alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Sound System Kumendung Resahkan Warga

RadarBanyuwangi.id – Meski sempat ditertibkan oleh petugas kepolisian, iring-iringan kendaraan pikap dan truk yang mengangkut sound system untuk membangunkan sahur, kembali marak di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, kemarin (25/4).

Suara musik dari sound system yang menggelegar, ternyata malah membuat warga tidak simpati. Mereka meminta aparat kepolisian dan petugas terkait, segera menertibkan karena dianggap menganggu, dan membuat kaca jendela rumah bergetar hingga nyaris pecah. “Suaranya sangat keras, kaca jendela seperti mau pecah,” cetus Ardiansyah, 42, warga Dusun/Desa Kumendung, Kecamatan Muncar.

Menurut Asdiansyah, cara membangunkan sahur dengan menggunakan sound system besar, dianggap sangat mengganggu dan tidak efektif. Seharusnya, membangunkan orang untuk sahur dengan cara yang baik dan masuk akal. “Suara musiknya seperti itu, tidak enak sekali,” ujarnya seraya menyebut musik yang diputar tidak Islami.

Kapolsek Muncar Kompol Muhammad Zainuri mengatakan sudah melakukan pembinaan terhadap warga yang menggelar iring-iringan pikap dan truk sound system itu. Ia juga sudah melarang kegiatan membangunkan warga untuk sahur menggunakan pengeras suara. “Kita sudah bertindak,” dalihnya.

Pada Jawa Pos Radar Genteng, kapolsek meminta kepada masyarakat yang ingin membangunkan sahur, melakukan dengan lebih bijak. Jika masih ditemukan iring-iringan sound system di Kecamatan Muncar, pihaknya akan menyita kendaraan dan peralatan yang digunakan untuk pawai. “Bhabinkamtibmas kami intruksikan melakukan pendekatan persuasif lagi kepada masyarakat, khususnya yang memiliki peralatan sound system,” cetusnya.(kri/abi)

RadarBanyuwangi.id – Meski sempat ditertibkan oleh petugas kepolisian, iring-iringan kendaraan pikap dan truk yang mengangkut sound system untuk membangunkan sahur, kembali marak di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, kemarin (25/4).

Suara musik dari sound system yang menggelegar, ternyata malah membuat warga tidak simpati. Mereka meminta aparat kepolisian dan petugas terkait, segera menertibkan karena dianggap menganggu, dan membuat kaca jendela rumah bergetar hingga nyaris pecah. “Suaranya sangat keras, kaca jendela seperti mau pecah,” cetus Ardiansyah, 42, warga Dusun/Desa Kumendung, Kecamatan Muncar.

Menurut Asdiansyah, cara membangunkan sahur dengan menggunakan sound system besar, dianggap sangat mengganggu dan tidak efektif. Seharusnya, membangunkan orang untuk sahur dengan cara yang baik dan masuk akal. “Suara musiknya seperti itu, tidak enak sekali,” ujarnya seraya menyebut musik yang diputar tidak Islami.

Kapolsek Muncar Kompol Muhammad Zainuri mengatakan sudah melakukan pembinaan terhadap warga yang menggelar iring-iringan pikap dan truk sound system itu. Ia juga sudah melarang kegiatan membangunkan warga untuk sahur menggunakan pengeras suara. “Kita sudah bertindak,” dalihnya.

Pada Jawa Pos Radar Genteng, kapolsek meminta kepada masyarakat yang ingin membangunkan sahur, melakukan dengan lebih bijak. Jika masih ditemukan iring-iringan sound system di Kecamatan Muncar, pihaknya akan menyita kendaraan dan peralatan yang digunakan untuk pawai. “Bhabinkamtibmas kami intruksikan melakukan pendekatan persuasif lagi kepada masyarakat, khususnya yang memiliki peralatan sound system,” cetusnya.(kri/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/