alexametrics
26.6 C
Banyuwangi
Friday, July 1, 2022

Buronan Dugaan Penganiayaan Selingkuhan Dibekuk di Rumahnya

SINGOJURUH – Berakhir sudah petualangan Dani Siswanto, 35, asal Dusun Padang Kidul, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Setelah enam bulan dimasukkan daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus penganiayaan, akhirnya berhasil ditangkap polisi di rumahnya sekitar pukul 02.00, Senin (28/3/2022).

Dani oleh polisi dianggap buronan, setelah menghilang karena dilaporkan ke polisi oleh perempuan yang diduga selingkuhannya berinisial YL, 33, pada 30 September 2021 lalu. Perempuan asal Dusun Mondoluko, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, itu mempolisikan pelaku karena telah menganiayanya. “Korban lapor telah dianiaya,” cetus Kanitreskrim Polsek Singojuruh, Iptu I Made Suwena.

Menurut Kanitreskrim, dugaan pengainayaan itu bermula saat YL bersama pelaku berada di ruang tamu rumah pelaku sekitar pukul 01.00. “Korban dan pelaku ngobrol di ruang tamu,” katanya.

Di tengah obrolan itu, terang Kanitreskrim, tiba-tiba adu mulut. Pemicunya, korban dianggap kerap melarang-larang pelaku. “Korban ini sempat melarang pelaku untuk tidak ikut-ikutan temannya, terutama yang negatif,” ucapnya

Tidak senang dilarang-larang, jelas dia, pelaku emosi dan mengumpat korban berkali-kali. Malahan, korban juga sempat diusir. “Korban sempat keluar dari rumah, tapi oleh pelaku diminta masuk lagi,” katanya.

Setelah korban masuk ke dalam kamar, masih kata Kanitreskrim, pelaku langsung memukul muka korban menggunakan tangan kanannya. Tidak hanya itu, pelaku juga mencengkram pundak korban dengan keras. “Korban didorong ke tempat tidur, siku korban mengenai tembok kamar, korban dikunci dari luar kamar,” cetusnya.

Mendapat perilaku yang tidak mengenakkan seperti itu, jelas Kanitreskrim, korban tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut pada polisi. “Setelah dilaporkan korban ke polisi, pelaku langsung pergi meninggalkan rumah,” ungkapnya.

Selama pelariannya itu, terang Kanitreskrim, pelaku sempat berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain. Dan pada Minggu (27/3)  pulang ke rumahnya dan langsung ditangkap. “Kami dapat laporan dari warga, pelaku langsung kami amankan,” pungkasnya.(sas/abi)

SINGOJURUH – Berakhir sudah petualangan Dani Siswanto, 35, asal Dusun Padang Kidul, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Setelah enam bulan dimasukkan daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus penganiayaan, akhirnya berhasil ditangkap polisi di rumahnya sekitar pukul 02.00, Senin (28/3/2022).

Dani oleh polisi dianggap buronan, setelah menghilang karena dilaporkan ke polisi oleh perempuan yang diduga selingkuhannya berinisial YL, 33, pada 30 September 2021 lalu. Perempuan asal Dusun Mondoluko, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, itu mempolisikan pelaku karena telah menganiayanya. “Korban lapor telah dianiaya,” cetus Kanitreskrim Polsek Singojuruh, Iptu I Made Suwena.

Menurut Kanitreskrim, dugaan pengainayaan itu bermula saat YL bersama pelaku berada di ruang tamu rumah pelaku sekitar pukul 01.00. “Korban dan pelaku ngobrol di ruang tamu,” katanya.

Di tengah obrolan itu, terang Kanitreskrim, tiba-tiba adu mulut. Pemicunya, korban dianggap kerap melarang-larang pelaku. “Korban ini sempat melarang pelaku untuk tidak ikut-ikutan temannya, terutama yang negatif,” ucapnya

Tidak senang dilarang-larang, jelas dia, pelaku emosi dan mengumpat korban berkali-kali. Malahan, korban juga sempat diusir. “Korban sempat keluar dari rumah, tapi oleh pelaku diminta masuk lagi,” katanya.

Setelah korban masuk ke dalam kamar, masih kata Kanitreskrim, pelaku langsung memukul muka korban menggunakan tangan kanannya. Tidak hanya itu, pelaku juga mencengkram pundak korban dengan keras. “Korban didorong ke tempat tidur, siku korban mengenai tembok kamar, korban dikunci dari luar kamar,” cetusnya.

Mendapat perilaku yang tidak mengenakkan seperti itu, jelas Kanitreskrim, korban tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut pada polisi. “Setelah dilaporkan korban ke polisi, pelaku langsung pergi meninggalkan rumah,” ungkapnya.

Selama pelariannya itu, terang Kanitreskrim, pelaku sempat berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain. Dan pada Minggu (27/3)  pulang ke rumahnya dan langsung ditangkap. “Kami dapat laporan dari warga, pelaku langsung kami amankan,” pungkasnya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/