alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Situbondo Akan Terima 6.900 Dosis Vaksin PMK Tahap Kedua

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Para peternak di Kabupaten Situbondo tampaknya bisa cukup tenang di tengah munculnya kasus penyakit mulut dan kaki (PMK). Ini setelah Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Pemkab Situbondo melakukan suntik vaksin anti PMK.

Informasi yang dihimpun koran ini, Pemkab Situbondo telah menerima jatah vaksin sebanyak 3.100 dosis . Jumlah vaksin sebanyak itu langsung dilakukan penyuntikan serentak di 17 Kecamatan. Tenaga kesehatan yang dilibatkan sebanyak 80 orang. Terdiri dari dokter hewan, inseminator dan paramedis.

Pemberian suntik vaksin dalam rangka untuk mencegah hewan terpapar PMK baik sapi maupun kambing, agar jumlahnya tidak bertambah. Jumlah hewan ternak yang terpapar berdasarkan situs Disnakkan Situbondo terbaru, yakni sekitar 2615 ekor. Rinciannya sakit dan sudah diobati sebanyak 2.409 ekor. Sedangkan hewan ternak yang mati jumlahnya enam ekor. Dipaksa potong satu ekor, dan dinyatakan sembuh sebanyak 199 ekor.

Baca Juga :  Innalillah, Zaimo Meninggal Setelah Mengairi Sawah Milik Tetangganya

Plt. Kepala Disnakkan Situbondo, Kholil mengatakan, pemerintah akan kembali menerima jatah vaksin PMK pada hari ini di Kabupaten Pasuruan. Jumlahnya sekitar 6.900 dosis. “Tahap kedua vaksin PMK akan segera didistribusikan kepada hewan ternak milik warga,” ucap Kholil, Kamis (30/6) kemarin.

Dia mengatakan, jatah vaksin untuk hewan ternak di Situbondo sengaja dilakukan bertahap.  Karena hingga saat ini, pemerintah masih terkendala oleh ketersediaan tempat. “Ketersediaan vaksinnya saat ini juga masih sulit. Bahkan pemerintah harus impor dari luar negeri,” ungkapnya.

Kata dia, meski sudah mendapat jatah ribuan vaksin, ketersediaan vaksin yang dibutuhkan masih kurang. Karena jumlah populasi hewan ternak di Situbondo jumlah sekitar 184.400 ekor. “Sementara ini yang mendapat  vaksin adalah hewan yang masih sehat. Karena tujuannya memang untuk mengurangi jumlah persebaran kasus aktif PMK,” jelasnya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Ikut Selawat Bhening Bersama Kiai Azaim

Kholil menuturkan, Pemkab Situbondo telah melakukan penyemprotan secara disinfektan di 136 Desa. Khususnya untuk kampung yang dinyatakan ada hewan ternak terpapar PMK. “Kami himbau Pak Kades atau Pak Kampung membatasi aktivitas keluar masuk hewan ternak, apabila di wilayahnya terpapar penyakit PMK,” pungkasnya. (wan/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Para peternak di Kabupaten Situbondo tampaknya bisa cukup tenang di tengah munculnya kasus penyakit mulut dan kaki (PMK). Ini setelah Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Pemkab Situbondo melakukan suntik vaksin anti PMK.

Informasi yang dihimpun koran ini, Pemkab Situbondo telah menerima jatah vaksin sebanyak 3.100 dosis . Jumlah vaksin sebanyak itu langsung dilakukan penyuntikan serentak di 17 Kecamatan. Tenaga kesehatan yang dilibatkan sebanyak 80 orang. Terdiri dari dokter hewan, inseminator dan paramedis.

Pemberian suntik vaksin dalam rangka untuk mencegah hewan terpapar PMK baik sapi maupun kambing, agar jumlahnya tidak bertambah. Jumlah hewan ternak yang terpapar berdasarkan situs Disnakkan Situbondo terbaru, yakni sekitar 2615 ekor. Rinciannya sakit dan sudah diobati sebanyak 2.409 ekor. Sedangkan hewan ternak yang mati jumlahnya enam ekor. Dipaksa potong satu ekor, dan dinyatakan sembuh sebanyak 199 ekor.

Baca Juga :  Belasan Kambing di Segobang Mendadak Mati, Diduga Terpapar Wabah PMK

Plt. Kepala Disnakkan Situbondo, Kholil mengatakan, pemerintah akan kembali menerima jatah vaksin PMK pada hari ini di Kabupaten Pasuruan. Jumlahnya sekitar 6.900 dosis. “Tahap kedua vaksin PMK akan segera didistribusikan kepada hewan ternak milik warga,” ucap Kholil, Kamis (30/6) kemarin.

Dia mengatakan, jatah vaksin untuk hewan ternak di Situbondo sengaja dilakukan bertahap.  Karena hingga saat ini, pemerintah masih terkendala oleh ketersediaan tempat. “Ketersediaan vaksinnya saat ini juga masih sulit. Bahkan pemerintah harus impor dari luar negeri,” ungkapnya.

Kata dia, meski sudah mendapat jatah ribuan vaksin, ketersediaan vaksin yang dibutuhkan masih kurang. Karena jumlah populasi hewan ternak di Situbondo jumlah sekitar 184.400 ekor. “Sementara ini yang mendapat  vaksin adalah hewan yang masih sehat. Karena tujuannya memang untuk mengurangi jumlah persebaran kasus aktif PMK,” jelasnya.

Baca Juga :  Innalillah, Zaimo Meninggal Setelah Mengairi Sawah Milik Tetangganya

Kholil menuturkan, Pemkab Situbondo telah melakukan penyemprotan secara disinfektan di 136 Desa. Khususnya untuk kampung yang dinyatakan ada hewan ternak terpapar PMK. “Kami himbau Pak Kades atau Pak Kampung membatasi aktivitas keluar masuk hewan ternak, apabila di wilayahnya terpapar penyakit PMK,” pungkasnya. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/