alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Pasang Reklame di Tiang Telepon Dipereteli

RadarBanyuwangi.id – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Genteng, mencopoti reklame dan spanduk di sepanjang jalan protokol di wilayah Kecamatan Genteng, kemarin (28/3). Raklame dan spanduk itu ditertibkan karena dipasang di daerah terlarang.

Selain dipasang dengan cara dipaku di pohon, reklame itu juga dipasang di tiang listrik dan tiang telepon. Selain itu, Satpol PP juga menertibkan puluhan reklame tanpa izin atau ilegal. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Genteng, penertiban itu dilaksanakan di Desa Genteng Kulon, Genteng Wetan, Kembiritan, dan Setail.

Anggota Trantib Satpol PP Kecamatan Genteng, Muhammad Masrusi mengatakan roperasi reklame ini kegiatan rutin dalam penegakan perda. Reklame ataupun spanduk tanpa izin maupun yang pemasangannya menyalahi aturan, ditertibkan semua, “Itu melanggar Perda Banyuwangi Nomor 10 tahun 2012,” ujarnya.

Baca Juga :  Tersangka Penjual Miras Kembali Ditipiring

Reklame dan spanduk yang dipasang itu, terang dia, menyalahi aturan lantara dipasang ditempat-tempat yang dilarang. “Paling banyak reklame dan spanduk yang melanggar itu dipaku di pohon dan dipasang melintang di atas jalan,” jelasnya.

Sebelum melakukan penertiban, Satpol PP sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak pemasang reklame. Namun, karena tidak ada respons akhirnya yang melanggar aturan itu dicopoti. “Ada 25 lembar reklame dan spanduk yang berhasil kami tertibkan, semua kita bawa ke Kantor Camat Genteng,” cetusnya.

Menurut Masruri, reklame yang melanggar aturan itu kebanyakan dari usaha kuliner, promosi lembaga pendidikan, dan iklan lainnya. “Kebanyakan reklame itu dipasang di tiang telephon dan papan imbuan, ada yang tidak berizin,” pungkasnya.(kri/abi)

Baca Juga :  Pasar Jatian Belum Tersentuh Desa, Pengelolaan Masih Swadaya

RadarBanyuwangi.id – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Genteng, mencopoti reklame dan spanduk di sepanjang jalan protokol di wilayah Kecamatan Genteng, kemarin (28/3). Raklame dan spanduk itu ditertibkan karena dipasang di daerah terlarang.

Selain dipasang dengan cara dipaku di pohon, reklame itu juga dipasang di tiang listrik dan tiang telepon. Selain itu, Satpol PP juga menertibkan puluhan reklame tanpa izin atau ilegal. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Genteng, penertiban itu dilaksanakan di Desa Genteng Kulon, Genteng Wetan, Kembiritan, dan Setail.

Anggota Trantib Satpol PP Kecamatan Genteng, Muhammad Masrusi mengatakan roperasi reklame ini kegiatan rutin dalam penegakan perda. Reklame ataupun spanduk tanpa izin maupun yang pemasangannya menyalahi aturan, ditertibkan semua, “Itu melanggar Perda Banyuwangi Nomor 10 tahun 2012,” ujarnya.

Baca Juga :  Tersangka Penjual Miras Kembali Ditipiring

Reklame dan spanduk yang dipasang itu, terang dia, menyalahi aturan lantara dipasang ditempat-tempat yang dilarang. “Paling banyak reklame dan spanduk yang melanggar itu dipaku di pohon dan dipasang melintang di atas jalan,” jelasnya.

Sebelum melakukan penertiban, Satpol PP sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak pemasang reklame. Namun, karena tidak ada respons akhirnya yang melanggar aturan itu dicopoti. “Ada 25 lembar reklame dan spanduk yang berhasil kami tertibkan, semua kita bawa ke Kantor Camat Genteng,” cetusnya.

Menurut Masruri, reklame yang melanggar aturan itu kebanyakan dari usaha kuliner, promosi lembaga pendidikan, dan iklan lainnya. “Kebanyakan reklame itu dipasang di tiang telephon dan papan imbuan, ada yang tidak berizin,” pungkasnya.(kri/abi)

Baca Juga :  Cewek Asal Ngawi Dua Minggu Terlantar di Genteng

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/