alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Kebakaran Tumpukan Kayu Hebohkan Warga Curah Jeru

RadarBanyuwangi.id – Warga Kecamatan Panji dihebohkan dengan kobaran api di lahan kosong Desa Curah Jeru, kemarin (2/7). Pertama kali si jago merah terlihat oleh oleh salah seorang warga yang tinggal  di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Puriyono, peristiwa kebakaran bermula saat sejumlah warga mengadakan acara bersih-bersih di lahan tersebut pada 01 Agustus lalu. Sejumlah kayu yang  sebelumnya ada di sebelah barat dipindah ke timur.

“Kayu-kayu yang sudah tidak layak pakai lantas dibakar. Setelah yakin api padam, warga yang bersih-bersih pergi dari lokasi. Mereka berencana kembali ke lokasi esok harinya untuk melanjutkan bersih-bersih,” ucapnya.

Namun karena ada kegiatan mendadak, warga tidak jadi kembali ke tempat kejadian perkara (TKP). “Dan sekitar pukul 09.30, tumpukan kayu di lokasi tiba-tiba terbakar. Warga sekitar pun heboh dan berteriak minta tolong,” jelasnya.

Tak berselang lama, belasan warga lainnya datang ke TKP. Mereka lantas bahu membahu memadamkan api dengan alat seadanya. “Tak berselang lama, dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) tiba di lokasi. Petugas lantas menyemprotkan air ke titik-titik api,” ungkapnya.

Proses pemadaman memakan waktu sekitar satu setengah jam. Si jago merah berhasil ditaklukkan sekitar pukul 11.00.

“Untuk penyebab kebakaran, diduga akibat sisa api waktu bersih-bersih sehari sebelumnya. Warga kemungkinan tidak sadar masih ada api yang tersisa. Sehingga api semakin membesar dan membakar tumpukan kayu yang ada di lokasi,” ujarnya. (zul)

RadarBanyuwangi.id – Warga Kecamatan Panji dihebohkan dengan kobaran api di lahan kosong Desa Curah Jeru, kemarin (2/7). Pertama kali si jago merah terlihat oleh oleh salah seorang warga yang tinggal  di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Puriyono, peristiwa kebakaran bermula saat sejumlah warga mengadakan acara bersih-bersih di lahan tersebut pada 01 Agustus lalu. Sejumlah kayu yang  sebelumnya ada di sebelah barat dipindah ke timur.

“Kayu-kayu yang sudah tidak layak pakai lantas dibakar. Setelah yakin api padam, warga yang bersih-bersih pergi dari lokasi. Mereka berencana kembali ke lokasi esok harinya untuk melanjutkan bersih-bersih,” ucapnya.

Namun karena ada kegiatan mendadak, warga tidak jadi kembali ke tempat kejadian perkara (TKP). “Dan sekitar pukul 09.30, tumpukan kayu di lokasi tiba-tiba terbakar. Warga sekitar pun heboh dan berteriak minta tolong,” jelasnya.

Tak berselang lama, belasan warga lainnya datang ke TKP. Mereka lantas bahu membahu memadamkan api dengan alat seadanya. “Tak berselang lama, dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) tiba di lokasi. Petugas lantas menyemprotkan air ke titik-titik api,” ungkapnya.

Proses pemadaman memakan waktu sekitar satu setengah jam. Si jago merah berhasil ditaklukkan sekitar pukul 11.00.

“Untuk penyebab kebakaran, diduga akibat sisa api waktu bersih-bersih sehari sebelumnya. Warga kemungkinan tidak sadar masih ada api yang tersisa. Sehingga api semakin membesar dan membakar tumpukan kayu yang ada di lokasi,” ujarnya. (zul)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/