alexametrics
23.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Odong-Odong Tabrak Toko, Puluhan Anak-Anak Terluka

GAMBIRAN – Kereta kelinci yang mengangkut 40 orang, sebagian besar anak-anak, menabrak pagar tembok toko bangunan milik Tatik Lailanah, 56, di jalan raya Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Rangkaian gerbong pada kereta yang penuh penumpang itu, juga terguling, Selasa (28/12).

Tidak ada korban dalam kecelakaan itu, tapi belasan penumpang yang sebagian besar anak-anak mengalami luka lecet dan memar. Mereka oleh warga di tolong dengan dibawa ke RS Graha Medika Desa Yosomulyo. “Para korban sebagian besar anak-anak,” terang Kanitlantas Polsek Gambiran, Iptu Paulus Taang seraya menyebut jumlah korban luka ada 11 orang.

Untuk mengusut kasus ini, Kanitlantas menyebut sopir kereta kelinci Parijo, 59, asal Dusun Komis Kulon, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, untuk sementara diamankan di polsek sambil menjalani pemeriksaan. “Kereta kelinci juga kita amankan untuk barang bukti,” katanya.

Kecelakaan yang menimpa kereta kelinci itu, terjadi sekitar pukul 10.30. Para penumpang, warga Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Rencananya, mereka itu akan ke wisata Doesoen Kakau di Kebun Kendanglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore. “Saya juga heran kok lewat Desa Yosomulyo,” terang Nanik Damayanti, 33, salah satu penumpang kereta kelinci asal Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan.      

Menurut Nanik, penumpang kereta kelinci itu warga satu RT. Mereka, rencananya akan wisata ke Dosoen Kakau. Setiap liburan, banyak pemilik kereta kelinci masuk ke kampung untuk mencari penumpang menuju ke tempat wisata. “Kita akan ke Doesoen Kakau dengan membayar Rp 5.000 per orang,” terangnya.

Rombongan yang berjumlah 40 orang itu, jelas dia, berangkat dari kampungnya sekitar pukul 09.30. Sejak awal berjalan, kereta kelinci ini jalannya lambat.  Setiba di lokasi kejadian, tiba-tiba kereta kelinci ini oleng setelah menghindari lubang. “Setelah oleng langsung menabrak pagar tembok toko, gerbong kedua putus dan terguling,” katanya.

Pemilik toko Tatik Lailanah yang kebetulan sedang menjaga toko, mengaku kaget melihat kereta kelinci menabrak pagar tokonya hingga ambruk. “Kereta kelinci itu meluncur dari arah utara dan menabrak pagar toko,” cetusnya seraya menyebut pagar yang ditabrak itu baru seminggu dibangun.

Saat kereta kelinci itu menabrak pagar tembok tokonya, jelas dia, rangkaian gerbong yang penuh penumpang anak-anak terguling ke kiri. Jeritan tangis, langsung pecah saat penumpang itu bertumpukan. “Penumpangnya banyak anak-anak, mereka  pada menangis,” sebutnya.

Para korban yang sebagian besar anak-anak itu, oleh warga ditolong dengan dilarikan ke Rumah Sakit Graha Medika yang tidak jauh dari lokasi kejadian. “Lukanya hanya lecet-lecet, tapi mereka pasti trauma,” ujarnya.(mg3/abi)

GAMBIRAN – Kereta kelinci yang mengangkut 40 orang, sebagian besar anak-anak, menabrak pagar tembok toko bangunan milik Tatik Lailanah, 56, di jalan raya Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Rangkaian gerbong pada kereta yang penuh penumpang itu, juga terguling, Selasa (28/12).

Tidak ada korban dalam kecelakaan itu, tapi belasan penumpang yang sebagian besar anak-anak mengalami luka lecet dan memar. Mereka oleh warga di tolong dengan dibawa ke RS Graha Medika Desa Yosomulyo. “Para korban sebagian besar anak-anak,” terang Kanitlantas Polsek Gambiran, Iptu Paulus Taang seraya menyebut jumlah korban luka ada 11 orang.

Untuk mengusut kasus ini, Kanitlantas menyebut sopir kereta kelinci Parijo, 59, asal Dusun Komis Kulon, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, untuk sementara diamankan di polsek sambil menjalani pemeriksaan. “Kereta kelinci juga kita amankan untuk barang bukti,” katanya.

Kecelakaan yang menimpa kereta kelinci itu, terjadi sekitar pukul 10.30. Para penumpang, warga Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Rencananya, mereka itu akan ke wisata Doesoen Kakau di Kebun Kendanglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore. “Saya juga heran kok lewat Desa Yosomulyo,” terang Nanik Damayanti, 33, salah satu penumpang kereta kelinci asal Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan.      

Menurut Nanik, penumpang kereta kelinci itu warga satu RT. Mereka, rencananya akan wisata ke Dosoen Kakau. Setiap liburan, banyak pemilik kereta kelinci masuk ke kampung untuk mencari penumpang menuju ke tempat wisata. “Kita akan ke Doesoen Kakau dengan membayar Rp 5.000 per orang,” terangnya.

Rombongan yang berjumlah 40 orang itu, jelas dia, berangkat dari kampungnya sekitar pukul 09.30. Sejak awal berjalan, kereta kelinci ini jalannya lambat.  Setiba di lokasi kejadian, tiba-tiba kereta kelinci ini oleng setelah menghindari lubang. “Setelah oleng langsung menabrak pagar tembok toko, gerbong kedua putus dan terguling,” katanya.

Pemilik toko Tatik Lailanah yang kebetulan sedang menjaga toko, mengaku kaget melihat kereta kelinci menabrak pagar tokonya hingga ambruk. “Kereta kelinci itu meluncur dari arah utara dan menabrak pagar toko,” cetusnya seraya menyebut pagar yang ditabrak itu baru seminggu dibangun.

Saat kereta kelinci itu menabrak pagar tembok tokonya, jelas dia, rangkaian gerbong yang penuh penumpang anak-anak terguling ke kiri. Jeritan tangis, langsung pecah saat penumpang itu bertumpukan. “Penumpangnya banyak anak-anak, mereka  pada menangis,” sebutnya.

Para korban yang sebagian besar anak-anak itu, oleh warga ditolong dengan dilarikan ke Rumah Sakit Graha Medika yang tidak jauh dari lokasi kejadian. “Lukanya hanya lecet-lecet, tapi mereka pasti trauma,” ujarnya.(mg3/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/