alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Pohon Asam Tumbang, Jalan Macet Total

PURWOHARJO – Jalan raya jurusan Kecamatan Purwoharjo-Tegaldlimo-Bangorejo sempat macet total, kemarin sore (29/1). Penyebabnya, pohon asam berukuran besar yang tumbuh di pinggir jalan raya Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Purwoharjo, tiba-tiba ambruk.

Untungnya tidak ada korban. Saat pohon asam yang sudah berumur puluhan tahun itu ambruk sekitar pukul 15.00, kondisi jalan raya sedang sepi. Hanya saja, antrean panjang kendaraan sempat terjadi. “Pohon asam cukup besar dan ambruk melintang di jalan raya, sehingga semua kendaraan tidak bisa melintas,” cetus Kapolsek Purwoharjo, AKP Ali Ashari.

Saat pohon asam itu tumbang, terang dia, angin bertiup cukup kencang. Untuk melakukan pembersihan pohon, dibutuhkan waktu lama dan itu membuat arus jalan raya macet total. “Jalan tidak bisa dilewati,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Gara-gara pohon asam tumbang, lanjut dia, jalur menuju ke Pantai Grajagan, Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Bangorejo itu macet. Semua kendaraan harus antre sambil menunggu proses evakuasi. “Bagi warga yang tidak mau memutar, harus antre lama,” terangnya.

Untuk proses evakuasi pohon yang tumbang itu, dibutuhkan waktu hampir satu jam. Akibatnya, di jalur itu terjadi antrean panjang hingga dua kilometer. “Agar macetnya tidak semakin panjang, kita bersihkan pohon untuk satu jalur, kita buat buka tutup,” ungkapnya.

Menurut kapolsek, akibat pohon asam yang tumbang itu jaringan listrik untuk lampu penerangan jalan umum (LPJU) putus. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. “Tidak ada korban, sementara lampu LPJU mati,” cetusnya.

Sementara itu, salah satu warga yang ada di sekitar pohon tumbang Fitriyah, 33, mengatakan pohon asam yang tumbang itu sebenarnya sudah lama sudah miring. “Pohon asam itu sudah lama memba­hayakan,” katanya.

Pohon asam yang tumbang itu, terang dia, sebenarnya bukan hanya karena angin kencang. Tapi, bagian akar pada pohon asam itu sudah lama tergerus air saat turun hujan deras. “Akarnya sudah tergerus air hujan, kena angin tumbang,” cetusnya. (*)

PURWOHARJO – Jalan raya jurusan Kecamatan Purwoharjo-Tegaldlimo-Bangorejo sempat macet total, kemarin sore (29/1). Penyebabnya, pohon asam berukuran besar yang tumbuh di pinggir jalan raya Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Purwoharjo, tiba-tiba ambruk.

Untungnya tidak ada korban. Saat pohon asam yang sudah berumur puluhan tahun itu ambruk sekitar pukul 15.00, kondisi jalan raya sedang sepi. Hanya saja, antrean panjang kendaraan sempat terjadi. “Pohon asam cukup besar dan ambruk melintang di jalan raya, sehingga semua kendaraan tidak bisa melintas,” cetus Kapolsek Purwoharjo, AKP Ali Ashari.

Saat pohon asam itu tumbang, terang dia, angin bertiup cukup kencang. Untuk melakukan pembersihan pohon, dibutuhkan waktu lama dan itu membuat arus jalan raya macet total. “Jalan tidak bisa dilewati,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Gara-gara pohon asam tumbang, lanjut dia, jalur menuju ke Pantai Grajagan, Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Bangorejo itu macet. Semua kendaraan harus antre sambil menunggu proses evakuasi. “Bagi warga yang tidak mau memutar, harus antre lama,” terangnya.

Untuk proses evakuasi pohon yang tumbang itu, dibutuhkan waktu hampir satu jam. Akibatnya, di jalur itu terjadi antrean panjang hingga dua kilometer. “Agar macetnya tidak semakin panjang, kita bersihkan pohon untuk satu jalur, kita buat buka tutup,” ungkapnya.

Menurut kapolsek, akibat pohon asam yang tumbang itu jaringan listrik untuk lampu penerangan jalan umum (LPJU) putus. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. “Tidak ada korban, sementara lampu LPJU mati,” cetusnya.

Sementara itu, salah satu warga yang ada di sekitar pohon tumbang Fitriyah, 33, mengatakan pohon asam yang tumbang itu sebenarnya sudah lama sudah miring. “Pohon asam itu sudah lama memba­hayakan,” katanya.

Pohon asam yang tumbang itu, terang dia, sebenarnya bukan hanya karena angin kencang. Tapi, bagian akar pada pohon asam itu sudah lama tergerus air saat turun hujan deras. “Akarnya sudah tergerus air hujan, kena angin tumbang,” cetusnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/