alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

CJH Divaksin Sebelum Diberangkatkan

RadarBanyuwangi.id – Keberangkatan calon jamaah haji (CJH) Situbondo hingga saat ini masih belum ada kepastian. Tetapi, jika ada pemberangkatan di tahun ini, akan dilakukan vaksinasi terlebih dahulu.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Situbondo, Misbahul Munir menerangkan, sudah ada informasi dari Kementeraian Agama pusat terkait hal tersebut. “Menyampaikan pesan, bahwa calon jamaah haji harus divaksin Covid-19,” terangnya ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin (30/03).

Tetapi masalahnya, sampai sekarang belum ada kepastian pemberangkatan. Sehingga Kemenag Situbondo belum menyampaikan kepada masyarakat tentang rencana vaksinasi tersebut. “Kepastian berangkat dan informasi vaksin sampai sekarang kami masih menunggu dari pusat,” tambah Misbahul.

Dia menerangkan, jika ada pemberangkatan haji tahun ini, Kemenag akan memprioritaskan CJH yang tertunda keberangkatannya di tahun 2020 lalu. Artinya, jamaah yang seharusnya berangkat di tahun ini, kemungkinan ditunda pada tahun berikutnya.     

“Ada sekitar 600 jamaah haji Situbondo yang tertunda keberangkatannya tahun lalu. Tapi sampai sekarang kami belum menerima, berapa persen dari kuota yang diberangkatkan. Kita masih menunggu,” terang Misbahul kepada Jawa Pos Radar Situbondo.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada persiapan-persiapan teknis terkait yang dilaksanakan Kemenag Situbondo. Misbahul mengatakan, pihaknya baru menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi.

Seperti memperpanjang paspor calon jamaah yang sudah habis masa berlakunya. Termasuk juga mencari pengganti calon jamaah meninggal dunia. “Itu yang kita upayakan saat ini. Kalau persiapan teknis belum berani, karena menunggu informasi dari Kanwil Jatim,” pungkasnya.

RadarBanyuwangi.id – Keberangkatan calon jamaah haji (CJH) Situbondo hingga saat ini masih belum ada kepastian. Tetapi, jika ada pemberangkatan di tahun ini, akan dilakukan vaksinasi terlebih dahulu.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Situbondo, Misbahul Munir menerangkan, sudah ada informasi dari Kementeraian Agama pusat terkait hal tersebut. “Menyampaikan pesan, bahwa calon jamaah haji harus divaksin Covid-19,” terangnya ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin (30/03).

Tetapi masalahnya, sampai sekarang belum ada kepastian pemberangkatan. Sehingga Kemenag Situbondo belum menyampaikan kepada masyarakat tentang rencana vaksinasi tersebut. “Kepastian berangkat dan informasi vaksin sampai sekarang kami masih menunggu dari pusat,” tambah Misbahul.

Dia menerangkan, jika ada pemberangkatan haji tahun ini, Kemenag akan memprioritaskan CJH yang tertunda keberangkatannya di tahun 2020 lalu. Artinya, jamaah yang seharusnya berangkat di tahun ini, kemungkinan ditunda pada tahun berikutnya.     

“Ada sekitar 600 jamaah haji Situbondo yang tertunda keberangkatannya tahun lalu. Tapi sampai sekarang kami belum menerima, berapa persen dari kuota yang diberangkatkan. Kita masih menunggu,” terang Misbahul kepada Jawa Pos Radar Situbondo.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada persiapan-persiapan teknis terkait yang dilaksanakan Kemenag Situbondo. Misbahul mengatakan, pihaknya baru menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi.

Seperti memperpanjang paspor calon jamaah yang sudah habis masa berlakunya. Termasuk juga mencari pengganti calon jamaah meninggal dunia. “Itu yang kita upayakan saat ini. Kalau persiapan teknis belum berani, karena menunggu informasi dari Kanwil Jatim,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/