alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Pemkab Situbondo Peringati Maulid Nabi Secara Virtual

JawaPos.com – Tidak ada perkumpulan massa pada peringatan Maulid Nabi Muhammad oleh Pemkab Situbondo di pendapa, Jum’at malam (30/10). Jamaah yang datang dari masyarakat umum hanya puluhan orang saja. Ditambah para kepala OPD dan beberapa pejabat.

Peringatan Maulid di tengah pandemi memang tidak dilaksanakan seperti biasa. Yaitu digelar secara virtual. Hal ini berbeda  dengan Maulid tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan di alun-alun dan didatangi ribuan jamaah.

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto mengatakan, maulid virtual di pendapa diikuti masyarakat di kantor-kantor kecamatan. Pemerintah kecamatan telah mengkoordinir warganya dengan membatasi jumlah jamaah. “Sebagai simbol tradisi, tetap kita laksanakan dengan memberikan edukasi, bahwa protokol kesehatan tetap dipatuhi,” jelasnya.

Dadang menerangkan,peringatan Maulid Nabi sudah menjadi tradisi yang mengakar di masyarakat Situbondo. Kemudian, lima tahun terakhir ini, pemerintah daerah menjadikannya sebagai agenda tahunan. “Sehingga menjadi kebudayaan lokal yang selalu ditunggu-tunggu,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah tidak ingin meniadakan peringatan maulid begitu saja. Sehingga diputuskan untuk diselenggarakan secara online. “Kita siarkan langsung melalui chanel-chanel yang dipersiapkan di seluruh kecamatan. Tradisi tetap jalan, tapi kita juga menjaga suapaya tidak menimbulkan klaster baru penularan Covid-19,” tambah Dadang.

Meski dilaksanakan secara virtual, bupati dua periode itu berpendapat, substansi dari peringatan kelahiran Nabi Muhammad itu, tidak akan hilang. Yaitu menjadi sarana penguatan sambungan dengan baginda nabi. “Secara rasa bisa saja berbeda dengan langsung dan tidak langsung. Tapi, setidaknya telah berbuat sehingga masyarakat ada jalur alternatif dibanding mentiadakan sama sekali,” pungkasnya.

Dalam Peringatan Mualid secara virtual, tampak hadir juga jajaran Forkopimda; Ketua MUI Situbondo, KH. Syaiful Muhyi; Rais Syuriyah PCNU, KH. Zakki Abdullah, serta masyaikh lainnya. Seperti KH. Faqih Ali, KH. Zainuri Sofyan, KH. Moh Tamim Sofyan, dan lain sebagainya.  

KH. Moh. Tamim Sofyan dalam ceramahnya menyampaikan, hakekat peringatan Maulid Nabi Muhammad untuk mendekatkan diri kepada Sang Khaliq melalui baginda nabi. Dengan memperingati kelahirannya, berarti telah mencintainya. “Untuk itu, mari kita terus berselawat agar mendapatkan ridha Allah SWT,” pesannya.

JawaPos.com – Tidak ada perkumpulan massa pada peringatan Maulid Nabi Muhammad oleh Pemkab Situbondo di pendapa, Jum’at malam (30/10). Jamaah yang datang dari masyarakat umum hanya puluhan orang saja. Ditambah para kepala OPD dan beberapa pejabat.

Peringatan Maulid di tengah pandemi memang tidak dilaksanakan seperti biasa. Yaitu digelar secara virtual. Hal ini berbeda  dengan Maulid tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan di alun-alun dan didatangi ribuan jamaah.

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto mengatakan, maulid virtual di pendapa diikuti masyarakat di kantor-kantor kecamatan. Pemerintah kecamatan telah mengkoordinir warganya dengan membatasi jumlah jamaah. “Sebagai simbol tradisi, tetap kita laksanakan dengan memberikan edukasi, bahwa protokol kesehatan tetap dipatuhi,” jelasnya.

Dadang menerangkan,peringatan Maulid Nabi sudah menjadi tradisi yang mengakar di masyarakat Situbondo. Kemudian, lima tahun terakhir ini, pemerintah daerah menjadikannya sebagai agenda tahunan. “Sehingga menjadi kebudayaan lokal yang selalu ditunggu-tunggu,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah tidak ingin meniadakan peringatan maulid begitu saja. Sehingga diputuskan untuk diselenggarakan secara online. “Kita siarkan langsung melalui chanel-chanel yang dipersiapkan di seluruh kecamatan. Tradisi tetap jalan, tapi kita juga menjaga suapaya tidak menimbulkan klaster baru penularan Covid-19,” tambah Dadang.

Meski dilaksanakan secara virtual, bupati dua periode itu berpendapat, substansi dari peringatan kelahiran Nabi Muhammad itu, tidak akan hilang. Yaitu menjadi sarana penguatan sambungan dengan baginda nabi. “Secara rasa bisa saja berbeda dengan langsung dan tidak langsung. Tapi, setidaknya telah berbuat sehingga masyarakat ada jalur alternatif dibanding mentiadakan sama sekali,” pungkasnya.

Dalam Peringatan Mualid secara virtual, tampak hadir juga jajaran Forkopimda; Ketua MUI Situbondo, KH. Syaiful Muhyi; Rais Syuriyah PCNU, KH. Zakki Abdullah, serta masyaikh lainnya. Seperti KH. Faqih Ali, KH. Zainuri Sofyan, KH. Moh Tamim Sofyan, dan lain sebagainya.  

KH. Moh. Tamim Sofyan dalam ceramahnya menyampaikan, hakekat peringatan Maulid Nabi Muhammad untuk mendekatkan diri kepada Sang Khaliq melalui baginda nabi. Dengan memperingati kelahirannya, berarti telah mencintainya. “Untuk itu, mari kita terus berselawat agar mendapatkan ridha Allah SWT,” pesannya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/