alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Antisipasi Penolakan, Pemakaman Jenazah Covid-19 Libatkan Keluarga

SITUBONDO – Penolakan pemakaman sesuai prosedur protokol Covid-19 masih saja terjadi di Situbondo. Namun setelah Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Situbondo melakukan pendekatan, pihak keluarga akhirnya bisa menerima.

Seperti yang terjadi di Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo. Awalnya, pihak keluarga meminta almarhum Suhartini dimakamkan secara normal. Mereka sempat menolak petugas kesehatan untuk melakukan proses pemakaman protokol Covid-19 terhadap warga yang meninggal karena positif Covid-19 di RSUD. dr. Abdoer Rahem Situbondo itu kemarin Senin (28/2).

Adanya penolakan prosedur pemakaman itu diakui oleh Direktur RSUD. dr. Abdoer Rahem Situbondo, Roekmy Prabarini. Menurutnya, kondisi keluarga sempat memanas di area rumah sakit. Keluarga pasien yang meninggal dunia itu sempat meminta petugas untuk proses pemakaman dilakukan di luar prosedur protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. “Suasana cukup tegang saat keluarga meminta pasien untuk dipulangkan dan dimakamkan secara normal. Namun, karena pasien sendiri setelah dilakukan swab PCR dan hasilnya positif, maka perlu penanganan khusus dalam pelaksanaan pemakaman sebagaimana mestinya,” jelas Roekmy.

Lebih lanjut, Roekmy mengatakan, untuk mencegah klaster baru Covid-19, petugas Satuan Satgas Penanggulangan Covid-19 memberikan penjelasan pentingnya pelaksanaan pemakaman sesuai prosedur. Setelah diberi pengertian, pihak keluarga akhirnya mau menerima pemakaman sesuai ketentuan yang berlaku. “Karena petugas berkali-kali membujuk pihak keluarga, akhirnya proses pemakaman bisa dilakukan prosedur Covid-19. Namun, permintaan dari keluarga agar bisa turut serta melakukan proses memandikan jenazah sampai pemakaman,” jelasnya.

Roekmy mengaku, dengan melibatkan pihak keluarga, proses pemakaman akhirnya bisa berjalan lancar. “Baik dari petugas pemulasaraan maupun keluarga, kami sediakan baju APD lengkap untuk digunakan. Untungnya, pihak keluarga juga mau menggunakan. Kondisi kembali normal sampai pemakaman selesai,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebelumnya pasien dilarikan ke rumah sakit lantaran kondisi fisiknya menurun. Pasien punya riwayat gula darah yang meningkat. Selain itu, pasien memiliki riwayat gangguan pada organ dalam jantung. “Pasien tersebut merupakan rujukan dari Rumah Sakit Elizabeth. Sejak tanggal 24 Februari 2022, sudah menjalani perawatan medis. Kemudian tanggal 27 Februari 2022 dilakukan tes swab PCR, dan hasilnya positif. Karena kondisi pasien terus menurun, akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Beberapa saat kemudian, pasien tidak bisa diselamatkan,” bebernya. (mg1)

SITUBONDO – Penolakan pemakaman sesuai prosedur protokol Covid-19 masih saja terjadi di Situbondo. Namun setelah Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Situbondo melakukan pendekatan, pihak keluarga akhirnya bisa menerima.

Seperti yang terjadi di Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo. Awalnya, pihak keluarga meminta almarhum Suhartini dimakamkan secara normal. Mereka sempat menolak petugas kesehatan untuk melakukan proses pemakaman protokol Covid-19 terhadap warga yang meninggal karena positif Covid-19 di RSUD. dr. Abdoer Rahem Situbondo itu kemarin Senin (28/2).

Adanya penolakan prosedur pemakaman itu diakui oleh Direktur RSUD. dr. Abdoer Rahem Situbondo, Roekmy Prabarini. Menurutnya, kondisi keluarga sempat memanas di area rumah sakit. Keluarga pasien yang meninggal dunia itu sempat meminta petugas untuk proses pemakaman dilakukan di luar prosedur protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. “Suasana cukup tegang saat keluarga meminta pasien untuk dipulangkan dan dimakamkan secara normal. Namun, karena pasien sendiri setelah dilakukan swab PCR dan hasilnya positif, maka perlu penanganan khusus dalam pelaksanaan pemakaman sebagaimana mestinya,” jelas Roekmy.

Lebih lanjut, Roekmy mengatakan, untuk mencegah klaster baru Covid-19, petugas Satuan Satgas Penanggulangan Covid-19 memberikan penjelasan pentingnya pelaksanaan pemakaman sesuai prosedur. Setelah diberi pengertian, pihak keluarga akhirnya mau menerima pemakaman sesuai ketentuan yang berlaku. “Karena petugas berkali-kali membujuk pihak keluarga, akhirnya proses pemakaman bisa dilakukan prosedur Covid-19. Namun, permintaan dari keluarga agar bisa turut serta melakukan proses memandikan jenazah sampai pemakaman,” jelasnya.

Roekmy mengaku, dengan melibatkan pihak keluarga, proses pemakaman akhirnya bisa berjalan lancar. “Baik dari petugas pemulasaraan maupun keluarga, kami sediakan baju APD lengkap untuk digunakan. Untungnya, pihak keluarga juga mau menggunakan. Kondisi kembali normal sampai pemakaman selesai,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebelumnya pasien dilarikan ke rumah sakit lantaran kondisi fisiknya menurun. Pasien punya riwayat gula darah yang meningkat. Selain itu, pasien memiliki riwayat gangguan pada organ dalam jantung. “Pasien tersebut merupakan rujukan dari Rumah Sakit Elizabeth. Sejak tanggal 24 Februari 2022, sudah menjalani perawatan medis. Kemudian tanggal 27 Februari 2022 dilakukan tes swab PCR, dan hasilnya positif. Karena kondisi pasien terus menurun, akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Beberapa saat kemudian, pasien tidak bisa diselamatkan,” bebernya. (mg1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/