27.5 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

PKL Makin Menjamur di Seputaran Alun-Alun

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Para pedagang kaki lima (PKL) makin banyak menjamur di seputaran Alun-alun Kota Situbondo. Mereka seolah makin asik karena mudah mendapat pembeli. Padahal, usaha mereka itu sangat beresiko. Selain rawan terjadi kecelakaan, juga membuat Alun-alun kumuh.

Menurut salah satu pedagang, Hariyono, dirinya mulai mempersiapkan lapak sejak sore hari, sekitar pukul 15.00 WIB. Baru tutup tengah malam. Dia mengakui, berjualan di pinggir jalan ternyata lebih banyak diminati pembeli.

“iya lumayan banyak mas yang beli. Kalau perkiraan saya kenapa banyak yang beli karena lokasinya persis di pinggir jalan. Jadi orang itu tidak perlu turun dari kendaraannya,” ujarnya, Minggu (10/2).

Pria yang akrab dipanggil Nono itu mengaku, sempat ditawari jualan di area Pujasera Alun-Alun oleh tetangganya. Namun, tawaran tersebut belum membuat dirinya tertarik. “Tetangga saya nawarin untuk jualan di Pujasera. Rasanya kalau saat ini saya belum tertarik. Karena masih lebih enak jualan disini (di pinggir jalan),” ucapnya.

Baca Juga :  Setelah CFD Dibuka Lagi, Bupati Karna: Kita Akan Gelar Pasar Ramadan

Kata dia, dirinya khawatir dagangannya sepi kalau harus pindah tempat. Sebab, sudah banyak orang yang mengenali usahanya. “Nanti pas saya pindah takut sepi. Biar di sini saja dulu,” cetusnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo, Ruben Pakilaran mengatakan, munculnya pedagang di pinggir jalan raya juga banyak dikeluhkan pengendara motor. Pasalnya, saat ada pembeli yang datang mengganggu terhadap pengendara lain. “Itu mereka buka lapak sendiri tidak ada yang membentuk. Beberapa informasi saya dengar, pengendara terganggu oleh kendaraan yang berhenti,” ucapnya.

Kata dia, seharusnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) menindak para PKL tersebut. Misalnya memberikan tulisan untuk tidak menjual di area jalan raya. “Satpol-PP harusnya menertibkan, karena itu berbahaya dan mengganggu. Paling tidak dibuatkan tulisan dilarang jualan di pinggir jalan,” harapnya.

Sementara itu, Kasat Pol-PP Situbondo, Buchari mengaku masih belum memiliki tempat khusus yang nantinya bisa digunakan untuk PKL saat dipindah. Dia ingin, tindakan yang dilakukan nanti bisa menjadi solusi bersama antara pemerintah dan paa PKL. “Tindakan kita nantinya tidak hanya menertibkan. Mereka paling tidak bisa menempati lokasi baru untuk berjualan,” ucapnya.

Baca Juga :  Demi Piala Adipura, Lapak PKL di Sepanjang Trotoar Dibongkar Paksa

Buchari menyatakan, lokasi tempat jualan yang akan digunakan oleh PKL, masih akan dilakukan rapat bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Rencananya, akan digelar hari ini. “Kami mau rapat dulu hari Senin. Setelah itu baru diketahui tindakan apa yang akan kami lakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, kata dia, agar usaha yang dilakukan oleh para PKL tidak mengganggu aktivitas lalu lintas kendaraan, petugas meminta agar para pedagang berada di satu tempat, yakni di sebelah utara jalan. Sebelumnya, aktivitas pedagang berada di dua sisi jalan, yang memuat jalan tersebut sempit. “Kalau malam yang jualan di kanan dan kiri jalan. sekarang sudah tidak, rata ada di pinggir utara jalan semua,” pungkasnya. (wan/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Para pedagang kaki lima (PKL) makin banyak menjamur di seputaran Alun-alun Kota Situbondo. Mereka seolah makin asik karena mudah mendapat pembeli. Padahal, usaha mereka itu sangat beresiko. Selain rawan terjadi kecelakaan, juga membuat Alun-alun kumuh.

Menurut salah satu pedagang, Hariyono, dirinya mulai mempersiapkan lapak sejak sore hari, sekitar pukul 15.00 WIB. Baru tutup tengah malam. Dia mengakui, berjualan di pinggir jalan ternyata lebih banyak diminati pembeli.

“iya lumayan banyak mas yang beli. Kalau perkiraan saya kenapa banyak yang beli karena lokasinya persis di pinggir jalan. Jadi orang itu tidak perlu turun dari kendaraannya,” ujarnya, Minggu (10/2).

Pria yang akrab dipanggil Nono itu mengaku, sempat ditawari jualan di area Pujasera Alun-Alun oleh tetangganya. Namun, tawaran tersebut belum membuat dirinya tertarik. “Tetangga saya nawarin untuk jualan di Pujasera. Rasanya kalau saat ini saya belum tertarik. Karena masih lebih enak jualan disini (di pinggir jalan),” ucapnya.

Baca Juga :  Masuki Penghujan, BPBD Stop Pendistribusian Air Bersih

Kata dia, dirinya khawatir dagangannya sepi kalau harus pindah tempat. Sebab, sudah banyak orang yang mengenali usahanya. “Nanti pas saya pindah takut sepi. Biar di sini saja dulu,” cetusnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo, Ruben Pakilaran mengatakan, munculnya pedagang di pinggir jalan raya juga banyak dikeluhkan pengendara motor. Pasalnya, saat ada pembeli yang datang mengganggu terhadap pengendara lain. “Itu mereka buka lapak sendiri tidak ada yang membentuk. Beberapa informasi saya dengar, pengendara terganggu oleh kendaraan yang berhenti,” ucapnya.

Kata dia, seharusnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) menindak para PKL tersebut. Misalnya memberikan tulisan untuk tidak menjual di area jalan raya. “Satpol-PP harusnya menertibkan, karena itu berbahaya dan mengganggu. Paling tidak dibuatkan tulisan dilarang jualan di pinggir jalan,” harapnya.

Sementara itu, Kasat Pol-PP Situbondo, Buchari mengaku masih belum memiliki tempat khusus yang nantinya bisa digunakan untuk PKL saat dipindah. Dia ingin, tindakan yang dilakukan nanti bisa menjadi solusi bersama antara pemerintah dan paa PKL. “Tindakan kita nantinya tidak hanya menertibkan. Mereka paling tidak bisa menempati lokasi baru untuk berjualan,” ucapnya.

Baca Juga :  Berlomba-Lomba Membuat TPS Menarik

Buchari menyatakan, lokasi tempat jualan yang akan digunakan oleh PKL, masih akan dilakukan rapat bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Rencananya, akan digelar hari ini. “Kami mau rapat dulu hari Senin. Setelah itu baru diketahui tindakan apa yang akan kami lakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, kata dia, agar usaha yang dilakukan oleh para PKL tidak mengganggu aktivitas lalu lintas kendaraan, petugas meminta agar para pedagang berada di satu tempat, yakni di sebelah utara jalan. Sebelumnya, aktivitas pedagang berada di dua sisi jalan, yang memuat jalan tersebut sempit. “Kalau malam yang jualan di kanan dan kiri jalan. sekarang sudah tidak, rata ada di pinggir utara jalan semua,” pungkasnya. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/