alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Wah, Muncul Warung Remang-Remang Baru di Desa Demung?

BESUKI – Kekhwatarin sejumlah pihak tentang kemunculan warung remang-remang (warem) pasca dilakukan pembongkaran oleh Pemkab Situbondo beberapa waktu lalu terbukti. Belakangan, di Desa Demung, Kecamatan Besuki ditemukan warung baru yang diduga menyediakan wanita malam.

Setiawan salah seorang warga mengaku, ada dua unit warem yang kini sudah dibangun. Dia mengatakan, pemiliknya adalah pemilik warung yang dibongkar Satpol PP beberapa waktu lalu. “Kalau malam saya lihat ramai sekali,” katanya.

Lokasinya memang bukan di jalan raya pantura Desa Demung. Tetapi masih masuk ke sebuah gang arah utara. Persisinya di Dusun Semiring, Desa Demung. Jaraknya sekitar seratus meter dari jalan raya. Ada dua warung yang sudah dibangun.

Setiawan berharap agar ada ketegas dari pemerintah. Dia meminta segera ada langkah untuk mengantispasi munculnya tempat-tempat transaksi seks yang baru. “Disamping itu untuk menciptakan keadaan yang kondusif di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Setiawan juga meminta kepada pemerintah desa setempat untuk memberikan teguran. Bila perlud dikoordinasikan dengan Pemkab Situbondo untuk dilakukan penindakan. Sebab, kini sudah ada beberapa warga yang tidak menerima keberadaan warung tersebut.

“Pemerintah harus turun langsung. Jika ada aktivitas prostitusi, kami meminta agar segera ditertibkan supaya usaha penertiban beberapa waktu lalu tidak sia-sia,” terang Setiawan.  

Dia menambahkan, aktifitas prostitusi tidak hanya melanggar peraturan perundang-undangan seperti yang diterangkan dalam Pasal 296 KUHP. Akan tetapi bertentangan dengan kaidah-kaidah agama. “Juga berpotensi membuat keresahan masyarakat,” ujar Setiawan.

Pemilik warung, Ibu Rupa mengaku berasal dari Kraksan, Probolinggo. Dia tidak menampik kalau dirinya pindah dari warungnya yang lama di jalur pantura. Akan tetapi tanah tersebut sudah dibelinya.

Dia juga mengaku memiliki seorang pekerja yang siap memberikan pelayanan di warungnya. Peremuan tersebut bernama Ella, 30 asal Mojokerto. “Tapi dia hanya bekerja biasa, bukan yang lain-lain,” katannya saat ditanya aktifitas pekerja perempuannya itu.

Perempuan 40 tahun itu membantah kalau warungnya dijadikan sebagai tempat prostitusi. Ibu Rupa mengatakan hanya sebagai tempat berjualan biasa.

BESUKI – Kekhwatarin sejumlah pihak tentang kemunculan warung remang-remang (warem) pasca dilakukan pembongkaran oleh Pemkab Situbondo beberapa waktu lalu terbukti. Belakangan, di Desa Demung, Kecamatan Besuki ditemukan warung baru yang diduga menyediakan wanita malam.

Setiawan salah seorang warga mengaku, ada dua unit warem yang kini sudah dibangun. Dia mengatakan, pemiliknya adalah pemilik warung yang dibongkar Satpol PP beberapa waktu lalu. “Kalau malam saya lihat ramai sekali,” katanya.

Lokasinya memang bukan di jalan raya pantura Desa Demung. Tetapi masih masuk ke sebuah gang arah utara. Persisinya di Dusun Semiring, Desa Demung. Jaraknya sekitar seratus meter dari jalan raya. Ada dua warung yang sudah dibangun.

Setiawan berharap agar ada ketegas dari pemerintah. Dia meminta segera ada langkah untuk mengantispasi munculnya tempat-tempat transaksi seks yang baru. “Disamping itu untuk menciptakan keadaan yang kondusif di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Setiawan juga meminta kepada pemerintah desa setempat untuk memberikan teguran. Bila perlud dikoordinasikan dengan Pemkab Situbondo untuk dilakukan penindakan. Sebab, kini sudah ada beberapa warga yang tidak menerima keberadaan warung tersebut.

“Pemerintah harus turun langsung. Jika ada aktivitas prostitusi, kami meminta agar segera ditertibkan supaya usaha penertiban beberapa waktu lalu tidak sia-sia,” terang Setiawan.  

Dia menambahkan, aktifitas prostitusi tidak hanya melanggar peraturan perundang-undangan seperti yang diterangkan dalam Pasal 296 KUHP. Akan tetapi bertentangan dengan kaidah-kaidah agama. “Juga berpotensi membuat keresahan masyarakat,” ujar Setiawan.

Pemilik warung, Ibu Rupa mengaku berasal dari Kraksan, Probolinggo. Dia tidak menampik kalau dirinya pindah dari warungnya yang lama di jalur pantura. Akan tetapi tanah tersebut sudah dibelinya.

Dia juga mengaku memiliki seorang pekerja yang siap memberikan pelayanan di warungnya. Peremuan tersebut bernama Ella, 30 asal Mojokerto. “Tapi dia hanya bekerja biasa, bukan yang lain-lain,” katannya saat ditanya aktifitas pekerja perempuannya itu.

Perempuan 40 tahun itu membantah kalau warungnya dijadikan sebagai tempat prostitusi. Ibu Rupa mengatakan hanya sebagai tempat berjualan biasa.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/