alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Permintaan Wastafel Semen Menurun Drastis

RadarBanyuwangi.id – Permintaan pot dan gerabah semen selama Ramadan, sangat sepi bahkan cenderung menurun di banding bulan-bulan biasa. Ini berbeda menjelang Idul Fitri setahun lalu yang cukup tinggi.

Produsen gerabah dan pot semen, Hadi S, 39, asal Dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng mengungkapkan permintaan ada tapi tidak banyak. “Sekarang biasa saja, ada satu atau dua orang yang beli,” katanya.

Menurut Hadi, Ramadan tahun lalu permintaan cukup ringgi, terutama jenis wastafel. Banyak sekolah yang membeli dalam jumlah besar. “Wastafel itu untuk cuci tangan di depan kelas sekolah,” ujarnya.

Dalam kondisi normal, terang dia, biasanya diuntungkan dengan permintaan dari para pengembang perumahan atau proyek. Mereka itu, sekali membeli memborong berbagai jenis. “Kadang datang satu orang bawa pikap dan isinya penuh,” jelasnya.

Baca Juga :  Terserang Tumor Ganas, Perut Marpik Terus Membesar

Untuk harga barang ditempatnya, jelas dia, mulai Rp. 20 ribu untuk pot ukurang sedang, hingga ratusan ribu rupiah untuk sepasang kombinasi pot air mancur. Dalam setiap pembelian itu fleksibel, rangkaian air mancur bisa dibeli secara terpisah. Dan itu, harganya lebih mahal. “Kalau beli satuan lebih mahal,” jelasnya.

Hadi menjelaskan produksi gerabah seperti ini cukup mudah, bahan baku yang digunakan hampir semua jenis pasir. Selain itu, untuk memproduksinya juga tidak sulit. “Saya sehari bisa mencetak 24 item, siap pakai tiga hari berikutnya,” terangnya.(sli/abi)

RadarBanyuwangi.id – Permintaan pot dan gerabah semen selama Ramadan, sangat sepi bahkan cenderung menurun di banding bulan-bulan biasa. Ini berbeda menjelang Idul Fitri setahun lalu yang cukup tinggi.

Produsen gerabah dan pot semen, Hadi S, 39, asal Dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng mengungkapkan permintaan ada tapi tidak banyak. “Sekarang biasa saja, ada satu atau dua orang yang beli,” katanya.

Menurut Hadi, Ramadan tahun lalu permintaan cukup ringgi, terutama jenis wastafel. Banyak sekolah yang membeli dalam jumlah besar. “Wastafel itu untuk cuci tangan di depan kelas sekolah,” ujarnya.

Dalam kondisi normal, terang dia, biasanya diuntungkan dengan permintaan dari para pengembang perumahan atau proyek. Mereka itu, sekali membeli memborong berbagai jenis. “Kadang datang satu orang bawa pikap dan isinya penuh,” jelasnya.

Baca Juga :  Satu Peti Dibayar Rp 1000, Sehari Selesaikan 50 Peti Buah

Untuk harga barang ditempatnya, jelas dia, mulai Rp. 20 ribu untuk pot ukurang sedang, hingga ratusan ribu rupiah untuk sepasang kombinasi pot air mancur. Dalam setiap pembelian itu fleksibel, rangkaian air mancur bisa dibeli secara terpisah. Dan itu, harganya lebih mahal. “Kalau beli satuan lebih mahal,” jelasnya.

Hadi menjelaskan produksi gerabah seperti ini cukup mudah, bahan baku yang digunakan hampir semua jenis pasir. Selain itu, untuk memproduksinya juga tidak sulit. “Saya sehari bisa mencetak 24 item, siap pakai tiga hari berikutnya,” terangnya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/