alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Geber Knalpot Brong, Dikeroyok hingga Babak Belur

GLENMORE – Gara-gara menggeber sepeda motor saat melintas di jalan raya depan RTH Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Candra Muda, 21, asal Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru dihadang dan menjadi bulan-bulanan kawanan pemuda yang sedang tongkrongan di pinggir jalan pada Kamis sore (27/1).

Kawanan pemuda itu, menghentikan aksi main hakim sendiri itu setelah salah satu dari mereka melihat benda yang mirip senjata api (senpi) jenis pistol di balik baju korban. Mereka, perlahan menjauhi korban yang sudah babak belur dengan luka di bagian wajah. “Ada warga yang mengetahui pengeroyokan itu lapor ke polsek,” terang Kapolsek Glenmore, AKP Basori Alwi.

Dari laporan itu, Kapolsek bersama anggota datang ke lokasi untuk melerai. Sejumlah kawanan pemuda, langsung dibawa ke polsek untuk dimintai keterangan. “Ada Sembilan pemuda yang kita bawa ke polsek, termasuk yang membawa benda mirip senpi,” terangnya.

Baca Juga :  Deklarasi Anti Miras, 11 Ribu Ton Miras Dimusnahkan

Dari keterangan sejumlah saksi, terang dia, aksi pengeroyokan itu itu sebenarnya karena salah paham. Sekitar pukul 17.00, Candra yang naik motor modifikasi dengan kenalpot brong, menggeber-geber saat melintas di depan kawanan anak muda yang sedang tongkrongan di depan RTH Karangharjo. “Kawanan anak muda itu meneriaki korban agar tidak menggeber-geber,” katanya.

Tapi rupanya, terang dia, korban tidak terima dengan diteriaki itu. Candra yang pernah berurusan dengan polisi dalam kasus perkelahian itu, turun dari motor dan memukul salah satu kawanan pemuda itu. “Teman-temannya tidak terima, korban langsung dikeroyok,” ujarnya.

Aksi pengeroyokan itu, masih kata dia, berhenti setelah di antara kawanan pemuda itu melihat ada benda mirip pestol di balik baju korban. Mereka menjauh karena takut benda itu senjata api betulan. “Benda mirip senpi itu kita sita,” terangnya.

Baca Juga :  Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Dari hasil pemeriksaan, jelas dia, benda mirip pistol yang diselipkan di pinggang Candra itu ternyata korek api yang bentuknya sangat mirip dengan pistol. “Korek api mirip pistol itu sering dibawa ke mana-mana,” ujarnya.

Dari keterangan Candra, jelas dia, pistol mainan itu selalu dibawa karena merasa memiliki banyak musuh di jalanan. Sehingga, benda itu dibuat untuk menakut-nakuti musuhnya. “Untuk nakut-nakuti orang,” lanjutnya.

Untuk menyelesaikan perkara ini, kawanan pemuda yang terlibat pengeroyokan itu dipertemukan di Mapolsek Glenmore, Jumat  (28/1). “Mereka kita pertemukan, dan perkara ini diselesaikan secara kekeluargaan,” pungkasnya.(sas/abi) 

GLENMORE – Gara-gara menggeber sepeda motor saat melintas di jalan raya depan RTH Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Candra Muda, 21, asal Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru dihadang dan menjadi bulan-bulanan kawanan pemuda yang sedang tongkrongan di pinggir jalan pada Kamis sore (27/1).

Kawanan pemuda itu, menghentikan aksi main hakim sendiri itu setelah salah satu dari mereka melihat benda yang mirip senjata api (senpi) jenis pistol di balik baju korban. Mereka, perlahan menjauhi korban yang sudah babak belur dengan luka di bagian wajah. “Ada warga yang mengetahui pengeroyokan itu lapor ke polsek,” terang Kapolsek Glenmore, AKP Basori Alwi.

Dari laporan itu, Kapolsek bersama anggota datang ke lokasi untuk melerai. Sejumlah kawanan pemuda, langsung dibawa ke polsek untuk dimintai keterangan. “Ada Sembilan pemuda yang kita bawa ke polsek, termasuk yang membawa benda mirip senpi,” terangnya.

Baca Juga :  Tangkapan Benur di Laut Selatan Sepi

Dari keterangan sejumlah saksi, terang dia, aksi pengeroyokan itu itu sebenarnya karena salah paham. Sekitar pukul 17.00, Candra yang naik motor modifikasi dengan kenalpot brong, menggeber-geber saat melintas di depan kawanan anak muda yang sedang tongkrongan di depan RTH Karangharjo. “Kawanan anak muda itu meneriaki korban agar tidak menggeber-geber,” katanya.

Tapi rupanya, terang dia, korban tidak terima dengan diteriaki itu. Candra yang pernah berurusan dengan polisi dalam kasus perkelahian itu, turun dari motor dan memukul salah satu kawanan pemuda itu. “Teman-temannya tidak terima, korban langsung dikeroyok,” ujarnya.

Aksi pengeroyokan itu, masih kata dia, berhenti setelah di antara kawanan pemuda itu melihat ada benda mirip pestol di balik baju korban. Mereka menjauh karena takut benda itu senjata api betulan. “Benda mirip senpi itu kita sita,” terangnya.

Baca Juga :  Gepeng Asal Banyuwangi Terlantar di Lampung

Dari hasil pemeriksaan, jelas dia, benda mirip pistol yang diselipkan di pinggang Candra itu ternyata korek api yang bentuknya sangat mirip dengan pistol. “Korek api mirip pistol itu sering dibawa ke mana-mana,” ujarnya.

Dari keterangan Candra, jelas dia, pistol mainan itu selalu dibawa karena merasa memiliki banyak musuh di jalanan. Sehingga, benda itu dibuat untuk menakut-nakuti musuhnya. “Untuk nakut-nakuti orang,” lanjutnya.

Untuk menyelesaikan perkara ini, kawanan pemuda yang terlibat pengeroyokan itu dipertemukan di Mapolsek Glenmore, Jumat  (28/1). “Mereka kita pertemukan, dan perkara ini diselesaikan secara kekeluargaan,” pungkasnya.(sas/abi) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/