alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Hormati Korban KRI Nanggala 402, Gereja Pasang Bendera Setengah Tiang

RadarBanyuwangi.id – Empati pada prajurit TNI AL yang mengawaki KRI Nanggala 402 terus mengalir. Umat Katolik di lingkungan Pasturan Santo Paulus, Desa Wringingagung, Kecamatan Gambiran menggelar doa, kemarin siang (26/4).

Mereka menggelar upacara dengan mengibarkan bendera setengah tiang di halaman gereja. Selain itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Gugur Bunga. “Musibah yang dialami KRI Nanggala 402 itu duka seluruh bangsa Indonesia,” terang pimpinan Gereja Katolik Santo Paulus, Romo Fadjar Tedjo Soekarno, Pr.

Menurut Romo Fajar, tragedi ini terasa memilukan karena patriot penjaga kedaulatan tanah air justru gugur saat menggelar latihan. Untuk mengenang jasa sekaligus bentuk bela sungkawa, pihaknya menggelar upacara disertai doa untuk para awak KRI Nanggala 402. Doa itu sekaligus untuk semua patriot yang kini sedang bertugas menjaga kedaulatan NKRI. “Doa kita untuk Nanggala, untuk semua prajurit dan personil yang bertugas di manapun,” terangnya.

Baca Juga :  Petani Mulai Tanam Palawija

Menurut Romo Fadjar, kiprah awak kapal selam bisa menjadi teladan bagi semua orang. Mereka bekerja dalam keheningan tanpa diketahui banyak orang. Peran pentingnya, sering kali tidak disadari oleh masyarakat. Sehingga, mereka bisa dibilang kelompok orang-orang yang tulus dalam  bekerja. “Ya seperti motonya, tabah sampai akhir, tidak dipuji, jarang terlihat,” terangnya.

Takdir 53 personil itu, terang dia, menjadi duka bagi semua orang, terutama keluarganya. Namun di sisi lain, itu merupakan akhir yang paling mulia dari perjalanan para awak KRI.  “Jika bumi tidak bisa menjadi tempat pelabuhanmu, biarlah surga menjadi dermaga yang penuh kasih dan damai untuk para Pahlawanku,” ujarnya.(sli/abi)

Baca Juga :  Pikap Vs Kontainer, Satu Meninggal

RadarBanyuwangi.id – Empati pada prajurit TNI AL yang mengawaki KRI Nanggala 402 terus mengalir. Umat Katolik di lingkungan Pasturan Santo Paulus, Desa Wringingagung, Kecamatan Gambiran menggelar doa, kemarin siang (26/4).

Mereka menggelar upacara dengan mengibarkan bendera setengah tiang di halaman gereja. Selain itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Gugur Bunga. “Musibah yang dialami KRI Nanggala 402 itu duka seluruh bangsa Indonesia,” terang pimpinan Gereja Katolik Santo Paulus, Romo Fadjar Tedjo Soekarno, Pr.

Menurut Romo Fajar, tragedi ini terasa memilukan karena patriot penjaga kedaulatan tanah air justru gugur saat menggelar latihan. Untuk mengenang jasa sekaligus bentuk bela sungkawa, pihaknya menggelar upacara disertai doa untuk para awak KRI Nanggala 402. Doa itu sekaligus untuk semua patriot yang kini sedang bertugas menjaga kedaulatan NKRI. “Doa kita untuk Nanggala, untuk semua prajurit dan personil yang bertugas di manapun,” terangnya.

Baca Juga :  Satu ABK Disambar Petir yang Jatuh ke Laut Ditemukan Tak Bernyawa

Menurut Romo Fadjar, kiprah awak kapal selam bisa menjadi teladan bagi semua orang. Mereka bekerja dalam keheningan tanpa diketahui banyak orang. Peran pentingnya, sering kali tidak disadari oleh masyarakat. Sehingga, mereka bisa dibilang kelompok orang-orang yang tulus dalam  bekerja. “Ya seperti motonya, tabah sampai akhir, tidak dipuji, jarang terlihat,” terangnya.

Takdir 53 personil itu, terang dia, menjadi duka bagi semua orang, terutama keluarganya. Namun di sisi lain, itu merupakan akhir yang paling mulia dari perjalanan para awak KRI.  “Jika bumi tidak bisa menjadi tempat pelabuhanmu, biarlah surga menjadi dermaga yang penuh kasih dan damai untuk para Pahlawanku,” ujarnya.(sli/abi)

Baca Juga :  Warga Terancam Ngaplo

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/