alexametrics
24.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Drainase Mampet, Jalan Raya Sempu Jadi Sungai

SEMPU – Diduga gorong-gorong pada drainase terlalu kecil, hingga tidak mampu menampung debit air yang tinggi saat turun hujan deras, jalan raya di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu berubah menjadi sungai, Rabu (29/12).

Jalan yang berubah menjadi sungai karena air pada selokan meluap itu, selalu terjadi setiap turun hujan deras. “Drainase tidak mampu menampung tingginya debit air saat hujan deras, gorong-gorong terlalu kecil,” cetus Kepala Desa (Kades) Sempu, Nanang Santoso.

Gorong-gorong yang kecil itu, jelas dia, di depan rumah atau toko mulai utara kantor Desa Sempu sampai Pasar Sempu dengan jarak sekitar 1.3 kilometer. “Sepanjang jalan itu kalau hujan seperti sungai, air selokan meluap,” ungkapnya.

Selain gorong-gorong yang sempit, jelas dia, rumah warga dan pertokoan di daerah itu halamannya sulit dijadiakan resapan air. Sebab, banyak yang dipaving atau dicor semen. “Bisa dilihat di daerah itu, halaman rumah warga atau pertokoan semua dipaving,” cetusnya.

Untuk mengatasi itu, Kades mengatakan pemerintah desa sudah sering mengajukan perbaikan drainase dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrengbangdes). Tapi, belum mendapat tanggapan dari Pemkab Banyuwangi. “Untuk perbaikan drainase ranah kabupaten, pemerintah desa hanya bisa menormalisasi saja,” katanya.

Untuk membersikan selokan itu, pemerintah desa telah mengagendakan kerja bakti massal untuk normalisasi saluran air di jalan raya Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu. “Di selokan banyak sampah juga,” ujarnya.(mg3/abi)

SEMPU – Diduga gorong-gorong pada drainase terlalu kecil, hingga tidak mampu menampung debit air yang tinggi saat turun hujan deras, jalan raya di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu berubah menjadi sungai, Rabu (29/12).

Jalan yang berubah menjadi sungai karena air pada selokan meluap itu, selalu terjadi setiap turun hujan deras. “Drainase tidak mampu menampung tingginya debit air saat hujan deras, gorong-gorong terlalu kecil,” cetus Kepala Desa (Kades) Sempu, Nanang Santoso.

Gorong-gorong yang kecil itu, jelas dia, di depan rumah atau toko mulai utara kantor Desa Sempu sampai Pasar Sempu dengan jarak sekitar 1.3 kilometer. “Sepanjang jalan itu kalau hujan seperti sungai, air selokan meluap,” ungkapnya.

Selain gorong-gorong yang sempit, jelas dia, rumah warga dan pertokoan di daerah itu halamannya sulit dijadiakan resapan air. Sebab, banyak yang dipaving atau dicor semen. “Bisa dilihat di daerah itu, halaman rumah warga atau pertokoan semua dipaving,” cetusnya.

Untuk mengatasi itu, Kades mengatakan pemerintah desa sudah sering mengajukan perbaikan drainase dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrengbangdes). Tapi, belum mendapat tanggapan dari Pemkab Banyuwangi. “Untuk perbaikan drainase ranah kabupaten, pemerintah desa hanya bisa menormalisasi saja,” katanya.

Untuk membersikan selokan itu, pemerintah desa telah mengagendakan kerja bakti massal untuk normalisasi saluran air di jalan raya Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu. “Di selokan banyak sampah juga,” ujarnya.(mg3/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/