alexametrics
25 C
Banyuwangi
Saturday, June 25, 2022

Delapan Ekor Kambing Mati Mendadak

PANARUKAN, Radar Situbondo – Delapan ekor kambing milik Angsarullah, warga Desa Kiliensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, mati secara bersamaan, Selasa (31/5) malam. Khawatir berdampak terhadap kambing lainnya yang masih hidup, kambing yang mati secepatnya dikubur.

Angsarullah mengatakan, kambing yang dipeliharanya berjumlah puluhan. Kondisinya sehat. Namun yang mengejutkan, meski dalam kondisi sehat, secara tiba-tiba ditemukan sudah dalam keadaan meninggal di dalam kandang. “Awal mula anak saya yang tahu kalau banyak kambing yang mati. Baru kemudian saya mengecek langsung, apakah benar kalau yang mati banyak,” ucap Pria 55 tahun itu, Rabu (1/6) kemarin.

Kata dia, puluhan kambing yang dipeliharanya tidak pernah muncul tanda-tanda atau gejala yang aneh. Kondisinya benar-benar terpantau sehat. “Sebelum mati semua kambing saya beri makan, dan tidak ada yang terlihat sakit. Seperti diam tidak mau makan. Malah makannya lahap semua,” ungkapnya.

MATI MASSAL: Sejumlah kambing milik Angsarullah, warga Desa Kiliensari, Kecamatan Panarukan tiba-tiba mati di dalam kandangnya, Selasa malam (31/5). (Iwan Feriyanto/Radar Situbondo)

Angsarullah menjelaskan, kambing meninggal saat dalam kondisi makan, tiba-tiba langsung jatuh disertai kejang-kejang. Beberapa saat kemudian sudah tidak bisa diselamatkan. “Awalnya lima ekor yang tiba-tiba diketahui mati. Kemudian, tidak sampai satu jam, tiga ekor kambing lain juga mati. Yaitu, sebelum mati tiba-tiba jatuh dan kejang-kejang,” jelasnya.

Pria yang setiap harinya bekerja di sawah itu mengaku, delapan ekor kambing yang mati segera dikuburkan. Tujuannya agar tidak mengakibatkan hewan peliharaannya yang lain ikut kehilangan nyawa. “Intinya kambing yang meninggal langsung dikubur,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Kholil mengatakan, dugaan sementara penyebab kambing milik warga tiba-tiba meninggal karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung air. Sehingga menyebabkan pencernaannya tidak maksimal. “Makanan untuk hewan ternak yang terlalu banyak mengandung air itulah yang menyebabkan kambing meninggal. Karena proses pencernaannya terganggu, menutup salur pernafasan, sehingga udara tidak bisa keluar,” ucapnya.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup itu mengatakan, pemilik ternak memberikan pakan dari sayuran kangkung. Sedangkan kangkung tumbuh di air dan otomatis banyak kandungan airnya. “Kangkung tidak beracun, hanya saja kandungan airnya yang terlalu banyak. Sebenarnya digunakan untuk pakan ternak itu tidak bagus,” pungkasnya. (wan/pri)

PANARUKAN, Radar Situbondo – Delapan ekor kambing milik Angsarullah, warga Desa Kiliensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, mati secara bersamaan, Selasa (31/5) malam. Khawatir berdampak terhadap kambing lainnya yang masih hidup, kambing yang mati secepatnya dikubur.

Angsarullah mengatakan, kambing yang dipeliharanya berjumlah puluhan. Kondisinya sehat. Namun yang mengejutkan, meski dalam kondisi sehat, secara tiba-tiba ditemukan sudah dalam keadaan meninggal di dalam kandang. “Awal mula anak saya yang tahu kalau banyak kambing yang mati. Baru kemudian saya mengecek langsung, apakah benar kalau yang mati banyak,” ucap Pria 55 tahun itu, Rabu (1/6) kemarin.

Kata dia, puluhan kambing yang dipeliharanya tidak pernah muncul tanda-tanda atau gejala yang aneh. Kondisinya benar-benar terpantau sehat. “Sebelum mati semua kambing saya beri makan, dan tidak ada yang terlihat sakit. Seperti diam tidak mau makan. Malah makannya lahap semua,” ungkapnya.

MATI MASSAL: Sejumlah kambing milik Angsarullah, warga Desa Kiliensari, Kecamatan Panarukan tiba-tiba mati di dalam kandangnya, Selasa malam (31/5). (Iwan Feriyanto/Radar Situbondo)

Angsarullah menjelaskan, kambing meninggal saat dalam kondisi makan, tiba-tiba langsung jatuh disertai kejang-kejang. Beberapa saat kemudian sudah tidak bisa diselamatkan. “Awalnya lima ekor yang tiba-tiba diketahui mati. Kemudian, tidak sampai satu jam, tiga ekor kambing lain juga mati. Yaitu, sebelum mati tiba-tiba jatuh dan kejang-kejang,” jelasnya.

Pria yang setiap harinya bekerja di sawah itu mengaku, delapan ekor kambing yang mati segera dikuburkan. Tujuannya agar tidak mengakibatkan hewan peliharaannya yang lain ikut kehilangan nyawa. “Intinya kambing yang meninggal langsung dikubur,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Kholil mengatakan, dugaan sementara penyebab kambing milik warga tiba-tiba meninggal karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung air. Sehingga menyebabkan pencernaannya tidak maksimal. “Makanan untuk hewan ternak yang terlalu banyak mengandung air itulah yang menyebabkan kambing meninggal. Karena proses pencernaannya terganggu, menutup salur pernafasan, sehingga udara tidak bisa keluar,” ucapnya.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup itu mengatakan, pemilik ternak memberikan pakan dari sayuran kangkung. Sedangkan kangkung tumbuh di air dan otomatis banyak kandungan airnya. “Kangkung tidak beracun, hanya saja kandungan airnya yang terlalu banyak. Sebenarnya digunakan untuk pakan ternak itu tidak bagus,” pungkasnya. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/