alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Hujan Terus Menerus, Dinkes Mulai Antisipasi Demam Berdarah

SITUBONDO – Masyarakat harus mulai mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aeghipty itu sangat penularannya jika tidak segera dilakukan langkah pencegahan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, Abu Bakar Abdi menerangkan, dengan masuknya musim penghujan, perkembangan nyamuk otomatis lebih cepat. “Kalau tidak memahami cara pencegahannya, maka bisa terjangkit demam berdarah,” katanya.

Dia menambahkan, masyarakat harus tahu gejala-gejala dari penyakit ini. Salah satunya adalah demam. Karena itu, jika ada anak kecil yang mengalami demam tinggi, agar segera diperiksa ke petugas kesehatan. “Itu bisa sebagai gejala awal DBD,” tambah Abu Bakar.  

Tetapi yang tidak kalah penting dalam mengantisipasi DBD adalah menjaga kebersihan lingkungan. Inilah hal utama yang harus dilakukan oleh masyarakat. Salah satu caranya dengan menjalankan 3M. Yaitu, menutup, menguras, dan mengubur potensi sarang nyamuk.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 di RS Dr Abdoer Rahem Dihentikan Selama Ramadan

Abu Bakar menambahkan, jika penularan DBD sudah meluas, maka akan lebih sulit mencegahnya. Dia menerangkan, untuk memutus mata rantai penyebarannya tidak cukup dengan pembasmian nyamuk. Tetapi harus membasmi jentiknya terlebih dahulu adalah.

“Oleh karena itu, fokus petugas kesehatan adalah pembasmian jentik. Kalau jentik yang dibasmi, tidak mungkin jadi nyamuk,” terang Abu Bakar.

Sedangkan untuk fogging atau pengasapan, Abu Bakar mengaku sebagai jalan terakhir karena banyaknya permintaan dari masyarakat. Cara ini sebenarnya tidak terlalu efektif karena tidak sampai membasmi jentik. ”Fogging ini sifatnya menunggu, kalau ada permintaan dari masyarakat,” kata Abu Bakar.

Pada tahun sebelumnya, Abu Bakar mengaku, masing-masing puskesmas sudah inovasi dalam membasmi jentik. Misalnya ada yang memiliki gerakan ”om DBD om”. Ada juga pemberian abate ke pasar-pasar, hingga gerakan libas jentik (gelitik).

Baca Juga :  Ketua Triathlon Lari dari Banyuwangi-Jakarta, Pingsan di Dusun Gundil

SITUBONDO – Masyarakat harus mulai mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aeghipty itu sangat penularannya jika tidak segera dilakukan langkah pencegahan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, Abu Bakar Abdi menerangkan, dengan masuknya musim penghujan, perkembangan nyamuk otomatis lebih cepat. “Kalau tidak memahami cara pencegahannya, maka bisa terjangkit demam berdarah,” katanya.

Dia menambahkan, masyarakat harus tahu gejala-gejala dari penyakit ini. Salah satunya adalah demam. Karena itu, jika ada anak kecil yang mengalami demam tinggi, agar segera diperiksa ke petugas kesehatan. “Itu bisa sebagai gejala awal DBD,” tambah Abu Bakar.  

Tetapi yang tidak kalah penting dalam mengantisipasi DBD adalah menjaga kebersihan lingkungan. Inilah hal utama yang harus dilakukan oleh masyarakat. Salah satu caranya dengan menjalankan 3M. Yaitu, menutup, menguras, dan mengubur potensi sarang nyamuk.

Baca Juga :  Bakesbangpol Sosilasasikan Wawasan Kebangsaan

Abu Bakar menambahkan, jika penularan DBD sudah meluas, maka akan lebih sulit mencegahnya. Dia menerangkan, untuk memutus mata rantai penyebarannya tidak cukup dengan pembasmian nyamuk. Tetapi harus membasmi jentiknya terlebih dahulu adalah.

“Oleh karena itu, fokus petugas kesehatan adalah pembasmian jentik. Kalau jentik yang dibasmi, tidak mungkin jadi nyamuk,” terang Abu Bakar.

Sedangkan untuk fogging atau pengasapan, Abu Bakar mengaku sebagai jalan terakhir karena banyaknya permintaan dari masyarakat. Cara ini sebenarnya tidak terlalu efektif karena tidak sampai membasmi jentik. ”Fogging ini sifatnya menunggu, kalau ada permintaan dari masyarakat,” kata Abu Bakar.

Pada tahun sebelumnya, Abu Bakar mengaku, masing-masing puskesmas sudah inovasi dalam membasmi jentik. Misalnya ada yang memiliki gerakan ”om DBD om”. Ada juga pemberian abate ke pasar-pasar, hingga gerakan libas jentik (gelitik).

Baca Juga :  Sungai Deluwang Terus Dipantau, Khawatir Meluap dan Terjadi Banjir

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/