alexametrics
23.1 C
Banyuwangi
Tuesday, June 28, 2022

Siswa Aliyah Meninggal Gantung Diri

SEMPU – Warga Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu dibuat geger, kemarin pagi (27/10). Ahmad Faisal, 18, ditemukan ayahnya, Nur Kholis, 48, sudah meninggal dengan tubuh menggantung di lubang fentilasi kamarnya.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuhnya. Diduga kuat, remaja yang masih duduk di kelas IX Madrasah Aliyah di Kabupaten Kediri, itu sengaja bunuh diri. “Sengaja bunuh diri,” terang Kapolsek Sempu, Iptu Karyadi kepada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (27/10).

Korban ditemukan sudah meninggal, itu bermula sekitar pukul 04.10, ayahnya Nur Kholis akan membangunkan untuk menunaikan salat subuh. Saat masuk ke kamar anaknya, orang tuanya kaget setelah melihat tubuh anaknya sudah menggantung di jendela kamar. “Ayah korban langsung teriak histeris dan memanggil istrinya,” terang Kapolsek.

Tanpa pikir panjang, ayah korban itu menurunkan tubuh Faizal yang dilehernya terjerat tali dari kawat. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Sempu. Tapi sayang, dari pemeriksaan petugas kesehatan, bocah itu sudah meninggal. “Badannya masih hangat, diperkirakan bunuh diri sekitar 20 menit sebelum ditemukan bapaknya,” jelasnya.

Dari keterangan petugas kesehatan, jelas dia, dilehernya ada guratan. Dan dari kemaluannya, terlihat keluar sperma. Untuk motif korban nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, keluarganya mengaku tidak tahu, karena tidak pernah mengadu. “Korban dikenal pendiam,” ujarnya.

Keluarganya menganggap kematian ini sebagai musibah. Sehingga, diputuskan untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat. “Keluarga sudah menerima kematian korban,” ungkapnya.

 

Diduga Tidak Kerasan di Pesantren

Sementara itu, kakek Ahmad Faisal, Samsuri, 81, asal Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu mengungkapkan selama ini cucunya itu belajar di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Kediri. Sejak dua pekan lalu, Faisal pulang dengan dalih membetulkan kacamatanya.

Sejak pulang dari pondok pesantren itu, Samsuri menyebut cucunya semakin pendiam. Selama ini, Faisal memang pendiam, tapi saat pulang ini sangat berbeda. “Pulangnya ini jadi aneh, jarang ngomong,” terangnya.

Saat berada di rumah, jelas dia, Faisal yang kini kelas IX Madrasal Aliyah di pondok pesantrennya ini oleh orang tuanya diminta segera kembali ke pesantren. Tapi, cucunya itu terus menunda. “Faisal itu dulunya tidak mau mondok, tapi ini kan sudah kelas tiga, sebentar lagi lulus, keluarga pinginnya diselesaikan dulu,” katanya.

Samsuri menduga cucunya itu gantung diri karena diminta untuk segera pulang ke pondok pesantren. Apalagi, pada Rabu (27/10) pagi, Faisal sudah dibelikan tiket kereta api (KA) untuk pulang ake Kediri. “Rabu pagi harusnya ke Kediri naik sepur, tapi malah ditemukan meninggal,” cetusnya.

Di malam sebelum ditemukan tewas dengan tubuh gantung diri, korban sempat membuat status di media sosial yang berisi minta maaf kepada keluarganya. “Buat status di medsos berisi minta maaf pada keluarganya,” jelas Kapolsek Sempu, Iptu Karyadi.

Dari keterangan keluarganya, jelas dia, diduga kuat korban ini nekat gantung diri karena merasa sudah tidak betah di pondok pesantren lantaran. “Pagi ini (kemarin pagi) jadwal berangkat ke pesantren. “Kita cek HP-nya, tidak bisa dibuka karena dipasang password,” cetusnya.(mg3/abi)

SEMPU – Warga Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu dibuat geger, kemarin pagi (27/10). Ahmad Faisal, 18, ditemukan ayahnya, Nur Kholis, 48, sudah meninggal dengan tubuh menggantung di lubang fentilasi kamarnya.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuhnya. Diduga kuat, remaja yang masih duduk di kelas IX Madrasah Aliyah di Kabupaten Kediri, itu sengaja bunuh diri. “Sengaja bunuh diri,” terang Kapolsek Sempu, Iptu Karyadi kepada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (27/10).

Korban ditemukan sudah meninggal, itu bermula sekitar pukul 04.10, ayahnya Nur Kholis akan membangunkan untuk menunaikan salat subuh. Saat masuk ke kamar anaknya, orang tuanya kaget setelah melihat tubuh anaknya sudah menggantung di jendela kamar. “Ayah korban langsung teriak histeris dan memanggil istrinya,” terang Kapolsek.

Tanpa pikir panjang, ayah korban itu menurunkan tubuh Faizal yang dilehernya terjerat tali dari kawat. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Sempu. Tapi sayang, dari pemeriksaan petugas kesehatan, bocah itu sudah meninggal. “Badannya masih hangat, diperkirakan bunuh diri sekitar 20 menit sebelum ditemukan bapaknya,” jelasnya.

Dari keterangan petugas kesehatan, jelas dia, dilehernya ada guratan. Dan dari kemaluannya, terlihat keluar sperma. Untuk motif korban nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, keluarganya mengaku tidak tahu, karena tidak pernah mengadu. “Korban dikenal pendiam,” ujarnya.

Keluarganya menganggap kematian ini sebagai musibah. Sehingga, diputuskan untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat. “Keluarga sudah menerima kematian korban,” ungkapnya.

 

Diduga Tidak Kerasan di Pesantren

Sementara itu, kakek Ahmad Faisal, Samsuri, 81, asal Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu mengungkapkan selama ini cucunya itu belajar di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Kediri. Sejak dua pekan lalu, Faisal pulang dengan dalih membetulkan kacamatanya.

Sejak pulang dari pondok pesantren itu, Samsuri menyebut cucunya semakin pendiam. Selama ini, Faisal memang pendiam, tapi saat pulang ini sangat berbeda. “Pulangnya ini jadi aneh, jarang ngomong,” terangnya.

Saat berada di rumah, jelas dia, Faisal yang kini kelas IX Madrasal Aliyah di pondok pesantrennya ini oleh orang tuanya diminta segera kembali ke pesantren. Tapi, cucunya itu terus menunda. “Faisal itu dulunya tidak mau mondok, tapi ini kan sudah kelas tiga, sebentar lagi lulus, keluarga pinginnya diselesaikan dulu,” katanya.

Samsuri menduga cucunya itu gantung diri karena diminta untuk segera pulang ke pondok pesantren. Apalagi, pada Rabu (27/10) pagi, Faisal sudah dibelikan tiket kereta api (KA) untuk pulang ake Kediri. “Rabu pagi harusnya ke Kediri naik sepur, tapi malah ditemukan meninggal,” cetusnya.

Di malam sebelum ditemukan tewas dengan tubuh gantung diri, korban sempat membuat status di media sosial yang berisi minta maaf kepada keluarganya. “Buat status di medsos berisi minta maaf pada keluarganya,” jelas Kapolsek Sempu, Iptu Karyadi.

Dari keterangan keluarganya, jelas dia, diduga kuat korban ini nekat gantung diri karena merasa sudah tidak betah di pondok pesantren lantaran. “Pagi ini (kemarin pagi) jadwal berangkat ke pesantren. “Kita cek HP-nya, tidak bisa dibuka karena dipasang password,” cetusnya.(mg3/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/