alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Maling Lampu Buah Naga Merajalela

MUNCAR – Sejumlah petani buah naga di Dusun/Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kini resah. Lampu yang dipasang di kebun buah naga untuk mempercepat pertumbuhan, disikat maling, Selasa (25/1).

Salah satu petani buah naga Bambang Sutiyono, mengaku kehilangan 300 buah lampu yang terpasang di kebun buah naga miliknya. “Malingnya beraksi pada siang, saat saya tidak ke kebun,” terang Bambang Sutiyono.

Menurut Bambang, modus yang digunakan maling itu tergolong nekat. Saat sepi, pelaku berpura-pura mencari daun waru muda yang banyak tumbuh di kebunnya untuk pakan ternak. “Saya diberi tahu orang yang mencari rumput, saat pelaku beraksi,” katanya.

Saat mencari daun waru yang masih muda, jelas dia, pelaku membawa karung. Lampu yang dipasang di pohon buah naga, oleh maling diambil dan dimasukkan ke karung. “Untuk menutupi ulahnya, karung ditutupi daun waru,” ujarnya.

Di kebunnya itu, masih kata dia, semua ada 350 pohon buah naga. Dari jumlah itu, diberi 300 lampu untuk mempercepat pertumbuhan buah naga. “Lampunya ada yang saya copot karena lampunya mati,” cetusnya.

Akibat pencurian itu, Bambang mengaku mengalami kerugian hingga Rp 4.5 juta. Selain itu, buah naga miliknya juga terancam mengalami keterlambatan panen. “Satu lampu harganya Rp 15 ribu, tinggal kalikan saja,” cetusnya. 

Petani lain yang juga kehilangan lampu penerangan buah naga itu Yanto, 49, asal Dusun/Desa Kedungringin. Tapi, lampu milik Yanto ini tidak sebanyak punyaan Bambang. “Lampu yang hilang tidak banyak, hanya 100 lampu,” katanya.

Kanitreskrim Polsek Muncar, Ipda Putu Ardhana mengatakan belum mendapat laporan dari masyarakat soal lampu di buah naga yang hilang dicuri maling. “Belum ada laporan sama sekali, banyak yang menanyakan soal ini,” ujarnya.(sas/abi)

MUNCAR – Sejumlah petani buah naga di Dusun/Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kini resah. Lampu yang dipasang di kebun buah naga untuk mempercepat pertumbuhan, disikat maling, Selasa (25/1).

Salah satu petani buah naga Bambang Sutiyono, mengaku kehilangan 300 buah lampu yang terpasang di kebun buah naga miliknya. “Malingnya beraksi pada siang, saat saya tidak ke kebun,” terang Bambang Sutiyono.

Menurut Bambang, modus yang digunakan maling itu tergolong nekat. Saat sepi, pelaku berpura-pura mencari daun waru muda yang banyak tumbuh di kebunnya untuk pakan ternak. “Saya diberi tahu orang yang mencari rumput, saat pelaku beraksi,” katanya.

Saat mencari daun waru yang masih muda, jelas dia, pelaku membawa karung. Lampu yang dipasang di pohon buah naga, oleh maling diambil dan dimasukkan ke karung. “Untuk menutupi ulahnya, karung ditutupi daun waru,” ujarnya.

Di kebunnya itu, masih kata dia, semua ada 350 pohon buah naga. Dari jumlah itu, diberi 300 lampu untuk mempercepat pertumbuhan buah naga. “Lampunya ada yang saya copot karena lampunya mati,” cetusnya.

Akibat pencurian itu, Bambang mengaku mengalami kerugian hingga Rp 4.5 juta. Selain itu, buah naga miliknya juga terancam mengalami keterlambatan panen. “Satu lampu harganya Rp 15 ribu, tinggal kalikan saja,” cetusnya. 

Petani lain yang juga kehilangan lampu penerangan buah naga itu Yanto, 49, asal Dusun/Desa Kedungringin. Tapi, lampu milik Yanto ini tidak sebanyak punyaan Bambang. “Lampu yang hilang tidak banyak, hanya 100 lampu,” katanya.

Kanitreskrim Polsek Muncar, Ipda Putu Ardhana mengatakan belum mendapat laporan dari masyarakat soal lampu di buah naga yang hilang dicuri maling. “Belum ada laporan sama sekali, banyak yang menanyakan soal ini,” ujarnya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/