alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Persediaan Vaksin Covid-19 Habis Pekan Depan

RadarBanyuwangi.id – Stok vaksin Covid-19 di gudang Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo hingga kemarin (01/04) tersisa 26 botol. Dengan ketersediaan tersebut, diperkirakan akan habis pekan depan. Sisa itu akan digunakan untuk penyuntikan kedua terhadap pelayan publik.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, Dwi Herman Susilo menerangkan, sampai saat ini belum ada informasi dari Dinkes Jatim terkait waktu droping kembali. Dia mengatakan, hal tersebut menjadi kewenangan provinsi. “Jadi, kami belum tahu kapan dikirimi lagi,” jelasnya.

Meski demikian, masih ada sisa vaksin di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes). Karena itu, Dwi yakin, jumlah tersebut cukup memenuhi kebutuhan penyuntikan kedua. “Tiap botol bisa menyuntik sembilan sampai sepuluh orang,” katanya.

Dia juga belum tahu, jenis vaksin apa yang akan dikirim nanti. Dwi mengatakan, berdasarkan informasi sementara yang diperolehnya, stok Vaksin Sinovac sudah tidak ada di Dinkes Provinsi Jatim. Yang tersedia Vaksin AstraZeneca. “Kami terus koordinasi dengan Dinkes provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, terhitung hingga kemarin (01/04), sasaran vaksin sudah mencapai 14.736 untuk penyuntikan pertama. Dari jumlah itu, sebanyak 8.754 sasaran yang sudah selesai suntik kedua. 

Dengan rincian, tenaga kesehatan (nakes) yang sudah menerima dosis pertama sebanyak 3.407, dan 3.091 di antaranya selesai suntik kedua. Sedangkan pelayan publik yang sudah disuntik kedua 5.650 orang dari 10.914 penerima dosis pertama. Kemudian lansia penerima dosis pertama 415, dan selesai vaksin kedua baru 13 orang.

Dwi mengatakan, masih adanya nakes yang belum selesai divaksin, dikarenakan adanya perubahan regulasi terkait vaksinasi. Sebelumnya, bagi orang dengan hipertensi dan ibu menyusui tidak boleh disuntik vaksin. “Sekarang diperbolehkan, sehingga harus divaksin,” katanya.

Begitu juga dengan penyintas atau orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini mereka diperkenankan divaksin, dengan catatan harus menunggu tiga bulan sejak dinyatakan positif. “Makanya, sampai sekarang ada beberapa nakes yang belum disuntik,” pungkasnya.

RadarBanyuwangi.id – Stok vaksin Covid-19 di gudang Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo hingga kemarin (01/04) tersisa 26 botol. Dengan ketersediaan tersebut, diperkirakan akan habis pekan depan. Sisa itu akan digunakan untuk penyuntikan kedua terhadap pelayan publik.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, Dwi Herman Susilo menerangkan, sampai saat ini belum ada informasi dari Dinkes Jatim terkait waktu droping kembali. Dia mengatakan, hal tersebut menjadi kewenangan provinsi. “Jadi, kami belum tahu kapan dikirimi lagi,” jelasnya.

Meski demikian, masih ada sisa vaksin di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes). Karena itu, Dwi yakin, jumlah tersebut cukup memenuhi kebutuhan penyuntikan kedua. “Tiap botol bisa menyuntik sembilan sampai sepuluh orang,” katanya.

Dia juga belum tahu, jenis vaksin apa yang akan dikirim nanti. Dwi mengatakan, berdasarkan informasi sementara yang diperolehnya, stok Vaksin Sinovac sudah tidak ada di Dinkes Provinsi Jatim. Yang tersedia Vaksin AstraZeneca. “Kami terus koordinasi dengan Dinkes provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, terhitung hingga kemarin (01/04), sasaran vaksin sudah mencapai 14.736 untuk penyuntikan pertama. Dari jumlah itu, sebanyak 8.754 sasaran yang sudah selesai suntik kedua. 

Dengan rincian, tenaga kesehatan (nakes) yang sudah menerima dosis pertama sebanyak 3.407, dan 3.091 di antaranya selesai suntik kedua. Sedangkan pelayan publik yang sudah disuntik kedua 5.650 orang dari 10.914 penerima dosis pertama. Kemudian lansia penerima dosis pertama 415, dan selesai vaksin kedua baru 13 orang.

Dwi mengatakan, masih adanya nakes yang belum selesai divaksin, dikarenakan adanya perubahan regulasi terkait vaksinasi. Sebelumnya, bagi orang dengan hipertensi dan ibu menyusui tidak boleh disuntik vaksin. “Sekarang diperbolehkan, sehingga harus divaksin,” katanya.

Begitu juga dengan penyintas atau orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini mereka diperkenankan divaksin, dengan catatan harus menunggu tiga bulan sejak dinyatakan positif. “Makanya, sampai sekarang ada beberapa nakes yang belum disuntik,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/