alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Uang Arisan Puluhan Juta Amblas Digondol ‘’Hantu’’

SITUBONDO– Kasus pencurian terjadi di Dusun Kidul, Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, Situbondo. Seorang ketua kelompok Arisan Lebaran, Sudianto, 35, disatroni pencuri sekitar pukul 01/15 dini hari kemarin (30/4). Akibat kejadian ini, duit Rp 16 juta milik ketua kelompok arisan ini amblas digondol pencuri yang sempat dikira hantu.

Pelaku berhasil menggasak sebuah tas yang berisi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepeda motor milik korban. Peristiwa itu terjadi saat Sudianto tertidur pulas. Sekitar pukul 02.00, dia terbangun dan kagetnya melihat dinding anyaman bambu rumahnya jebol.

Khawatir ada pencuri yang masuk, Sudianto langsung memeriksa barang-barangnya. Ternyata benar, tas berisi STNK dan uang arisan Lebaran hilang. Padahal, uang Rp 16 juta tersebut akan dibagikan kepada para anggota.

Mengetahui hal itu, Sudianto melaporkan kejadian tersebut kepada Kades setempat dan Mapolsek Kapongan. “Saat kejadian, kami sekeluarga sedang tidur pulas. Pada pukul 02.00 baru bangun dan melihat dinding samping rumah terbuka. Setelah diperiksa, tas yang berisi STNK serta uang Rp 16 juta yang ditaruh di dekat bantal sudah tidak ada. Padahal itu uang arisan milik warga. Dan akan segera dibagikan,” tutur Sudianto.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Situbondo, sebelum masuk ke rumah Sudianto, pelaku yang diduga beraksi seorang diri sempat dipergoki orang tua korban. Namun, pelaku tidak diteriaki maling karena dikira hantu. Orang tua Sudianto justru diam ketakutan.

Sesaat kemudian, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari kamar Sudianto. Ternyata Sudianto kebingungan mencari uang. Saat itulah orang tua korban baru sadar bahwa yang masuk melalui dinding samping itu bukanlah hantu.

Kapolsek Kapongan, Iptu H Mansyur mengatakan, begitu mendengar informasi tersebut, Kanit Reskrim beserta anggota langsung terjun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Laporannya sudah kami terima. Kanit Reskrim bersama anggotanya sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Untuk sementara, kerugian material yang dialami korban sekitar Rp 16 juta ditambah STNK sepeda motor. Sekarang kasus tersebut masih kita selidiki. Semoga saja pencurinya segera terungkap,” tutur mantan KBO Lantas polres Situbondo itu. (zul/bay)

SITUBONDO– Kasus pencurian terjadi di Dusun Kidul, Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, Situbondo. Seorang ketua kelompok Arisan Lebaran, Sudianto, 35, disatroni pencuri sekitar pukul 01/15 dini hari kemarin (30/4). Akibat kejadian ini, duit Rp 16 juta milik ketua kelompok arisan ini amblas digondol pencuri yang sempat dikira hantu.

Pelaku berhasil menggasak sebuah tas yang berisi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepeda motor milik korban. Peristiwa itu terjadi saat Sudianto tertidur pulas. Sekitar pukul 02.00, dia terbangun dan kagetnya melihat dinding anyaman bambu rumahnya jebol.

Khawatir ada pencuri yang masuk, Sudianto langsung memeriksa barang-barangnya. Ternyata benar, tas berisi STNK dan uang arisan Lebaran hilang. Padahal, uang Rp 16 juta tersebut akan dibagikan kepada para anggota.

Mengetahui hal itu, Sudianto melaporkan kejadian tersebut kepada Kades setempat dan Mapolsek Kapongan. “Saat kejadian, kami sekeluarga sedang tidur pulas. Pada pukul 02.00 baru bangun dan melihat dinding samping rumah terbuka. Setelah diperiksa, tas yang berisi STNK serta uang Rp 16 juta yang ditaruh di dekat bantal sudah tidak ada. Padahal itu uang arisan milik warga. Dan akan segera dibagikan,” tutur Sudianto.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Situbondo, sebelum masuk ke rumah Sudianto, pelaku yang diduga beraksi seorang diri sempat dipergoki orang tua korban. Namun, pelaku tidak diteriaki maling karena dikira hantu. Orang tua Sudianto justru diam ketakutan.

Sesaat kemudian, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari kamar Sudianto. Ternyata Sudianto kebingungan mencari uang. Saat itulah orang tua korban baru sadar bahwa yang masuk melalui dinding samping itu bukanlah hantu.

Kapolsek Kapongan, Iptu H Mansyur mengatakan, begitu mendengar informasi tersebut, Kanit Reskrim beserta anggota langsung terjun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Laporannya sudah kami terima. Kanit Reskrim bersama anggotanya sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Untuk sementara, kerugian material yang dialami korban sekitar Rp 16 juta ditambah STNK sepeda motor. Sekarang kasus tersebut masih kita selidiki. Semoga saja pencurinya segera terungkap,” tutur mantan KBO Lantas polres Situbondo itu. (zul/bay)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/