alexametrics
23.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

24.563 Petani Mulai Terima Pupuk Urea Gratis

BANYUGLUGUR – Pendistribusian Pupuk Urea Gratis mulai dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten, sejak Rabu (1/12). Setidaknya ada 24.563 petani se-Situbondo penerima bantuan yang dianggarkan di APBD 2021 ini. Mereka tergabung dalam 646 kelompok tani. 

Pendistribusian Pupuk Urea gratis di hari pertama menyasar 677 petani yang ada di empat desa, Kecamatan Banyuglugur. Yakni Tepos, Kalisari, Selobanteng, Banyuglugur dan Talempong. Untuk kepentingan pendistribusian ini, Bupati Situbondo, Karna Suswandi turun langsung. Dia menegaskan jika pupuk gratis tersebut tidak ada pungutan apa pun.

“Kalau sampai ada pungutan, laporkan saja. Sama halnya dengan pupuk bersubsidi. Jangan sampai pupuk bersubsidi diperjualbelikan bebas. Saya akan perkarakan. Kasihan petani karena harga pupuk sangat mahal,” pesan Bupati yang akrab disapa Bung Karna tersebut.

Bupati menegaskan, petani saat ini sangat membutuhkan pupuk urea. Sebab, harganya terus mengalami kenaikan. Bahkan, yang terbaru harganya hampir menyentuh Rp 1 juta perkuintal. “Saya tahu petani menjerit dengan harga pupuk saat ini. Makanya, Pemkab hadir dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp13,5 miliar untuk membeli pupuk dan diberikan kepada petani secara Cuma-cuma,” imbuhnya.

Bupati merinci, anggaran sebesar Rp 13,5 miliar tersebut setara dengan 1.228 ton Pupuk Urea, yang harganya 9.475 per kilogram. Pupuk tersebut diberikan secara gratis pada 24.563 petani yang tergabung ke dalam 646 kelompok tani. Bagi yang belum mendapatkan pupuk gratis periode saat ini, Bupati meminta untuk bersabar. Sebab, dipastikan akan dianggarkan dio APBD 2022.

Sementara itu, Sadin Siswanto, salah seorang penerima pupuk gratis asal warga Dusun Suren, Desa Tepos, Kecamatan Banyuglugur bersyukur bisa mendapatkan bantuan tersebut. Kata dia, baru kali ini dirinya mendapatkan bantuan pupuk gratis dari pemerintah daerah. “Saya senang bisa mendapatkan pupuk gratis sebanyak 50 kilogram,” ujarnya, menunggu antrian pembagian pupuk gratis.

Sadin merupakan anggota kelompok tani Bhakti Jaya di Desa Tepos. Dia memiliki lahan pertanian tak lebih dari satu hektar.  “Setiap musim tanam, saya membutuhkan 80 kilogram pupuk. Jadi bantuan pemerintah ini sangat membantu kita,” pungkasnya. (jon/pri)

BANYUGLUGUR – Pendistribusian Pupuk Urea Gratis mulai dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten, sejak Rabu (1/12). Setidaknya ada 24.563 petani se-Situbondo penerima bantuan yang dianggarkan di APBD 2021 ini. Mereka tergabung dalam 646 kelompok tani. 

Pendistribusian Pupuk Urea gratis di hari pertama menyasar 677 petani yang ada di empat desa, Kecamatan Banyuglugur. Yakni Tepos, Kalisari, Selobanteng, Banyuglugur dan Talempong. Untuk kepentingan pendistribusian ini, Bupati Situbondo, Karna Suswandi turun langsung. Dia menegaskan jika pupuk gratis tersebut tidak ada pungutan apa pun.

“Kalau sampai ada pungutan, laporkan saja. Sama halnya dengan pupuk bersubsidi. Jangan sampai pupuk bersubsidi diperjualbelikan bebas. Saya akan perkarakan. Kasihan petani karena harga pupuk sangat mahal,” pesan Bupati yang akrab disapa Bung Karna tersebut.

Bupati menegaskan, petani saat ini sangat membutuhkan pupuk urea. Sebab, harganya terus mengalami kenaikan. Bahkan, yang terbaru harganya hampir menyentuh Rp 1 juta perkuintal. “Saya tahu petani menjerit dengan harga pupuk saat ini. Makanya, Pemkab hadir dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp13,5 miliar untuk membeli pupuk dan diberikan kepada petani secara Cuma-cuma,” imbuhnya.

Bupati merinci, anggaran sebesar Rp 13,5 miliar tersebut setara dengan 1.228 ton Pupuk Urea, yang harganya 9.475 per kilogram. Pupuk tersebut diberikan secara gratis pada 24.563 petani yang tergabung ke dalam 646 kelompok tani. Bagi yang belum mendapatkan pupuk gratis periode saat ini, Bupati meminta untuk bersabar. Sebab, dipastikan akan dianggarkan dio APBD 2022.

Sementara itu, Sadin Siswanto, salah seorang penerima pupuk gratis asal warga Dusun Suren, Desa Tepos, Kecamatan Banyuglugur bersyukur bisa mendapatkan bantuan tersebut. Kata dia, baru kali ini dirinya mendapatkan bantuan pupuk gratis dari pemerintah daerah. “Saya senang bisa mendapatkan pupuk gratis sebanyak 50 kilogram,” ujarnya, menunggu antrian pembagian pupuk gratis.

Sadin merupakan anggota kelompok tani Bhakti Jaya di Desa Tepos. Dia memiliki lahan pertanian tak lebih dari satu hektar.  “Setiap musim tanam, saya membutuhkan 80 kilogram pupuk. Jadi bantuan pemerintah ini sangat membantu kita,” pungkasnya. (jon/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/