alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Wartawan Media Online Dipolisikan

SITUBONDO – Polres Situbondo akan segera melakukan pemanggilan kepada DA, salah satu wartawan media online di Kota Santri. Ini setelah sebelumnya dia dilaporkan Direktur LSM Pejuang Keadilan, Sayudi, karena mencatut namanya dalam pemberitaan tentang penambangan.

Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Masykur tidak menjelaskan kapan kepastian DA akan dipanggil. Dia hanya berjanji untuk menyegerakan  pemanggilan terlapor dugaan pelanggaran UU ITE itu. “Nanti bisa ditangani oleh (penyidik) pidek (pidana ekonomi) atau pidum (pidana umum),” ungkapnya, Rabu kemarin (31/01).

DA dilaporkan Sayudi kepada Polres Situbondo, Selasa (30/01). Penyebabnya, DA menulis berita yang mencatut nama Sayudi tanpa izin. Karena merasa dirugikan, pria asal Desa Tribungan, Mangaran ini  melapor ke Polres Situbondo. Dia didampingi kuasa hukumnya, sayonara. DA dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik.

Baca Juga :  Ada Lagi, Dua Oknum Wartawan Online Dipolisikan

“Terlapornya adalah DA karena melakukan pencatutan tanpa konfirmasi. Terkait apa yang ditulis, klien saya merasa keberatan. Terlebih hal itu tidak sesuai dengan fakta,” ungkap Sayonara.

Dalam berita media online yang ditulis DA27 Januari 2018, Sayudi dituduh membekengi pengiriman urukan di PT. GK Desa Gelung Situbondo. DA seolah-olah telah melakukan konfirmasi kepada Sayudi. Sehingga, ada komentar Sayudi. Padahal, dia tidak pernah melakukannya.

Menurut Sayonara, terlepas DA adalah jurnaslis apa bukan, tetap saja harus melakukan konfirmasi. Makanya, DA diduga melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Ada dugaan pencemaran nama baik melalui media. Sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang ITE nomer 11 tahun 2008 pasal 27 ayat 3,” imbuh Sayonara.

Baca Juga :  Pemuda Tewas Dicelurit di Pinggir Sawah

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priambodo menyampaikan, pihaknya segera menangani laporan tuduhan pencemaran nama baik itu. “Laporannya baru masuk, ditangani reskrim. Untuk menentukan tindak pidana dan penanganannya, menunggu gelar perkara.” terang Nanang. (cw1/pri)

SITUBONDO – Polres Situbondo akan segera melakukan pemanggilan kepada DA, salah satu wartawan media online di Kota Santri. Ini setelah sebelumnya dia dilaporkan Direktur LSM Pejuang Keadilan, Sayudi, karena mencatut namanya dalam pemberitaan tentang penambangan.

Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Masykur tidak menjelaskan kapan kepastian DA akan dipanggil. Dia hanya berjanji untuk menyegerakan  pemanggilan terlapor dugaan pelanggaran UU ITE itu. “Nanti bisa ditangani oleh (penyidik) pidek (pidana ekonomi) atau pidum (pidana umum),” ungkapnya, Rabu kemarin (31/01).

DA dilaporkan Sayudi kepada Polres Situbondo, Selasa (30/01). Penyebabnya, DA menulis berita yang mencatut nama Sayudi tanpa izin. Karena merasa dirugikan, pria asal Desa Tribungan, Mangaran ini  melapor ke Polres Situbondo. Dia didampingi kuasa hukumnya, sayonara. DA dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Pedagang Madura Borong Sembako di Situbondo

“Terlapornya adalah DA karena melakukan pencatutan tanpa konfirmasi. Terkait apa yang ditulis, klien saya merasa keberatan. Terlebih hal itu tidak sesuai dengan fakta,” ungkap Sayonara.

Dalam berita media online yang ditulis DA27 Januari 2018, Sayudi dituduh membekengi pengiriman urukan di PT. GK Desa Gelung Situbondo. DA seolah-olah telah melakukan konfirmasi kepada Sayudi. Sehingga, ada komentar Sayudi. Padahal, dia tidak pernah melakukannya.

Menurut Sayonara, terlepas DA adalah jurnaslis apa bukan, tetap saja harus melakukan konfirmasi. Makanya, DA diduga melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Ada dugaan pencemaran nama baik melalui media. Sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang ITE nomer 11 tahun 2008 pasal 27 ayat 3,” imbuh Sayonara.

Baca Juga :  Rumah Makan Biru Daun Beri Sentuhan Natural

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priambodo menyampaikan, pihaknya segera menangani laporan tuduhan pencemaran nama baik itu. “Laporannya baru masuk, ditangani reskrim. Untuk menentukan tindak pidana dan penanganannya, menunggu gelar perkara.” terang Nanang. (cw1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/