alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Langgar Kode Etik, Bripka IDR Dipecat Tidak Hormat

SITUBONDO – Polres Situbondo akhirnya mengambil sikap tegas terhadap Bripka IDR, Rabu (1/12). Oknum polisi tersebut dipecat dengan tidak hormat melalui sidang komisi kode etik.

Bripka IDR terbukti melakukan sejumlah pelanggaran. Di antaranya, mencemarkan nama baik kepolisian dengan cara meminta-minta uang terhadap warga. Paling parah terlibat dalam kasus narkoba dan tercatat selama 330 hari tidak masuk dinas.

Kasi Propam Polres Situbondo, Ipda Harsono mengatakan, Bripka IDR sudah terlalu banyak mengantongi Keterangan Hukuman Disiplin (KHD). Bahkan, sudah delapan kali disidang. Kasusnya berputar-putar di kasus narkoba, disersi dan keluarga. “Sehingga pada sidang yang dilakukan di aula Mapolres, dia diberhentikan secara tidak hormat. Secara SOP kita masih menunggu, karena proses pemecatan tersebut dari bapak Kapolri,” ujar Harsono.

Harsono menyebutkan, pelanggaran lain yang dilakukan Bripka IDR adalah tindak pidana penganiayaan. Sering mendatangi banyak warung makan di Kabupaten Situbondo, serta mengisi bensin di salah satu SPBU, semuanya tanpa membayar. Cukup mengatakan dirinya seorang anggota kepolisian. Bahkan, Bripka IDR juga kerap masuk ke tempat postitusi, meminta jatah.

Mengenai sanksi terhadap dugaan tindak pidana Bripka IDR tersebut, Harsono menyerahkan kepada Reskrim  untuk dilakukan penyelidikan. Ini untuk mengetahui ada-tidaknya perbuatan pidana. “Mengenai kasus (pidana) yang umum, kan urusan Reskrim, sedangkan untuk yang internal adalah urusan kami sebagai propam,” cetus Harsono.

Hingga saat ini, Bripka IDR masih belum dijerat dengan UU tindak pidana. Untuk memproses polisi menunggu laporan dari beberapa korban yang pernah dirugikan. “Mengenai prosesnya masih panjang, nanti bisa jadi yang bersangkutan akan mendapatkan kurungan penjara,” pungkas Harsono. (hum/pri)

SITUBONDO – Polres Situbondo akhirnya mengambil sikap tegas terhadap Bripka IDR, Rabu (1/12). Oknum polisi tersebut dipecat dengan tidak hormat melalui sidang komisi kode etik.

Bripka IDR terbukti melakukan sejumlah pelanggaran. Di antaranya, mencemarkan nama baik kepolisian dengan cara meminta-minta uang terhadap warga. Paling parah terlibat dalam kasus narkoba dan tercatat selama 330 hari tidak masuk dinas.

Kasi Propam Polres Situbondo, Ipda Harsono mengatakan, Bripka IDR sudah terlalu banyak mengantongi Keterangan Hukuman Disiplin (KHD). Bahkan, sudah delapan kali disidang. Kasusnya berputar-putar di kasus narkoba, disersi dan keluarga. “Sehingga pada sidang yang dilakukan di aula Mapolres, dia diberhentikan secara tidak hormat. Secara SOP kita masih menunggu, karena proses pemecatan tersebut dari bapak Kapolri,” ujar Harsono.

Harsono menyebutkan, pelanggaran lain yang dilakukan Bripka IDR adalah tindak pidana penganiayaan. Sering mendatangi banyak warung makan di Kabupaten Situbondo, serta mengisi bensin di salah satu SPBU, semuanya tanpa membayar. Cukup mengatakan dirinya seorang anggota kepolisian. Bahkan, Bripka IDR juga kerap masuk ke tempat postitusi, meminta jatah.

Mengenai sanksi terhadap dugaan tindak pidana Bripka IDR tersebut, Harsono menyerahkan kepada Reskrim  untuk dilakukan penyelidikan. Ini untuk mengetahui ada-tidaknya perbuatan pidana. “Mengenai kasus (pidana) yang umum, kan urusan Reskrim, sedangkan untuk yang internal adalah urusan kami sebagai propam,” cetus Harsono.

Hingga saat ini, Bripka IDR masih belum dijerat dengan UU tindak pidana. Untuk memproses polisi menunggu laporan dari beberapa korban yang pernah dirugikan. “Mengenai prosesnya masih panjang, nanti bisa jadi yang bersangkutan akan mendapatkan kurungan penjara,” pungkas Harsono. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/