alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Perbaikan CT Scan Butuh Biaya Rp 2,7 Miliar

SITUBONDO – CT Scan RSUD dr. Abdoer Rahem sejak Mei 2020 lalu sudah tidak bisa digunakan karena rusak. Nah, pihak rumah sakit sudah menghitung kebutuhan anggaran untuk perbaikan alat deteksi pembuluh darah dalam otak itu.

Sekretaris Komisi IV DPRD, H. Tolak Atin mengatakan, berdasarkan hasil rapat kerja dengan manajemen RSUD dr. Abdoer Rahem, anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikannya mencapai Rp 2,7 miliar. “Ada beberapa komponen yang perlu diperbaiki, bukan diganti. Anggarannya sudah ketemu,” jelasnya.

Dari kebutuhan anggaran tersebut, sudah tersedia keuangan sebesar Rp 2 miliar. Biaya itu bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). “Masih kurang Rp 700 juta. Kekurangannya harus dianggarkan pemerintah daerah,” imbuh politisi PKB itu.   

Baca Juga :  Tak Cukup Bukti, Tiga PSK Dipulangkan ke Rumah Asal

Tolak Atin menerangkan, Komisi IV tidak mau tahu anggarannya dari mana. Yang penting, pemerintah daerah harus menganggarkan di APBD tahun ini. ”Kami akan mendorong segera menyediakan uang dalam rangka kebutuhan observasi CT Scan,” katanya.

Jika nanti tidak dianggarkan karena alasan keuangan daerah tidak cukup, diharapkan agar melakukan kerjasama dengan pihak ketiga. Dia mengaku, sudah ada pihak luar yang bersedia memenuhi kebutuhan untuk perbaikan CT Scan.

“Bahkan pernah menawarkan. Jika sistem kerjasama, maka pemerintah daerah atau rumah sakit bisa mensubsidi karena anggarannya pasti lebih mahal. Intinya, jangan sampai tidak diperbaiki,” tambahnya.

Sementara itu, Tolak Atin mengaku, sempat beredar kabar, bahwa CT Scan yang dibeli bukan barang baru, tetapi second. Terkait hal tersebut, Komisi IV pernah mengkonfirmasi langsung ke pihak rumah sakit. “Hasil penjelasan dari direktur, ketika pengadaan ada lelang. Tiga perusahaan ikut lelang,” jelasnya.

Baca Juga :  Tidur di Tengah Sungai, ODGJ Bikin Heboh Warga Situbondo

Di pemerintah daerah juga punya tim yang kompeten dalam menilai kualitas CT Scan. Pengadannya langsung oleh perusahaan. “Sehingga kalau saya bisa menjelaskan, tidak mungkin second. Pasti barang baru,” pungkasnya. (bib/pri)

SITUBONDO – CT Scan RSUD dr. Abdoer Rahem sejak Mei 2020 lalu sudah tidak bisa digunakan karena rusak. Nah, pihak rumah sakit sudah menghitung kebutuhan anggaran untuk perbaikan alat deteksi pembuluh darah dalam otak itu.

Sekretaris Komisi IV DPRD, H. Tolak Atin mengatakan, berdasarkan hasil rapat kerja dengan manajemen RSUD dr. Abdoer Rahem, anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikannya mencapai Rp 2,7 miliar. “Ada beberapa komponen yang perlu diperbaiki, bukan diganti. Anggarannya sudah ketemu,” jelasnya.

Dari kebutuhan anggaran tersebut, sudah tersedia keuangan sebesar Rp 2 miliar. Biaya itu bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). “Masih kurang Rp 700 juta. Kekurangannya harus dianggarkan pemerintah daerah,” imbuh politisi PKB itu.   

Baca Juga :  Dinsos Ciduk 12 Gepeng dan Orgil

Tolak Atin menerangkan, Komisi IV tidak mau tahu anggarannya dari mana. Yang penting, pemerintah daerah harus menganggarkan di APBD tahun ini. ”Kami akan mendorong segera menyediakan uang dalam rangka kebutuhan observasi CT Scan,” katanya.

Jika nanti tidak dianggarkan karena alasan keuangan daerah tidak cukup, diharapkan agar melakukan kerjasama dengan pihak ketiga. Dia mengaku, sudah ada pihak luar yang bersedia memenuhi kebutuhan untuk perbaikan CT Scan.

“Bahkan pernah menawarkan. Jika sistem kerjasama, maka pemerintah daerah atau rumah sakit bisa mensubsidi karena anggarannya pasti lebih mahal. Intinya, jangan sampai tidak diperbaiki,” tambahnya.

Sementara itu, Tolak Atin mengaku, sempat beredar kabar, bahwa CT Scan yang dibeli bukan barang baru, tetapi second. Terkait hal tersebut, Komisi IV pernah mengkonfirmasi langsung ke pihak rumah sakit. “Hasil penjelasan dari direktur, ketika pengadaan ada lelang. Tiga perusahaan ikut lelang,” jelasnya.

Baca Juga :  Sang Cucu Berangkat Lebih Dulu, Kakek Protes ke Dewan

Di pemerintah daerah juga punya tim yang kompeten dalam menilai kualitas CT Scan. Pengadannya langsung oleh perusahaan. “Sehingga kalau saya bisa menjelaskan, tidak mungkin second. Pasti barang baru,” pungkasnya. (bib/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/