alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Imlek Dirayakan Sederhana, Tetap Bagikan Angpao dan Buah Jeruk

SITUBONDO – Di tengah pandemi Covid-19, warga Tionghoa di Kota Santri tetap melakukan perayaan tahun baru Imlek. Biasanya, ada acara makan bersama hingga pertunjukan Barongsai. Namun, kali ini cukup dirayakan secara sederhana.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Situbondo, Linda Indrawati, S.Pd menerangkan jika perayaan Tahun Baru Imlek kali ini dilakukan secara sederhana. Sebab, masih dalam keadaan pandemi Covid 19. Sehingga, perayaan cukup dilakukan dengan mengunjungi keluarga satu persatu.

“Sebelum pandemi, perayaan Imlek biasa dilakukan di rumah saya. Dari makan bersama dan juga pertunjukan barongsai. Untuk saat ini kami tunda dulu,” ucap Linda, Selasa (1/2) lalu.

Untuk sementara, kata Linda, perayaan dilakukan dengan cara berbeda. Meski demikian, tidak menghilangkan sisi kemanfaatan dan esensi perayaan tahun baru imlek. Misalnya, pembagian angpao. “Itu masih terus kami lakukan, namun kita lakukan bagaimana tidak terjadi kerumunan,” ungkapnya.

Menurut dia, tahun baru Imlek sejatinya bagian dari kebudayaan untuk menandai awal mula pergantian musim di Tiongkok. Yakni, dari musim semi ke musim bercocok tanam. “Saat musim dingin, warga tidak bisa melakukan aktivitas bercocok tanam. Baru setelah pergantian menuju musim panas, aktivitas bercocok tanam itu dilakukan. Tentu ini menjadi kebahagiaan masyarakat bisa beraktivitas bidang pertanian dengan hasil yang menguntungkan,” jelasnya.

Linda mengatakan, untuk mensyukuri kebahagiaan tersebut, masyarakat melakukan perayaan dengan menampilkan seni barongsai juga pembagian angpao. “Perayaan Imlek identik dengan angpao. Sejatinya bagi-bagi angpao itu ungkapan rasa syukur. Mereka yang memiliki rejeki lancar bisa berbagi. Sedangkan mereka yang kurang beruntung, dapat merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (mg1/pri)

SITUBONDO – Di tengah pandemi Covid-19, warga Tionghoa di Kota Santri tetap melakukan perayaan tahun baru Imlek. Biasanya, ada acara makan bersama hingga pertunjukan Barongsai. Namun, kali ini cukup dirayakan secara sederhana.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Situbondo, Linda Indrawati, S.Pd menerangkan jika perayaan Tahun Baru Imlek kali ini dilakukan secara sederhana. Sebab, masih dalam keadaan pandemi Covid 19. Sehingga, perayaan cukup dilakukan dengan mengunjungi keluarga satu persatu.

“Sebelum pandemi, perayaan Imlek biasa dilakukan di rumah saya. Dari makan bersama dan juga pertunjukan barongsai. Untuk saat ini kami tunda dulu,” ucap Linda, Selasa (1/2) lalu.

Untuk sementara, kata Linda, perayaan dilakukan dengan cara berbeda. Meski demikian, tidak menghilangkan sisi kemanfaatan dan esensi perayaan tahun baru imlek. Misalnya, pembagian angpao. “Itu masih terus kami lakukan, namun kita lakukan bagaimana tidak terjadi kerumunan,” ungkapnya.

Menurut dia, tahun baru Imlek sejatinya bagian dari kebudayaan untuk menandai awal mula pergantian musim di Tiongkok. Yakni, dari musim semi ke musim bercocok tanam. “Saat musim dingin, warga tidak bisa melakukan aktivitas bercocok tanam. Baru setelah pergantian menuju musim panas, aktivitas bercocok tanam itu dilakukan. Tentu ini menjadi kebahagiaan masyarakat bisa beraktivitas bidang pertanian dengan hasil yang menguntungkan,” jelasnya.

Linda mengatakan, untuk mensyukuri kebahagiaan tersebut, masyarakat melakukan perayaan dengan menampilkan seni barongsai juga pembagian angpao. “Perayaan Imlek identik dengan angpao. Sejatinya bagi-bagi angpao itu ungkapan rasa syukur. Mereka yang memiliki rejeki lancar bisa berbagi. Sedangkan mereka yang kurang beruntung, dapat merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (mg1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/