alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Penyandang Disabilitas Masih Ada yang Takut Divaksin

RadarBanyuwangi.id – Sejumlah penyandang disabilitas disuntik vaksin jenis Sinovac tahap pertama, kemarin (31/08).  Kegiatan ini diiniasi oleh Kampung Inklusi Desa Alasmalang, Kecamatan Panarukan.

Pembina Kampung Inklusi, Ahmad mengatakan, sesuai anjuran pemerintah, kaum disabiltas sangat perlu mendapatkan perhatian dalam keadaan pandemi Covid-19. Vaksinasi tersebut untuk menjaga ketahanan tubuh, agar lebih kuat dan kebal dari serangan virus.

“Vaksin untuk kaum disabilitas ini menggunakan Sinovac, dan tidak hanya kaum di fabel saja, namun keluarga atau pendampingnya juga mendapatkan vaksinasi, tujuannya tidak membeda-bedakan, karena  mereka juga berhak mendapatkan vaksin,” terangnya.

Ahmad menjelaskan, sebanyak 51 penyandang disabilitas tergabung dalam Kampung Inklusi.”Sebenarnya ada 51 orang penyandang disabiltas yang kami undang, namun hanya sebagian yang datang mengikuti vaksinasi. Ada yang beralasan masih takut untuk divaksin,” bebernya.

Hal senada diungkapkan Misroto, 50, penyandang tuna grahita. “Kami butuh vaksin ini, terlebih agar dapat terlindungi dari paparan covid-19 yang sampai saat ini masih belum berakhir,” katanya. 

Misroto menguangkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah telah memberikan kesempatan pada kelompok disabilitas menerima vaksin. “Terima kasih untuk semua penyelenggara vaksinasi ini, dan mudah-mudahan kami dan masyarakat lain dapat terhindar dari covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, dr. Imam Hariyono menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi kali ini memang difokuskan untuk kaum disabilitas “Alhamdulillah, saat ini pelayanan vaksinasi untuk kaum disabilitas berlangsung aman dan lancar. Dengan kesadaran sendiri dan dukungan sesama kaum difabel,” ujarnya.

Kata dr. Imam, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam rangka ikut mensukseskan program vaksinasi. Untuk itu, diharapkan semua elemen terus mendukung program pemerintah, sehingga partisipasi masyarakat bisa lebih meningkat. “Saya juga berharap proses vaksinasi tumbuh dari kesadaran masyarakat, sehingga bisa menularkan informasi ini ke masyarakat yang lainnya,” pungkasnya. (jon/pri)

RadarBanyuwangi.id – Sejumlah penyandang disabilitas disuntik vaksin jenis Sinovac tahap pertama, kemarin (31/08).  Kegiatan ini diiniasi oleh Kampung Inklusi Desa Alasmalang, Kecamatan Panarukan.

Pembina Kampung Inklusi, Ahmad mengatakan, sesuai anjuran pemerintah, kaum disabiltas sangat perlu mendapatkan perhatian dalam keadaan pandemi Covid-19. Vaksinasi tersebut untuk menjaga ketahanan tubuh, agar lebih kuat dan kebal dari serangan virus.

“Vaksin untuk kaum disabilitas ini menggunakan Sinovac, dan tidak hanya kaum di fabel saja, namun keluarga atau pendampingnya juga mendapatkan vaksinasi, tujuannya tidak membeda-bedakan, karena  mereka juga berhak mendapatkan vaksin,” terangnya.

Ahmad menjelaskan, sebanyak 51 penyandang disabilitas tergabung dalam Kampung Inklusi.”Sebenarnya ada 51 orang penyandang disabiltas yang kami undang, namun hanya sebagian yang datang mengikuti vaksinasi. Ada yang beralasan masih takut untuk divaksin,” bebernya.

Hal senada diungkapkan Misroto, 50, penyandang tuna grahita. “Kami butuh vaksin ini, terlebih agar dapat terlindungi dari paparan covid-19 yang sampai saat ini masih belum berakhir,” katanya. 

Misroto menguangkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah telah memberikan kesempatan pada kelompok disabilitas menerima vaksin. “Terima kasih untuk semua penyelenggara vaksinasi ini, dan mudah-mudahan kami dan masyarakat lain dapat terhindar dari covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, dr. Imam Hariyono menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi kali ini memang difokuskan untuk kaum disabilitas “Alhamdulillah, saat ini pelayanan vaksinasi untuk kaum disabilitas berlangsung aman dan lancar. Dengan kesadaran sendiri dan dukungan sesama kaum difabel,” ujarnya.

Kata dr. Imam, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam rangka ikut mensukseskan program vaksinasi. Untuk itu, diharapkan semua elemen terus mendukung program pemerintah, sehingga partisipasi masyarakat bisa lebih meningkat. “Saya juga berharap proses vaksinasi tumbuh dari kesadaran masyarakat, sehingga bisa menularkan informasi ini ke masyarakat yang lainnya,” pungkasnya. (jon/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Merawat Identitas Daerah

Artikel Terbaru

/