alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Warung Di Pinggir Pantai Terbakar, Enam Sepeda Motor Ikut Hangus

BANYUPUTIH, Jawa Pos Radar Situbondo – Warung makan milik Siswadi warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, hangus terbakar, Jumat (1/7). Tidak hanya itu, enam sepeda motor milik nelayan yang dititipkan di tempat tersebut, juga hangus  dilahap si jago merah.

Koodinator Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Waktu itu, keadaan masih sangat sepi. Bahkan korban sekali pun belum datang. “Api diketahui pertama kali oleh salah satu warga yang kebetulan lewat di pinggir pantai. Salah satu warga itulah yang berteriak minta tolong untuk memadamkan api,” ujar Puriyono.

Menurutnya, warga yang ikut serta memadamkan api kebanyakan dari pengendara motor yang melintas. Puluhan orang yang memadamkan bahu membahu menggunakan peralatan seadanya. Sayangnya, tak ada satu pun dari warga yang kepikiran untuk menghubungi petugas Damkar. “Api sudah terlalu besar, warga sulit untuk memadamkan. Akibatnya, bangunan warung yang terbuat dari kayu itu tak tersisa sedikit pun,” imbuh Puriyono.

Baca Juga :  Kapolres Jamin Penuntasan Proses Hukum, Dewan Panggil Instansi Terkait

Dalam insiden tersebut, tidak ada satu pun korban luka maupun korban jiwa. Hanya saja, enam sepeda motor, beserta dua unit mesin perahu milik nelayan yang dititipkan di dalam warung, ikut terbakar. “Informasi dari sejumlah warga, warung milik Siswandi memang sering dijadikan tempat penitipan. Jadi nelayan yang mau mencari ikan menitipkan sepeda motornya di warung tersebut. Dan pemilik sepeda juga belum mengetahui kalau sepedanya sudah ludes, soalnya masih mencari ikan ke tengah laut,” ujar Puriyono.

Kata dia, penyebab terjadinya kebakaran belum diketahui secara pasti. Masih dalam tahap penyelidikan kepolisian. Untuk sementara, BPBD belum bisa memberikan komentar. Untuk taksiran kerugian yang dialami pemilik warung cukup besar. “berdasarkan Assesmen kaji cepat yang sudah kami lakukan, kerugian ditaksir kurang lebih Rp. 60 juta,” pungkas Puriyono (hum/pri)

Baca Juga :  Telat Angkat Sayur Lodeh dari Kompor Gas, Warung Terbakar

BANYUPUTIH, Jawa Pos Radar Situbondo – Warung makan milik Siswadi warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, hangus terbakar, Jumat (1/7). Tidak hanya itu, enam sepeda motor milik nelayan yang dititipkan di tempat tersebut, juga hangus  dilahap si jago merah.

Koodinator Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Waktu itu, keadaan masih sangat sepi. Bahkan korban sekali pun belum datang. “Api diketahui pertama kali oleh salah satu warga yang kebetulan lewat di pinggir pantai. Salah satu warga itulah yang berteriak minta tolong untuk memadamkan api,” ujar Puriyono.

Menurutnya, warga yang ikut serta memadamkan api kebanyakan dari pengendara motor yang melintas. Puluhan orang yang memadamkan bahu membahu menggunakan peralatan seadanya. Sayangnya, tak ada satu pun dari warga yang kepikiran untuk menghubungi petugas Damkar. “Api sudah terlalu besar, warga sulit untuk memadamkan. Akibatnya, bangunan warung yang terbuat dari kayu itu tak tersisa sedikit pun,” imbuh Puriyono.

Baca Juga :  24.563 Petani Mulai Terima Pupuk Urea Gratis

Dalam insiden tersebut, tidak ada satu pun korban luka maupun korban jiwa. Hanya saja, enam sepeda motor, beserta dua unit mesin perahu milik nelayan yang dititipkan di dalam warung, ikut terbakar. “Informasi dari sejumlah warga, warung milik Siswandi memang sering dijadikan tempat penitipan. Jadi nelayan yang mau mencari ikan menitipkan sepeda motornya di warung tersebut. Dan pemilik sepeda juga belum mengetahui kalau sepedanya sudah ludes, soalnya masih mencari ikan ke tengah laut,” ujar Puriyono.

Kata dia, penyebab terjadinya kebakaran belum diketahui secara pasti. Masih dalam tahap penyelidikan kepolisian. Untuk sementara, BPBD belum bisa memberikan komentar. Untuk taksiran kerugian yang dialami pemilik warung cukup besar. “berdasarkan Assesmen kaji cepat yang sudah kami lakukan, kerugian ditaksir kurang lebih Rp. 60 juta,” pungkas Puriyono (hum/pri)

Baca Juga :  Rutin Berbagi kepada Anak Yatim dan Dhuafa

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/