas. Sehingga, ke depan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas juga.

Fadail menambahkan, ada banyak pihak yang telah turut membantu proses peningkatan status. Karena itu, dia menyampaikan ucapan terima kasih yang tidak terhingga kepada pihak-pihak tersebut. (bib/pri)

BANYUPUTIH – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Universitas Ibrahimy di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (P2S2) Sukorejo. Itu ditandai dengan penandatanganan prasasti peresmian Unversitas Ibrahimy, Sabtu (03/02) lalu.

Presiden memastikan, dalam waktu dekat ini, Surat Keputusan (SK) penetapannya sudah terbit. Paling lambat akhir Bulan Februari. Hal tersebut disampaikannya setelah menandatangani prasasti.

Presiden Jokowi mengatakan akan segera memerintahkan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) untuk menandatangani SK penetapan Universitas Ibrahimy. “Dalam waktu yang secepat-cepatnya,” kata Presiden RI ketujuh itu.

Tidak banyak yang disampaikan Jokowi setelah menadatangani prasasti. Dia hanya berharap, Universitas Ibrahimy mampu menjadi Perguruan Tinggi Islam terdepan di Indonesia.

Baca Juga :  Memetik Ibrah (Pembelajaran) Lewat Traveling

Presiden meresmikan Universitas Ibrahimy saat menghadiri peringatan haul pendiri dan pengasuh P2S2 Sukrejo, Sabtu lalu. Orang nomor satu di Republik ini datang ke Sukorejo bersama istri, Iriana Jokowi.   

Sekretaris P2S2 Sukrejo, Ahmad Fadail mengatakan, peningkatan status menjadi universitas tidak hanya institutnya saja. Namun, semua akademi yang ada di bawah naungan Perguruan Tinggi Ibrahimy. Karena itu, akan dilakukan penggabungan institut dan akademi.

Dia menerangkan, selian Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII), ada beberapa lembaga pendidikan tinggi yang dimiliki P2S2 Sukorejo. Seperti Akademi Perikanan, Akademi Komputer, serta Akademi Kebidanan. Setelah menjadi universitas, semuanya dibagung menjadi satu.

Fadail menambahkan, keberhasilan penggabungan akademi dan institut menjadi Universitas Ibrahimy tidak instan. Tetapi prosesnya sangat lama. “Alhamdulillah, ini buah dari penantian panjang,” ujarnya.

Baca Juga :  Butuh Enam Orang Pengawas Pemilu Tiap Kecamatan

Menurutnya, peningkatan status tersebut sekaligus memacu semangat keluarga besar pesantren, pengelola Perguruan Tinggi Ibrahimy untuk lebih bersungguh-sungguh mewujudkan pendidikan tinggi pondok pesantren yang berkualitas. Sehingga, ke depan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas juga.

Fadail menambahkan, ada banyak pihak yang telah turut membantu proses peningkatan status. Karena itu, dia menyampaikan ucapan terima kasih yang tidak terhingga kepada pihak-pihak tersebut. (bib/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/