alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Satu ABK Disambar Petir yang Jatuh ke Laut Ditemukan Tak Bernyawa

BANYUPUTIH – Setelah tiga hari dilakukan proses pencarian, nelayan yang tercebur ke laut akibat tersambar petir, akhirnya ditemukan, Minggu (2/1). Korban bernama Sabar Utomo, warga Dusun Pandean, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Pria berumur 49 tahun itu ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Kepala BPBD Situbondo, Zainul Arifin mengatakan,  korban berhasil ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB, dalam keadaan mengambang. “Ditemukan di sekitar tenggelamnya korban atau di lokasi kejadian di mana korban di sambar petir,” katanya.

Setelah korban ditemukan, pihak kelurga langsung meminta kepada pihak  yang tergabung dalam TIM SAR agar korban langsung dibawa  ke rumah duka. “Tubuh korban tetap utuh, hanya saja karena sudah dua hari berada di laut, tubuh korban mengalami bengkak,” imbuh Zainul.

Baca Juga :  Dua Truk Tabrak Depan, Tiga Orang Luka-Luka

Dia menjelaskan, proses pencaharian yang dilakukan Timsar sempat diperluas hingga ke perairan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Petugas menggunakan satu unit perahu karet milik BPBD Situbondo dan satu unit perahu karet milik Basarnas dan Perahu milik  nelayan setempat. “Kita melakukan  penyisiran dari pukul 07.00 WIB, dimulai dari tempat pelelangan ikan Pandean dan kembali  pukul 11.00 WIB,” jelas Zainul.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 20 anak buah kapal (ABK) tersambar petir saat melaut dengan satu perahu jenis salerek. Ada lima nelayan meninggal. Salah satunya baru ditemukan kemarin. Ada juga tiga orang ABK yang mengalami luka-luka sehingga masih dalam perawatan, dan ada 12 orang yang selamat. (hum/pri)

Baca Juga :  Rute Jangkar – Lembar- Kupang Beroperasi September

BANYUPUTIH – Setelah tiga hari dilakukan proses pencarian, nelayan yang tercebur ke laut akibat tersambar petir, akhirnya ditemukan, Minggu (2/1). Korban bernama Sabar Utomo, warga Dusun Pandean, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Pria berumur 49 tahun itu ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Kepala BPBD Situbondo, Zainul Arifin mengatakan,  korban berhasil ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB, dalam keadaan mengambang. “Ditemukan di sekitar tenggelamnya korban atau di lokasi kejadian di mana korban di sambar petir,” katanya.

Setelah korban ditemukan, pihak kelurga langsung meminta kepada pihak  yang tergabung dalam TIM SAR agar korban langsung dibawa  ke rumah duka. “Tubuh korban tetap utuh, hanya saja karena sudah dua hari berada di laut, tubuh korban mengalami bengkak,” imbuh Zainul.

Baca Juga :  Yamaha vs Honda di Blokagung, Satu Meninggal dan Satu Gegar Otak

Dia menjelaskan, proses pencaharian yang dilakukan Timsar sempat diperluas hingga ke perairan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Petugas menggunakan satu unit perahu karet milik BPBD Situbondo dan satu unit perahu karet milik Basarnas dan Perahu milik  nelayan setempat. “Kita melakukan  penyisiran dari pukul 07.00 WIB, dimulai dari tempat pelelangan ikan Pandean dan kembali  pukul 11.00 WIB,” jelas Zainul.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 20 anak buah kapal (ABK) tersambar petir saat melaut dengan satu perahu jenis salerek. Ada lima nelayan meninggal. Salah satunya baru ditemukan kemarin. Ada juga tiga orang ABK yang mengalami luka-luka sehingga masih dalam perawatan, dan ada 12 orang yang selamat. (hum/pri)

Baca Juga :  Siapkan Trauma Healing untuk Keluarga Awak Nanggala-402

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/