alexametrics
26.7 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Dijadwal Bergilir, Vaksinasi Hewan Utamakan Sapi Perah

BANGOREJO, Radar Genteng – Petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Bangorejo mulai bergerak memutus penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Senin (27/6). Mereka menggelar vaksinasi pada ternak milik warga.

Vaksinasi yang dilakukan dengan mendatangi rumah warga yang memiliki ternak itu, diutamakan untuk sapi perah. Sebab, sapi ini dianggap lebih rawan terserang PMK. Dan penyembuhannya juga lebih lama dibandingkan sapi potong. “Sapi yang divaksin ini hanya yang sehat,” terang petugas Puskeswan Kecamatan Bangorejo, drh. Artha Guntur.

Menurut drh. Guntur, selain sapi perah yang divaksin itu sehat, umur sapi itu minimal dua tahun. Untuk sapi yang tengah hamil, juga bisa divaksin. “Sapi hamil bisa divaksin, asal sapi itu sehat,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Untuk vaksin hewan ternak ini, jelas dia, di setiap kecamatan mendapatkan jatah 100 dosis vaksin. Dari 100 dosis itu, semuanya untuk sapi perah, bila masih lebih bisa diberikan untuk sapi potong. “Jumlah dosis vaksin memang masih terbatas,” ujarnya.

Baca Juga :  Dimassa saat rampas Sepeda Mini

Karena dosis vaksin yang terbatas itu, jelas dia, maka hewan ternak yang divaksin untuk yang sehat. Bila nanti sudah ada tambahan dosis, maka semua hewan ternak milik warga itu akan divaksin. “Saya tidak tahu kapan aka nada tambahan dosis, tapi lebih cepat juga lebih baik,” cetusnya.(mg5/abi)

BANGOREJO, Radar Genteng – Petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Bangorejo mulai bergerak memutus penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Senin (27/6). Mereka menggelar vaksinasi pada ternak milik warga.

Vaksinasi yang dilakukan dengan mendatangi rumah warga yang memiliki ternak itu, diutamakan untuk sapi perah. Sebab, sapi ini dianggap lebih rawan terserang PMK. Dan penyembuhannya juga lebih lama dibandingkan sapi potong. “Sapi yang divaksin ini hanya yang sehat,” terang petugas Puskeswan Kecamatan Bangorejo, drh. Artha Guntur.

Menurut drh. Guntur, selain sapi perah yang divaksin itu sehat, umur sapi itu minimal dua tahun. Untuk sapi yang tengah hamil, juga bisa divaksin. “Sapi hamil bisa divaksin, asal sapi itu sehat,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Untuk vaksin hewan ternak ini, jelas dia, di setiap kecamatan mendapatkan jatah 100 dosis vaksin. Dari 100 dosis itu, semuanya untuk sapi perah, bila masih lebih bisa diberikan untuk sapi potong. “Jumlah dosis vaksin memang masih terbatas,” ujarnya.

Baca Juga :  Korban Terlempar 150 Meter, Ditemukan Karena Bau Busuk

Karena dosis vaksin yang terbatas itu, jelas dia, maka hewan ternak yang divaksin untuk yang sehat. Bila nanti sudah ada tambahan dosis, maka semua hewan ternak milik warga itu akan divaksin. “Saya tidak tahu kapan aka nada tambahan dosis, tapi lebih cepat juga lebih baik,” cetusnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/