alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Warga Gendoh Tolak Ada Galian C Baru di Desanya

SEMPU, Radar Genteng – Warga Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, tidak hanya mendatangi lokasi tambang pasir (galian C) di Dusun Kendal, Desa Sragi, Kecamatan Songgon. Mereka juga menolak adanya aktivitas tambang pasir baru yang diduga akan dibuka di Dusun Plaosan, Desa Gendoh, Senin (27/6).

Aksi penolakan warga itu, dipicu munculnya dua ekskavator merek Komatsu di pinggir jalan yang ada di kampungnya itu. “Jalan sudah rusak, kok masih mau ada tambang baru lagi. Jelas kami menolak,” ucap Winarto pada Jawa Pos Radar Genteng.

Winarto mengaku tidak tahu-menahu kapan dua ekskavator yang diduga akan dipakai menambang pasir itu datang. Ia baru tahu saat banyak warga yang melintas dan memberi informasi melalaui WhatsApp Grub (WAG). “Di grub tiba-tiba ramai kabar ini, kami langsung mengumpulkan warga untuk menyampaikan penolakan,” terangnya.

Baca Juga :  Forpimka Sempu Sepakat Dump Truck Bisa Jalan di Gendoh

Aksi penolakan warga terhadap galian C yang belum jelas pengelolanya itu, berhasil diredam oleh oleh anggota DPRD Banyuwangi Ficky Septalinda. Ficky yang kebetulan melintas di lokasi, menemui warga yang sudah berkumpul. “Saya sampaikan kepada warga kalau permasalahan ini tidak bisa langsung selesai hari ini,” ucapnya.

Ficky meminta warga memberi kesempatan pada Kepala Desa (Kades) Gendoh, Didik Darmadi untuk berkomunikasi dengan pengelola tambang pasir yang akan membuka lahan baru di Dusun Plaosan, Desa Gendoh. “Alhamdulillah, warga mau mengerti dan bisa membubarkan diri,” jelasnya.

Kades Gendoh Didik Darmadi mengaku pada Kamis (23/6) dajak komunikasi dengan perwakilan penambang soal rencana mengeruk pasir di sawah produktif itu. “Kamis itu saya sudah menolak. Intinya saya tidak memberikan izin ada aktivitas tambang baru,” katanya.

Baca Juga :  Ajari Masyarakat Menjadi Miliarder dengan Cara Mudah

Tapi penolakan itu, terang Didik, ternyata tidak diindahkan oleh para penambang pasir. Mereka tiba-tiba menurunkan alat berat di lokasi yang akan dikeruk. “Mungkin ekskavator itu datang pada Minggu malam (26/6), warga juga tidak ada yang tahu saat datang,” jelasnya.

Sayangnya, Kades Didik enggan mengungkap pengelola tambang pasir yang akan membuka lahan di daerahnya itu. Ia hanya menyebut, salah satu pengelola galian C itu berasal dari wilayah Kecamatan Rogojampi.(sas/abi)

SEMPU, Radar Genteng – Warga Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, tidak hanya mendatangi lokasi tambang pasir (galian C) di Dusun Kendal, Desa Sragi, Kecamatan Songgon. Mereka juga menolak adanya aktivitas tambang pasir baru yang diduga akan dibuka di Dusun Plaosan, Desa Gendoh, Senin (27/6).

Aksi penolakan warga itu, dipicu munculnya dua ekskavator merek Komatsu di pinggir jalan yang ada di kampungnya itu. “Jalan sudah rusak, kok masih mau ada tambang baru lagi. Jelas kami menolak,” ucap Winarto pada Jawa Pos Radar Genteng.

Winarto mengaku tidak tahu-menahu kapan dua ekskavator yang diduga akan dipakai menambang pasir itu datang. Ia baru tahu saat banyak warga yang melintas dan memberi informasi melalaui WhatsApp Grub (WAG). “Di grub tiba-tiba ramai kabar ini, kami langsung mengumpulkan warga untuk menyampaikan penolakan,” terangnya.

Baca Juga :  Mayat yang Ditemukan di Kaligesing Ternyata Warga Karangdoro

Aksi penolakan warga terhadap galian C yang belum jelas pengelolanya itu, berhasil diredam oleh oleh anggota DPRD Banyuwangi Ficky Septalinda. Ficky yang kebetulan melintas di lokasi, menemui warga yang sudah berkumpul. “Saya sampaikan kepada warga kalau permasalahan ini tidak bisa langsung selesai hari ini,” ucapnya.

Ficky meminta warga memberi kesempatan pada Kepala Desa (Kades) Gendoh, Didik Darmadi untuk berkomunikasi dengan pengelola tambang pasir yang akan membuka lahan baru di Dusun Plaosan, Desa Gendoh. “Alhamdulillah, warga mau mengerti dan bisa membubarkan diri,” jelasnya.

Kades Gendoh Didik Darmadi mengaku pada Kamis (23/6) dajak komunikasi dengan perwakilan penambang soal rencana mengeruk pasir di sawah produktif itu. “Kamis itu saya sudah menolak. Intinya saya tidak memberikan izin ada aktivitas tambang baru,” katanya.

Baca Juga :  Perdunu Akan Klarifikasi di Disbudpar

Tapi penolakan itu, terang Didik, ternyata tidak diindahkan oleh para penambang pasir. Mereka tiba-tiba menurunkan alat berat di lokasi yang akan dikeruk. “Mungkin ekskavator itu datang pada Minggu malam (26/6), warga juga tidak ada yang tahu saat datang,” jelasnya.

Sayangnya, Kades Didik enggan mengungkap pengelola tambang pasir yang akan membuka lahan di daerahnya itu. Ia hanya menyebut, salah satu pengelola galian C itu berasal dari wilayah Kecamatan Rogojampi.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/