alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Warga Kebondalem Punya Cara Jitu Usir Burung Emprit dari Tanaman Padi

BANGOREJO, Radar Genteng – Para petani yang menanam padi di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, banyak yang mengeluhkan serangan burung emprit. Mereka khawatir burung-burung itu bisa mengurangi hasil panennya, Senin (27/6).

Untuk mengantisipasi serangan burung emprit itu, sejumlah petani menjaga tanamannya di sawah. Mereka ada yang membuat alat pengusir burung berupa patung orang dan kaleng. Patung dan kaleng itu, bila ditarik akan berbunyi dan membuat takut burung-burung yang menyantap bulir-bulir padi. “Kalau tidak diusir, hasil panen pasti berkurang,” terang salah satu petani Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Amanto, 71.

Sebagai petani, Amanto mengaku resah dengan adanya burung emprit yang jumlahnya sangat banyak. Sehingga, tanaman padinya harus diawasi setiap hari sampai waktu panen. “Saya jaga mulai pagi sampai sore, kadang gentian dengan petani lainnya,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Anggarkan Rp 800 Juta untuk Pembangunan Gudang Tembakau

Petani lainnya, Martini, 56, yang gubuknya hanya berjarak 200 meter dari Amanto menyampaikan, saat burung emprit memakan padi, itu membuat gabah kosong. Selain itu, banyak padi yang berjatuhan karena oleh burung dibuat hinggap saat memakan padi di sawah. “Kalau dibiarkan, hasil panen akan berkurang,” katanya.

Marti menyebut burung emprit biasanya mulai datang saat tanaman padi mulai berbuah, atau sekitar umur dua bulan sampai panen. Biasanya, burung emprit muncul saat musim tanam ketiga. Tapi kali ini, musim tanam kedua sudah muncul sangat banyak. “Saat musim tanam kedua tetap ada burung emprit, tapi tidak banyak seperti sekarang,” ujarnya.(mg5/abi)

BANGOREJO, Radar Genteng – Para petani yang menanam padi di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, banyak yang mengeluhkan serangan burung emprit. Mereka khawatir burung-burung itu bisa mengurangi hasil panennya, Senin (27/6).

Untuk mengantisipasi serangan burung emprit itu, sejumlah petani menjaga tanamannya di sawah. Mereka ada yang membuat alat pengusir burung berupa patung orang dan kaleng. Patung dan kaleng itu, bila ditarik akan berbunyi dan membuat takut burung-burung yang menyantap bulir-bulir padi. “Kalau tidak diusir, hasil panen pasti berkurang,” terang salah satu petani Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Amanto, 71.

Sebagai petani, Amanto mengaku resah dengan adanya burung emprit yang jumlahnya sangat banyak. Sehingga, tanaman padinya harus diawasi setiap hari sampai waktu panen. “Saya jaga mulai pagi sampai sore, kadang gentian dengan petani lainnya,” terangnya.

Baca Juga :  Pangkalan TNI AU Tempati Lahan Seluas 328 Hektare

Petani lainnya, Martini, 56, yang gubuknya hanya berjarak 200 meter dari Amanto menyampaikan, saat burung emprit memakan padi, itu membuat gabah kosong. Selain itu, banyak padi yang berjatuhan karena oleh burung dibuat hinggap saat memakan padi di sawah. “Kalau dibiarkan, hasil panen akan berkurang,” katanya.

Marti menyebut burung emprit biasanya mulai datang saat tanaman padi mulai berbuah, atau sekitar umur dua bulan sampai panen. Biasanya, burung emprit muncul saat musim tanam ketiga. Tapi kali ini, musim tanam kedua sudah muncul sangat banyak. “Saat musim tanam kedua tetap ada burung emprit, tapi tidak banyak seperti sekarang,” ujarnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/