alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Alokasi APBD Situbondo Tahun 2022 Turun Rp 1 Triliun

SITUBONDO – Bupati Situbondo Karna Suswandi menyampaikan keadaan alokasi anggaran APBD 2022 yang mengalami penurunan dibandingkan 2021.  Disebutkan, di APBD 2022, hanya Rp 1,6 triliun. Sedangkan APBD 2021 mencapai Rp 1,7 triliun.

Meski demikian, Bung Karna mengajak ASN di Lingkungan Pemkab Situbondo tetap terus bersinergi dan jangan berhenti berinovasi. Ini penting dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan pada saat peringatan HUT Korpri, Senin (29/11).

Kata Bung Karna, dari anggaran Rp 1,6 triliun di APBD 2022, sebanyak Rp 1,3 triliun hanya dipergunakan untuk biaya operasional seperti gaji pegawai, perjalanan dinas, ATK dan kebutuhan lainnya.”Jadi hanya tersisa Rp 250 miliar yang digunakan belanja modal,” terangnya kepada sejumlah wartawan.

Bung Karna meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Situbondo fokus pada anggaran yang ada, sesuai tugas pokok dan fungsi. Ini demi kepentingan pelayanan pada masyarakat. Sehingga anggaran yang ada dapat dirasakan manfaatnya.

Pria asal Curah Tatal Kecamatan Arjasa mengaku tidak ingin mendengarkan keluhan terkait pelayanan kepada masyarakat .”Saya tidak mau ada lagi warga yang mengadu lewat WhatsApp saya terkait program sehati (sehat gratis),” pungkasnya.

Bupati Karna juga mengkritisi lemahnya peran ASN dalam mengajak masyarakat mengikuti vaksinasi Covid-19. Sebab, hingga saat ini, persentase kenaikan vaksinasi di Situbondo sangat lamban.”Diharapkan kerja keras dan komitmennya untuk membangun Situbondo lebih baik. Sehingga, menjadikan Situbondo Berjaya (berakhlak, sejahtera, adil dan berdaya) bisa kita capai,” tandasnya. (jon/pri)

SITUBONDO – Bupati Situbondo Karna Suswandi menyampaikan keadaan alokasi anggaran APBD 2022 yang mengalami penurunan dibandingkan 2021.  Disebutkan, di APBD 2022, hanya Rp 1,6 triliun. Sedangkan APBD 2021 mencapai Rp 1,7 triliun.

Meski demikian, Bung Karna mengajak ASN di Lingkungan Pemkab Situbondo tetap terus bersinergi dan jangan berhenti berinovasi. Ini penting dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan pada saat peringatan HUT Korpri, Senin (29/11).

Kata Bung Karna, dari anggaran Rp 1,6 triliun di APBD 2022, sebanyak Rp 1,3 triliun hanya dipergunakan untuk biaya operasional seperti gaji pegawai, perjalanan dinas, ATK dan kebutuhan lainnya.”Jadi hanya tersisa Rp 250 miliar yang digunakan belanja modal,” terangnya kepada sejumlah wartawan.

Bung Karna meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Situbondo fokus pada anggaran yang ada, sesuai tugas pokok dan fungsi. Ini demi kepentingan pelayanan pada masyarakat. Sehingga anggaran yang ada dapat dirasakan manfaatnya.

Pria asal Curah Tatal Kecamatan Arjasa mengaku tidak ingin mendengarkan keluhan terkait pelayanan kepada masyarakat .”Saya tidak mau ada lagi warga yang mengadu lewat WhatsApp saya terkait program sehati (sehat gratis),” pungkasnya.

Bupati Karna juga mengkritisi lemahnya peran ASN dalam mengajak masyarakat mengikuti vaksinasi Covid-19. Sebab, hingga saat ini, persentase kenaikan vaksinasi di Situbondo sangat lamban.”Diharapkan kerja keras dan komitmennya untuk membangun Situbondo lebih baik. Sehingga, menjadikan Situbondo Berjaya (berakhlak, sejahtera, adil dan berdaya) bisa kita capai,” tandasnya. (jon/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Pria 55 Tahun Boleh Terapi Hormon

Belajar Ikhlas Dari Kiai Azaim

Artikel Terbaru

/